Sepuluh tahun sejak dunia kehilangan Pangeran, tapi hei, setidaknya ada lagu baru dari lemari arsipnya yang membuat kita semua meneteskan air mata—entah karena haru atau karena harus mendengarkan lagu yang tertunda rilisnya begitu lama. Siapa sangka, di ulang tahun kesepuluh kepergian sang legenda, The Prince Estate seolah berkata, "Masih ada stok lagu yang belum dimainkan, jadi mari kita buat konser nostalgia mini." Dan inilah dia, ‘With This Tear,’ sebuah karya yang konon ditulis Pangeran untuk Céline Dion di tahun 1991, kini hadir bukan sebagai demo, melainkan sebagai rilisan resmi yang bikin para penggemar bernostalgia sambil memeriksa dompet, siapa tahu ada sisa koin untuk beli rilisan fisik.
Rilisan ini bukan sekadar penambahan daftar lagu Pangeran yang sudah absurd banyaknya. Ini adalah pengingat halus—atau mungkin juga teriakan—tentang betapa produktifnya sang musisi jenius itu. Di saat para artis lain sibuk membuat album setiap beberapa tahun, Pangeran tampaknya punya tim hantu yang terus-menerus menciptakan materi baru di ruang kerjanya yang misterius itu. ‘With This Tear’ sendiri, menurut penuturan beberapa sumber, adalah bukti betapa Pangeran bisa menulis lagu yang lebih cocok untuk diva pop daripada untuk dirinya sendiri, sebuah lompatan artistik yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang punya jadwal rekaman lebih padat daripada daftar belanja mingguan.
Peristiwa ini juga menandai perayaan 10 tahun kepergian Pangeran, sebuah momen yang sepertinya dimanfaatkan The Prince Estate untuk terus menjaga warisan sang seniman tetap hidup, sekaligus tentunya, menjaga arus kas tetap lancar. Rilisan-rilisan arsip seperti ini memang menjadi cara ampuh untuk mempertahankan relevansi Pangeran di telinga generasi baru, yang mungkin hanya mengenal Pangeran dari meme atau playlist Spotify orang tua mereka. Ini adalah strategi yang cerdas, mengubah kesedihan menjadi aliran pendapatan yang tak ada habisnya, sebuah trik yang mungkin juga dipelajari Pangeran dari manajemennya di masa lalu, atau mungkin ia menciptakannya sendiri di sela-sela membuat beat.
Sang Raja Kembali Menguasai Chart, Tanpa Kematian Menjadi Penghalang
‘With This Tear’ bukan sekadar penemuan dari brankas tua. Lagu ini adalah sebuah artefak musik yang membawa kita kembali ke era ketika Pangeran adalah satu-satunya raja yang memerintah dunia musik pop dan funk. Menariknya, Pangeran bahkan sempat menawarkannya kepada Céline Dion untuk dibawakan di albumnya tahun 1993. Bayangkan saja, lagu Pangeran dengan vokal Céline Dion. Sebuah kolaborasi yang tak pernah terwujud, namun kini justru muncul dalam versi aslinya, seolah Pangeran ingin berkata, "Ini milikku, tapi kalian boleh menikmatinya sekarang." Ini seperti menemukan lukisan langka yang tadinya akan dijual ke kolektor kaya, tapi akhirnya dipajang gratis di museum untuk dinikmati semua orang.
Kehadiran ‘With This Tear’ juga memicu perdebatan halus di kalangan penggemar setia: apakah Pangeran sengaja menyimpannya karena merasa tidak cukup 'Pangeran'? Atau justru karena ia tahu bahwa suatu hari nanti, rilisan ini akan menjadi sebuah headline besar, sepuluh tahun setelah ia tiada? Apapun alasannya, lagu ini berhasil mengobati kerinduan, sekaligus menimbulkan pertanyaan baru tentang betapa banyaknya harta karun musik yang mungkin masih terpendam di studio rekamannya yang legendaris. Bisa jadi ada lagu Pangeran yang ditujukan untuk Michael Jackson, atau duet Pangeran dengan Freddie Mercury yang belum pernah kita dengar.
