Dunia radio, oh dunia radio. Dulu, sebelum podcast dan streaming merajalela, radio adalah raja di jagat hiburan audio. Tapi jangan salah, meski sekarang banyak yang bilang radio itu kuno, ternyata masih ada stasiun radio yang diam-diam mencuri perhatian. Ibarat karakter underrated di game RPG, mereka ini muncul sebagai kuda hitam yang siap bikin kejutan.
Radio Coast: Dari Musik yang Bikin Ngantuk Jadi Primadona?
Bayangkan begini, Anda lagi nyantai di rumah, terus iseng putar radio. Eh, ternyata ada stasiun radio yang musiknya asik, bikin semangat, dan jauh dari kesan "radio jadul". Itulah yang terjadi dengan Coast. Setelah berbenah diri dan melakukan makeover musik besar-besaran, stasiun radio ini berhasil mencatat kenaikan pangsa pendengar nasional yang cukup signifikan, naik 0,9 poin menjadi 5,4.
Fenomena ini seperti noob yang tiba-tiba jago main Mobile Legends. Semua orang bertanya-tanya, "Kok bisa?" Padahal, beberapa bulan lalu, Coast mungkin hanya jadi pilihan terakhir saat semua playlist Spotify sudah habis diputar. Tapi kini, mereka hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan relevan.
Tentu saja, Coast tidak sendirian. Stasiun radio Magic/Breeze Classic juga menikmati kenaikan, meski tidak sebesar Coast. Mereka naik 0,4 poin menjadi pangsa 6,8. Ini membuktikan bahwa selera pendengar radio itu unik dan beragam. Ada yang suka musik kekinian, ada juga yang tetap setia dengan lagu-lagu klasik.
ZM dan More FM: Ketika yang Populer Juga Bisa Terpeleset
Di tengah hiruk pikuk persaingan radio, ada juga yang harus menelan pil pahit. ZM dan More FM, dua stasiun radio yang cukup populer, justru mengalami penurunan pangsa pendengar. ZM turun 0,6 poin, sementara More FM turun 0,4 poin. Ibarat pemain pro yang tiba-tiba kalah sama cheater, penurunan ini tentu jadi pukulan telak.
Tapi jangan salah, dunia radio itu dinamis. Apa yang populer hari ini, belum tentu populer esok hari. Perubahan selera pendengar, munculnya platform audio baru, dan strategi marketing yang kurang tepat bisa jadi penyebabnya. ZM dan More FM harus segera berbenah diri jika tidak ingin semakin tertinggal.
RNZ: Sang Penantang yang Misterius
Yang menarik, ada satu pemain yang sepak terjangnya selalu dinantikan, yaitu RNZ (Radio New Zealand). Rating RNZ dirilis terpisah dari jaringan komersial lainnya. Ini seperti karakter rahasia di game fighting yang hanya bisa dibuka dengan kode khusus. Banyak yang penasaran, sejauh mana RNZ mampu bersaing dengan stasiun radio komersial lainnya.
ZB: Tetap Jadi Raja, Tapi...
Dalam hal audiens kumulatif, hampir semua stasiun radio mengalami penurunan. ZB (Newstalk ZB) menjadi satu-satunya stasiun yang mampu mempertahankan audiens di atas 600.000, yaitu 603.600 pendengar. Namun, angka ini tetap menunjukkan penurunan sebanyak 16.400 pendengar. Ini seperti raja yang mulai kehilangan sebagian kekuasaannya.
The Breeze sendiri memiliki 547.900 pendengar, turun dari 558.400. Penurunan ini memang tidak terlalu signifikan, tapi tetap menjadi sinyal bahwa persaingan di dunia radio semakin ketat.
Persaingan Sengit di Jam Sarapan
Jam sarapan adalah waktu yang krusial bagi stasiun radio. Di jam ini, orang-orang biasanya mencari informasi dan hiburan untuk menemani mereka memulai hari. Hosking, salah satu penyiar radio paling populer di New Zealand, memiliki 424.300 pendengar nasional di jam sarapan. Angka ini sedikit menurun dari survei sebelumnya yang mencapai 433.400.
Di posisi kedua, ada The Breeze dengan 287.500 pendengar nasional di jam sarapan, naik dari 272.200. Ini menunjukkan bahwa The Breeze semakin populer di kalangan pendengar radio, terutama di jam-jam sibuk.
Matt Heath dan Tyler Adams: Duo Maut yang Bikin Kejutan
Salah satu penampilan yang paling mencolok datang dari duo Matt Heath dan Tyler Adams di ZB. Acara siang mereka berhasil mencatat kenaikan 2,6 poin di Auckland, menjadi pangsa 10,9. Mereka juga naik dari posisi ketiga ke posisi kedua. Kini, mereka semakin mendekati The Breeze yang stabil di pangsa 11,7. Secara nasional, duo ini naik 0,7 poin.
Keberhasilan Matt Heath dan Tyler Adams membuktikan bahwa konten yang segar, relevan, dan menghibur bisa menarik perhatian pendengar radio. Mereka seperti easter egg di game yang bikin pemain merasa senang dan dihargai.
iHeartCountry: Pendatang Baru yang Menjanjikan
NZME (New Zealand Media and Entertainment) juga meluncurkan stasiun radio baru bernama iHeartCountry. Stasiun radio ini berhasil debut dengan 40.200 pendengar mingguan di Auckland, Wellington, dan Christchurch. Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi stasiun radio baru untuk berkembang, asalkan mereka mampu menawarkan konten yang unik dan menarik.
Radio Tetap Relevan di Era Digital
Di tengah gempuran platform audio digital, radio tetap menunjukkan ketangguhannya. CEO The Radio Bureau, Alistair Jamison, mengatakan bahwa audiens radio linear terus menunjukkan ketahanan. Ketika digabungkan dengan audiens inkremental dari platform digital, audio menawarkan pengiklan audiens yang kuat dan hemat biaya.
CEO MediaWorks, Wendy Palmer, juga menambahkan bahwa audio terus memberikan hasil yang kuat. Pada tahun 2025, audio menjangkau rata-rata 3,410 juta warga New Zealand setiap minggunya.
CEO NZME, Michael Boggs, menambahkan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang kuat bagi radio terestrial dan audio digital. Investasi dan peningkatan platform lokal yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan audiens digital dan dukungan pengiklan di tahun 2026.
Jadi, jangan remehkan kekuatan radio. Meski terlihat kuno, radio tetap memiliki daya tarik tersendiri. Dengan konten yang segar, relevan, dan menghibur, radio bisa terus bersaing di era digital yang semakin kompetitif. Ibarat karakter old school di game fighting, radio punya jurus pamungkas yang siap bikin kejutan.



