Bayangkan dunia di mana HRD tidak lagi jadi momok menakutkan, tapi justru jadi partner in crime untuk mewujudkan lingkungan kerja yang waras. Kedengarannya seperti utopia? Mungkin. Tapi, GamesIndustry.biz HR Summit 2025 mencoba mendekatkan kita ke sana. Lebih dari 60 pemimpin industri dan studio berkumpul untuk membahas cara mengakali tantangan di dunia kerja yang makin absurd ini.
Di tengah gempuran AI yang siap menggantikan posisi kita (atau minimal bikin kita insecure), isu mental health yang makin merajalela, dan budaya kerja toxic yang masih jadi hantu, HRD punya peran krusial. Mereka bukan cuma tukang rekrut dan pecat, tapi juga arsitek budaya perusahaan. Pertanyaannya, siapkah mereka?
Acara yang berlangsung di The Royal Institution, London ini, bukan sekadar ajang kumpul-kumpul sambil minum teh. Ada belasan sesi yang membahas isu-isu penting, mulai dari kekuatan partnership, skema akreditasi mental health, hingga membangun ulang budaya pasca-PHK. Serius amat? Tenang, ini Mojok. Kita bahas yang berat-berat sambil tetap nyantai.
Sega dan Jurus Recode untuk Bertahan Hidup
Sesi pembukaannya langsung nampol. Sega Europe menggandeng Value Partnership untuk membahas bagaimana mereka berdua bahu-membahu melewati masa-masa sulit. Ibarat main game, mereka ini lagi speedrun melawan krisis. Strategi apa yang mereka pakai? Apakah cheat code juga diperlukan? Kita tunggu saja bocorannya.
Selain Sega, ada juga Skillfull dan Amiqus yang akan membahas cara mempertahankan talenta muda dengan memanfaatkan skills, sustainability, dan fairness. Kedengarannya idealis? Mungkin. Tapi, di era ketika karyawan lebih memilih resign daripada stuck di lingkungan kerja yang tidak sehat, pendekatan ini jadi krusial. Anggap saja ini resep rahasia biar karyawan betah kayak di rumah sendiri.
Sarah Brewster dari Fresh Seed juga akan membahas "aturan tak tertulis di tempat kerja dan bagaimana studio bisa beradaptasi." Hmm, aturan tak tertulis? Jadi ingat meme "ekspektasi vs realita" pas pertama kali masuk dunia kerja. Semoga saja, sesi ini bisa jadi panduan biar kita nggak kaget lagi pas menghadapi kenyataan pahit di kantor.
AI Datang, Budaya Kerja Jadi Gimana?
Niki Head dari Stellar Entertainment dan Chiara Santevecchi dari Teem Camp akan membahas "budaya di era AI." Ini menarik. Bayangkan, dulu kita takut digantikan robot, sekarang robotnya sudah datang. Pertanyaannya, bagaimana kita beradaptasi? Apakah kita harus jadi lebih kreatif, lebih inovatif, atau malah belajar coding biar bisa ngoding robotnya sekalian?
Sementara itu, Kevin McCoy dari Next Jump dan Simon Sparks dari GameDataCore akan memandu roundtable tentang cara menciptakan budaya coaching di tempat kerja. Ini penting. Soalnya, di era yang serba cepat ini, mentoring dan coaching jadi kunci untuk mengembangkan potensi karyawan. Ibarat main game RPG, kita butuh mentor biar bisa naik level dengan cepat.
Yang nggak kalah menarik, ada sesi tentang mental health yang dibawakan oleh Safe In Our World. Di era ketika burnout jadi penyakit kronis, kesehatan mental karyawan harus jadi prioritas. Jangan sampai, demi mengejar deadline, kita malah mengorbankan kewarasan. Ingat, kesehatan mental itu investasi, bukan biaya.
Best Places to Work Awards: Siapa yang Paling Waras?
Puncak acaranya adalah pengumuman Best Places to Work Awards 2025. Ada 19 studio yang masuk nominasi, termasuk Rare, Playground Games, FuturLab, Rocksteady, dan Wushu Studios. Pertanyaannya, studio mana yang paling waras? Studio mana yang berhasil menciptakan lingkungan kerja yang supportif, inklusif, dan menyenangkan? Kita tunggu saja pengumumannya.
