Siapa bilang menang itu segalanya? Coba lihat tim basket Iowa State (ISU) ini. Sudah unggul 12-0, masih saja bikin kejutan. Mungkin mereka ini diam-diam punya cheat code atau semacamnya. Tapi yang jelas, kemenangan mereka atas UNI dengan skor telak 81-53 ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa dominasi itu nyata.
Pertandingan yang digelar Minggu sore itu jadi penutup manis non-conference bagi ISU. Mereka berhasil menyapu bersih tim-tim in-state seperti Drake, Iowa, dan UNI. Terakhir kali mereka melakukan ini? Musim 2021-22. Artinya, ada semacam upgrade performa di sini. Bukan cuma menang, tapi menang dengan gaya.
ISU memang tampil meyakinkan. Setelah merebut keunggulan di pertengahan kuarter pertama, mereka tak memberi ampun. Dua belas tembakan 3 angka sukses mereka sarangkan. Ini adalah pertandingan kelima musim ini di mana mereka mencetak 10 atau lebih tembakan 3 angka. Seolah-olah mereka ini punya magnet di ring basket lawan.
Addy Brown: MVP dengan Kekuatan Ganda
Di balik kemenangan gemilang ini, ada satu nama yang bersinar terang: Addy Brown. Dengan 28 poin (season-high!) dan 12 rebound, dia membuktikan diri sebagai mesin pencetak angka sekaligus tembok kokoh di pertahanan. Ini adalah double-double kelimanya musim ini, dan yang ke-23 sepanjang karirnya. Kalau di dunia game, mungkin dia ini karakter dengan skill yang sudah di-max-kan.
Tapi Brown tidak sendirian. Alisa Williams (11 poin) dan Jada Williams (10 poin) juga ikut menyumbang angka. Jada bahkan memimpin dengan 8 assist. Ini menunjukkan bahwa ISU bukan hanya tentang satu pemain bintang, tapi tentang kerja sama tim yang solid. Ibarat main game, mereka ini punya party yang kompak dan saling melengkapi.
UNI sempat memimpin di awal pertandingan, mencetak empat poin pertama. Tapi Brown dengan cepat merespons dengan tembakan 3 angka. Kenzie Hare kemudian menambahkan satu lagi, memaksa UNI mengambil timeout dini. ISU kemudian merebut keunggulan dan tak pernah lagi menoleh ke belakang. Mereka unggul 20-15 di akhir kuarter pertama.
Momentum yang Tak Terbendung
Di kuarter kedua, UNI sempat mendekat dengan selisih dua poin (22-20). Tapi Jada Williams, dengan layup yang berbuah and-one, memicu laju 11 poin yang membuat ISU semakin menjauh. Arianna Jackson dan Brown kemudian bergantian mencetak 3 angka, sebelum Brown menutup kuarter dengan tembakan 3 angka tepat saat buzzer berbunyi. Skor 48-26 untuk ISU di akhir babak pertama.
ISU melanjutkan dominasi mereka di kuarter ketiga. Mereka mencetak 17 poin tanpa balas, dengan Williams dan Hare masing-masing menyumbang tembakan 3 angka. Jackson kemudian menambahkan satu lagi, membuat skor menjadi 57-30. Kuarter ketiga berakhir dengan ISU unggul 29 poin. Sepertinya, UNI sudah mulai kehabisan napas di sini.
Di kuarter keempat, ISU berhasil menembus angka 70 setelah Brown mencetak dua poin dari garis lemparan bebas (71-38). Mereka kemudian terus melaju dan memastikan kemenangan dengan skor akhir 81-53. Sebuah performa yang menunjukkan bahwa ISU bukan hanya sekadar tim basket biasa, tapi sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan.
Efek Domino Kemenangan: Lebih dari Sekadar Angka
Kemenangan ini bukan hanya tentang skor, tapi juga tentang momentum. ISU berhasil menjaga rekor tak terkalahkan mereka (12-0) dan menyelesaikan non-conference slate dengan sempurna. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, dan menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Big 12.
Selain itu, kemenangan ini juga memberikan dampak positif bagi para pemain secara individu. Addy Brown memperpanjang rekor double-figure point streak-nya menjadi 10 pertandingan dan mencetak 20+ poin dalam dua pertandingan berturut-turut. Alisa Williams mencatatkan career-high dengan 11 poin. Dan Jada Williams mencatatkan assist terbanyak dalam pertandingan.
Statistik yang Memukau (dan Sedikit Bikin Iri)
Mari kita sedikit membahas statistik. Rekor sepanjang masa tim basket wanita Iowa State sekarang menjadi 883-678 (.566), dan 646-325 (.665) di era Bill Fennelly. Fennelly sendiri mencatatkan rekor karir 812-378 (.682) dalam 38 tahun karirnya. ISU mencatatkan rekor 12-0 untuk keempat kalinya dalam sejarah program. Ini adalah awal musim terbaik sejak 2013-14, ketika mereka memulai dengan 14-0.
Dengan kemenangan ini, ISU menyelesaikan musim reguler non-conference tanpa terkalahkan untuk pertama kalinya sejak 2013-14 (11-0) dan keempat kalinya dalam sejarah program (1995-96, 2001-02). Rekor seri sepanjang masa Cyclones melawan Panthers sekarang menjadi 40-11. Addy Brown melewati Heather Ezell (414), Tracy Horvath (415) dan Tracy Gahan (415) di daftar assist sepanjang masa Iowa State, menambahkan tiga assist dan memindahkan total karirnya menjadi 416 assist sebagai distributor terkemuka ke-8 ISU sepanjang masa.
Menuju Konferensi: Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai
Setelah kemenangan ini, ISU akan memasuki babak baru: conference play. Mereka akan menjamu Kansas pada hari Minggu, 21 Desember. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ISU. Apakah mereka mampu mempertahankan momentum positif mereka dan bersaing dengan tim-tim terbaik di Big 12? Atau apakah mereka akan mengalami penurunan performa dan kehilangan rekor tak terkalahkan mereka?
Yang jelas, satu hal yang pasti: ISU telah membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan. Mereka memiliki pemain-pemain berbakat, pelatih yang berpengalaman, dan mentalitas juara. Mereka juga memiliki fans yang setia mendukung mereka di setiap pertandingan. Jadi, jangan heran kalau kita melihat ISU melaju jauh di musim ini. Siapa tahu, mereka bahkan bisa menjadi penantang gelar juara nasional. Well, kita tunggu saja nanti.
Jadi, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kemenangan ISU ini? Mungkin, bahwa kerja keras, dedikasi, dan kerja sama tim adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Atau mungkin, bahwa kadang-kadang, sedikit keberuntungan juga diperlukan. Tapi yang jelas, satu hal yang pasti: menonton ISU bermain itu menghibur. Dan itu, pada akhirnya, adalah yang terpenting.



