Tech

Samsung Onyx 14 Meter: Bioskop Makin Bioskop, Kantong Makin Tipis

Samsung Onyx 14 Meter: Bioskop Makin Bioskop, Kantong Makin Tipis
Samsung Onyx 14 Meter: Bioskop Makin Bioskop, Kantong Makin Tipis

Lupakan layar bioskop jadul yang gambarnya kayak kena batuk berdahak, Samsung Onyx kini hadir buat bikin pengalaman nonton makin nggak masuk akal. Bayangkan saja, layar LED raksasa yang ukurannya bisa jadi lebih gede dari kamar kosan, siap menggelontorkan visual yang bikin mata melek tujuh hari tujuh malam. Ini bukan lagi sekadar nonton film, tapi sebuah event yang bikin kita merasa jadi bagian dari cerita, bukan cuma penonton di kegelapan.

Tiga Belas Meter Lebih dari Sekadar Angka

Samsung Electronics Co., Ltd. nampaknya nggak main-main dalam merajai pasar layar sinema premium. Buktinya, di CinemaCon 2026, mereka pamerin ukuran standar baru untuk lini Onyx mereka: 14 meter. Ini bukan sekadar penambahan ukuran; ini adalah ekspansi strategis untuk merangkul auditorium yang lebih megah, yang biasa disebut Premium Large Format (PLF) theaters. Inti dari Onyx—kualitas gambar superior, keandalan industri, dan skalabilitas yang bikin nagih—semuanya tetap terjaga, hanya saja kini dalam skala yang lebih masif. Para eksibitor sinema yang lagi gencar bikin pengalaman nendang dan beda dari yang lain, pasti ngiler lihat ini. Auditorium yang makin gede kini jadi prioritas utama, dan Samsung menjawabnya dengan layar 14 meter yang siap bikin penonton terbenam total, optimasi tata letak kursi yang bikin nyaman, dan efisiensi ruang teater yang lebih baik.

Hyoung Jae Kim, Executive Vice President of the Visual Display (VD) Business di Samsung Electronics, dengan gamblang menyatakan, "Orang datang ke teater premium untuk sesuatu yang tidak bisa mereka ciptakan di rumah." Poin ini jadi kunci. Kalau mau bikin penonton rela keluar duit lebih buat pengalaman sinematik, semua elemen di auditorium harus naik level, dimulai dari layar itu sendiri. Layar Onyx 14 meter dari Samsung ini adalah jawaban jitu buat para pemilik teater yang ingin membawa pengalaman premium ke auditorium yang lebih luas, mengubah aktivitas nonton film menjadi tujuan utama, bukan sekadar selingan.

Dari 5 Meter Hingga Mengangkasa Hingga 20 Meter

Sejak debutnya di tahun 2017, Samsung Onyx sudah sukses mendobrak batasan apa saja yang bisa ditawarkan oleh layar sinema LED. Hitam pekat yang bikin merinding, warna-warna kaya yang memanjakan mata, dan kontras yang tajam bak pisau bedah; semuanya ada. Setelah tahun lalu memperkenalkan model 5 meter untuk bioskop-bioskop butik dan model 10 meter untuk auditorium premium, Samsung kini memperluas jajarannya dengan ukuran standar 14 meter yang dirancang khusus untuk lingkungan teater yang lebih besar. Model baru ini membawa pengalaman Onyx inti yang sama, termasuk dukungan untuk resolusi 4K pada 120Hz, kejernihan luar biasa, dan gerakan yang sangat mulus. Namun, ada dua pembaruan penting yang disesuaikan untuk format 14 meter.

Pertama, pixel pitch 3.3mm. Ini adalah optimalisasi cerdas untuk format 14 meter, memastikan kualitas gambar yang tajam dan konsisten meskipun ukuran layarnya membentang luas. Anda tidak akan melihat piksel yang 'pecah' atau terdistribusi secara tidak merata. Kedua, dukungan skalabilitas fleksibel. Fitur ini memungkinkan format 14 meter untuk diperluas hingga 20 meter. Ini berarti area layar bisa lebih dari dua kali lipat tanpa mengorbankan kualitas presentasi. Kabinet LED individual bisa ditambahkan di sisi dan bagian bawah untuk mencapai ukuran yang diinginkan, menciptakan pengalaman visual yang mulus dari lantai ke langit-langit. Ini seperti membangun layar impian yang bisa tumbuh sesuai kebutuhan.

