Musik

Robert Plant Akui Ketidaktahuan, Absen dari Acara Back To The Beginning: Dunia Itu Asing Baginya

Robert Plant Akui Ketidaktahuan, Absen dari Acara Back To The Beginning: Dunia Itu Asing Baginya
Robert Plant Akui Ketidaktahuan, Absen dari Acara Back To The Beginning: Dunia Itu Asing Baginya

Gimana rasanya jadi legenda rock yang diundang tampil di konser super penting, tapi malah nolak mentah-mentah? Mungkin itu yang lagi dirasain sama Robert Plant, frontman ikonik dari Led Zeppelin. Tapi tenang, bukan karena lagi ngambek atau ada drama internal kok. Alasan doi ternyata lebih chill dan relateable dari yang kita bayangin.

Dunia musik memang penuh kejutan. Kita seringkali melihat kolaborasi epik dan reuni yang bikin histeris. Tapi, ada juga momen ketika seorang legenda memilih jalan yang berbeda, meninggalkan hiruk pikuk dunia rock and roll demi eksplorasi musikal yang lebih personal. Ini bukan soal sombong, tapi lebih ke soal passion dan authenticity.

Robert Plant Menolak Tawaran Tony Iommi? Why Oh Why?

Beberapa waktu lalu, Villa Park jadi saksi bisu konser "Back To The Beginning" yang dihadiri hampir semua tokoh penting di dunia metal dan hard rock. Tapi, satu nama besar yang absen adalah Led Zeppelin. Usut punya usut, Robert Plant ternyata diundang langsung oleh Tony Iommi, gitaris legendaris Black Sabbath. Tapi, jawaban Plant cukup mengejutkan: "Tony, I’d love to come, but I can’t come.” Simple tapi ngena!

Lantas, apa yang membuat Plant menolak tawaran emas itu? Bukan karena doi lebih milih nongkrong sama Peter Gabriel atau Youssou N’Dour, tapi karena Plant merasa lebih connect dengan dunia musik yang sedang dieksplorasinya saat ini. Dunia yang "begitu kaya", katanya. Sebuah pengakuan jujur yang menunjukkan betapa Plant sangat menghargai proses kreatifnya.

Bukan Anti Hard Rock, Cuma Lagi Nggak Sreg Aja!

Perlu dicatat, Plant nggak punya masalah sama hard rock. Hanya saja, beberapa dekade terakhir, karya solonya lebih dipengaruhi oleh folk, world music, dan country. Bahkan, band terbarunya, Saving Grace, lebih banyak membawakan lagu-lagu tradisional atau aransemen modern dari lagu-lagu tersebut. Jadi, bisa dibilang, hard rock bukan lagi cup of tea-nya saat ini. Musik itu kan soal selera, guys!

Meskipun kadang-kadang mereka membawakan versi akustik lagu-lagu Zeppelin di panggung, Plant menekankan bahwa mereka harus "berhati-hati agar tetap lebih dekat dengan Bert Jansch daripada Axl Rose." Sebuah pernyataan yang cukup jelas menggambarkan arah musik yang ingin dia tuju. Stairway To Heaven dijamin nggak bakal ada di setlist mereka.

"Stairway To Heaven"? Udah Deh, Move On!

Plant punya pandangan yang cukup unik tentang lagu iconic seperti "Stairway To Heaven". Baginya, lagu itu sudah menjadi terlalu besar dan overrated. "Ketika orang bilang aku nggak suka 'Stairway To Heaven', aku cuma nggak suka ide-nya," jelas Plant. Dia lebih memilih orang-orang untuk menggali lagu-lagu Zeppelin lainnya yang menurutnya lebih underrated, seperti "For Your Life" atau "Achilles' Last Stand". Lagu-lagu yang menunjukkan betapa luar biasanya Zeppelin sebagai sebuah band.

Reuni Zeppelin? Nggak Dulu Deh!

Ide untuk menyatukan kembali Zeppelin untuk satu pertunjukan terakhir juga nggak menarik bagi Plant. Baginya, reuni "hanya demi reuni" bukanlah semangat yang diusung Zeppelin dulu. Begitu juga dengan tampil membawakan lagu-lagu lawas Zeppelin di stadion-stadion besar. Plant lebih suka dengan suasana intimate dan kebebasan untuk bereksperimen.

Mencari Kebebasan di Panggung Kecil

"Gigs (baru) ini cukup kecil sehingga kalau nggak ada yang mau datang, itu bukan akhir dari dunia," katanya. Sikap laissez-faire dan santai ini, menurutnya, memberikan kebebasan untuk bereksperimen dan bersenang-senang, daripada harus tampil di stadion megah dengan lagu-lagu yang itu-itu aja. Ini tentang passion dan authenticity, bukan sekadar nostalgia.

Album Baru Robert Plant: Saving Grace

Buat kalian yang penasaran dengan arah musik Robert Plant saat ini, album self-titled Saving Grace bakal dirilis pada 26 September mendatang. Siap-siap untuk mendengarkan suara Plant yang lebih mellow dan folksy, jauh dari gemuruh hard rock Zeppelin. Sebuah evolusi musikal yang patut diapresiasi.

Led Zeppelin: Lebih dari Sekadar "Stairway To Heaven"

Penting untuk diingat bahwa Led Zeppelin adalah band yang jauh lebih kompleks dan beragam daripada hanya "Stairway To Heaven". Plant sendiri mengakui bahwa banyak orang melewatkan karya-karya terbaik Zeppelin yang lain. Ini jadi reminder buat kita semua untuk selalu terbuka dengan eksplorasi musik dan nggak terpaku pada satu lagu atau album saja.

Robert Plant: Legenda dengan Selera Musik yang Berkembang

Robert Plant adalah contoh nyata seorang legenda yang nggak takut untuk keluar dari zona nyaman dan terus bereksplorasi secara musikal. Dia menolak tawaran tampil di konser besar bukan karena sombong, tapi karena dia punya visi yang jelas tentang arah musik yang ingin dia tuju. Sebuah inspirasi bagi kita semua untuk selalu mengikuti passion dan menjadi diri sendiri.

Pesan Penting: Follow Your Passion!

Kisah Robert Plant ini bisa jadi reminder buat kita semua, terutama Gen Z dan Millennials. Jangan takut untuk menolak sesuatu yang nggak sesuai dengan passion kita, meskipun itu adalah tawaran yang menggiurkan. Ikuti kata hati dan fokus pada apa yang benar-benar membuat kita excited. Siapa tahu, dengan begitu, kita bisa menemukan passion sejati kita dan menciptakan karya yang lebih bermakna.

Pada akhirnya, keputusan Robert Plant untuk menolak tawaran Tony Iommi adalah sebuah pilihan yang berani dan authentic. Ini adalah pengingat bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang popularitas dan uang, tapi juga tentang mengikuti passion dan tetap setia pada diri sendiri. Jadi, guys, keep exploring your musical taste dan jangan takut untuk menjadi berbeda!

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.