The Prince Estate tampaknya sangat mahir dalam mengelola katalog Pangeran yang begitu luas. Setiap rilisan baru, entah itu album live, demo, atau lagu yang belum pernah terdengar, selalu disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa daya tarik Pangeran tidak pernah pudar, bahkan setelah satu dekade. Para penggemar tetap haus akan karyanya, seolah ia adalah sumber mata air yang tak pernah kering, di mana setiap tetesannya adalah sebuah mahakarya. Dan ‘With This Tear’ adalah salah satu tetesan yang kembali membasahi dahaga para penikmat musik sejati.
Menariknya lagi, Pangeran menulis lagu ini di era ketika ia mulai bereksperimen dengan berbagai gaya dan kolaborasi. Tawaran lagu untuk Céline Dion adalah bukti fleksibilitas artistiknya yang luar biasa. Ia tidak terpaku pada satu genre, melainkan terus mendorong batas-batas kreatifnya. Kemampuannya untuk menulis lagu yang bisa dibawakan oleh berbagai macam artis, dari rock hingga pop, adalah salah satu alasan mengapa warisannya begitu kuat hingga kini. Ia adalah seorang musisi sejati yang paham betul tentang *craft* dan *songwriting*.
Perayaan Sepuluh Tahun: Lebih dari Sekadar Kenangan
Perayaan 10 tahun kepergian Pangeran ini juga bukan hanya tentang mendengarkan lagu baru. Berbagai acara dan tribut diadakan untuk menghormati kontribusinya terhadap dunia musik. Mulai dari konser spesial hingga pameran memorabilia, semuanya bertujuan untuk menjaga semangat Pangeran tetap menyala. The Prince Estate tampaknya berusaha menciptakan sebuah ekosistem di mana Pangeran tidak hanya dikenang, tetapi juga terus diperbincangkan dan ditemukan oleh generasi baru. Ini adalah strategi cerdas untuk memastikan sang legenda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga relevan di masa kini.
‘With This Tear’ sendiri, ketika didengarkan, memiliki nuansa ballad yang emosional, khas Pangeran dalam mengeksplorasi sisi melankolisnya. Lagu ini menunjukkan kedalaman emosional yang ia miliki, sesuatu yang mungkin seringkali tertutupi oleh citra Pangeran yang flamboyan dan penuh energi di atas panggung. Rilisan ini memberikan kesempatan bagi pendengar untuk melihat sisi lain dari Pangeran, sisi yang lebih introspektif dan mungkin lebih rapuh. Sebuah pengingat bahwa di balik semua gemerlap dan kejeniusan, ada manusia yang juga merasakan kesedihan dan kerinduan.
Tawaran lagu ini kepada Céline Dion juga menimbulkan spekulasi menarik tentang bagaimana musik Pangeran bisa beradaptasi dengan suara artis lain. Bayangkan saja jika lagu ini benar-benar dibawakan oleh Céline Dion; mungkin kita akan mendapatkan sebuah lagu hit global yang berbeda. Namun, kehadiran versi Pangeran sendiri memberikan perspektif unik tentang bagaimana ia melihat lagu tersebut, bagaimana ia akan membawakannya, dan nuansa apa yang ingin ia tonjolkan. Ini adalah sebuah *masterclass* dalam interpretasi lagu, bahkan ketika lagu itu tidak dimaksudkan untuk dibawakan oleh penciptanya sendiri.
Intinya, ‘With This Tear’ bukan hanya sekadar lagu dari masa lalu yang dirilis ulang. Ini adalah sebuah potongan puzzle dalam narasi Pangeran yang terus berkembang. Ini adalah bukti ketekunan The Prince Estate dalam menggali arsip, dan tentu saja, bukti tak terbantahkan akan kejeniusan Pangeran yang tak lekang oleh waktu. Sepuluh tahun setelah kepergiannya, warisannya terus hidup, bahkan melalui nada-nada yang dulu hanya tersimpan dalam rekaman demo. Dan ketika nada-nada itu kembali terdengar, dunia musik seakan kembali bergetar oleh kehadiran sang Pangeran, meskipun hanya melalui gema dari lemari arsipnya.