Sebagai layar LED sinema pertama di dunia yang tersertifikasi DCI (Digital Cinema Initiatives), Onyx mampu mendukung rasio aspek scope (2.39:1) dan flat (1.85:1). Teknologi HDR dari Samsung mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 300 nits, kira-kira enam kali lebih terang dibandingkan standar sinema konvensional. Lumayan signifikan, kan? Onyx juga mencapai 100% color volume pada kecerahan puncak, sementara rasio kontrasnya yang tak terhingga memungkinkan pencapaian tingkat hitam sejati. Efeknya? Imersi yang lebih dalam dan detail yang lebih kaya pada adegan-adegan gelap. Ini bukan lagi sekadar 'gelap', tapi 'hitam' yang sesungguhnya, menambah dimensi baru pada pengalaman menonton.

Lebih dari sekadar pemutaran film tradisional, Onyx juga sangat cocok untuk konten alternatif. Pikirkan siaran langsung olahraga, konser musik, acara gaming, atau presentasi korporat. Berbeda dengan sistem berbasis proyektor konvensional yang bisa mengalami penurunan kecerahan atau kualitas gambar tergantung ukuran layar atau posisi duduk penonton, layar LED Onyx menawarkan kecerahan dan kualitas gambar yang konsisten. Kompatibilitasnya dengan server media Dolby dan GDC juga memastikan manajemen teater yang lebih efisien dan mulus. Semua fitur ini bekerja bersama untuk memberikan pengalaman audio-visual yang tak tertandingi.

Onyx: Jejak Global di Panggung Sinema Premium

Sejak meluncurkan lini Onyx terbaru (model ICD) tahun lalu, Samsung telah memperluas jejaknya di ranah sinema premium melalui adopsi yang terus meningkat dari para pemilik teater dan instalasi berskala besar. Salah satu contoh teranyar adalah Pathé Dar Essalam di Rabat, Maroko. Di sana, Onyx terbaru terpasang sebagai bagian dari kompleks sinema premium yang baru dikembangkan di distrik mewah kota tersebut. Fasilitas ini, yang dirancang bersama dengan kantor pusat Pathé, diposisikan sebagai destinasi unggulan yang setara dengan Pathé Palace di Paris. Keempat auditorium di sana dilengkapi dengan layar Onyx dalam konfigurasi 10 meter, 5 meter, dan model 6.4 meter yang diskalakan. Dengan total 12 layar Onyx, termasuk empat layar Onyx terbaru, Pathé kini mengoperasikan lebih banyak layar Onyx daripada perusahaan bioskop mana pun di Eropa. Ini bukan sekadar jumlah, tapi bukti nyata penerimaan pasar terhadap teknologi ini.

Momentum Samsung dengan lini Onyx terbaru juga merambah ke Amerika Serikat. Pada Desember 2025, Trilith Cinemas di Fayetteville, Georgia, menjadi bioskop pertama di AS yang memutar generasi terbaru layar sinema LED Samsung Onyx. Mereka memasangnya di 5 auditorium. Terletak di salah satu komunitas produksi film paling aktif di negara itu, teater ini menawarkan pengalaman yang setara dengan skala, detail visual, dan niat kreatif dari proses produksi itu sendiri. Bo Chambliss, President of Georgia Theatre Company, menyuarakan pandangannya, "Masa depan penayangan film didorong oleh inovasi yang meningkatkan cara audiens mengalami film." Kemitraan dengan Samsung untuk menghadirkan Onyx Cinema LED terbaru ke GTC Trilith Cinemas dianggap sebagai langkah maju yang signifikan. Dengan kecerahan, kontras, dan akurasi warna yang luar biasa, Onyx menetapkan standar baru untuk kinerja gambar, sambil tetap setia pada visi pembuat film. Keandalannya memungkinkan mereka untuk memberikan pengalaman premium yang konsisten bagi para tamu—cocok sekali untuk lokasi yang sangat terhubung dengan komunitas kreatif.

Para peserta di CinemaCon 2026 punya kesempatan emas untuk mempelajari lebih lanjut tentang inovasi sinema terbaru dari Samsung. Booth Samsung di Roman Ballroom 1 & 2, Caesars Palace, Las Vegas, akan memamerkan layar sinema LED Onyx terbaru, glasses-free 3D Spatial Signage, dan layar signage digital 115 inci. CinemaCon, yang berlangsung dari 13-16 April, merupakan konvensi resmi Cinema United dan pertemuan tahunan terbesar industri teater film. Ini adalah panggung yang sempurna untuk menunjukkan bagaimana teknologi layar LED mengubah lanskap hiburan bioskop.

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.