Selain itu, ada juga sesi yang membahas cara membangun ulang budaya pasca-PHK. Ini penting. Soalnya, PHK bukan cuma berdampak pada karyawan yang dipecat, tapi juga pada mereka yang masih bertahan. Bagaimana caranya agar mereka tetap termotivasi? Bagaimana caranya agar mereka nggak trauma? Ini PR besar buat HRD.
Bagi yang tertarik dengan isu kesetaraan gender, ada juga Cinzia Musio yang akan membahas tentang equity, diversity, dan inclusion (EDI). Di era ketika isu sosial makin sensitif, perusahaan harus lebih peduli terhadap keberagaman. Jangan sampai, lingkungan kerja jadi tempat diskriminasi dan bullying.
Mental Health dan Ketahanan Diri: Skill Wajib di Era Sekarang
Hayley Blundy dari FuturLab akan membahas tentang "ketahanan diri dalam aksi." Ini penting. Soalnya, di dunia kerja yang penuh tekanan ini, kita harus punya mental baja. Jangan sampai, kita gampang stres, gampang depresi, dan gampang menyerah. Ingat, hidup itu keras, tapi kita harus lebih keras.
GamesIndustry.biz HR Summit 2025 ini disponsori oleh Amiqus. Buat yang penasaran dengan jadwal lengkapnya, silakan simak di bawah ini. Siapa tahu, ada sesi yang cocok buat kamu atau perusahaanmu.
Jadwal Lengkap: Dari Kopi Pagi Hingga Penghargaan Bergengsi
Main stage
- 08:30: Registrasi (Teh dan Kopi)
- 09:00: Sambutan untuk HR Summit
- 09:05: Sega – Recode for Growth | Nicky Ormrod (Sega), Simon Court dan Dan Bobby (Value Partnerships)
- 10:00: Kesepakatan baru di tempat kerja – kontrak psikologis dalam game | Sarah Brewster (Fresh Seed)
- 10:30: Talent reset – keterampilan, keberlanjutan, dan keadilan dalam agenda Talent Game | Liz Prince (Amiqus), Gina Jackson (Skillfull)
- 11:00: Istirahat
- 11:30: Kursi strategis di meja | Perri Lewis (Mastered), Alison Lacy (Radical Forge)
- 12:15: Produksi & Orang – kemitraan yang kuat | Emma Smith (Hestia Talent Partners), Max Brode (The Indie Stone)
- 13:00: Makan Siang
- 14:00: Skema Akreditasi Kesehatan Mental, Mengapa itu penting | Aman Di Dunia Kita
- 14:15: Setelah badai – membangun kembali dan mengatur ulang budaya pasca redundansi | Leon Hijazi-Killin (Balance Patch), Cinzia Musio (konsultan ekuitas, keragaman, dan inklusi), Sara Veal (GamesAid)
- 15:05: Budaya di era AI | Niki Head (Stellar Entertainment), Chiara Santevecchi (Teem Camp) – dipandu oleh Lewis Packwood
- 15:45: Workshop wrap up di panggung utama – menarik garis, mengatur ulang dengan percaya diri | Emma Smith, Gina Jackson, Sarah Brewster
- 16:30: Minuman & Jaringan
- 17:15: Penghargaan Tempat Kerja Terbaik 2025
- 18:15: Minuman & Jaringan
Breakout room
- 11:30: Naik Level atau Tertinggal: Cara Menang Saat Anda Kekurangan Orang, Sumber Daya, Waktu, dan Uang | Simon Sparks (GameDataCore), Kevin McCoy (Next Jump)
- 12:15: Workshop 1 – Keterampilan dalam Aksi, alat praktis untuk tim siap masa depan | Liz Prince, Gina Jackson
- 14:00: Workshop 2 – Dari pemadam kebakaran hingga masa depan – membangun HR sebagai mitra sejati | Emma Smith, Perri Lewis
- 15:05: Di Balik Layar: Ketahanan dalam Aksi | Hayley Blundy (FuturLab)
Jadi, Apakah HRD Siap Jadi Pahlawan?
GamesIndustry.biz HR Summit 2025 ini adalah momentum penting untuk merefleksikan peran HRD di era yang penuh disrupsi. Apakah mereka akan tetap jadi tukang stempel atau justru jadi agen perubahan? Waktunya membuktikan. Semoga saja, acara ini bisa jadi katalis untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih waras, lebih manusiawi, dan lebih menyenangkan. Atau, minimal, lebih sedikit toxic lah, ya?



