Siapa bilang nostalgia itu cuma buat orang tua? Buktinya, Robert Plant aja masih nyindir lagu "Stairway to Heaven" yang udah kayak lagu wajib di tongkrongan. Katanya sih, doi lebih suka lagu-lagu Zeppelin yang *underappreciated*. Nah, daripada kita ikut-ikutan nge-judge selera Plant, mendingan kita bedah tuntas lagu-lagu Led Zeppelin mana aja yang paling sering di-skip sama pendengar zaman sekarang. Siap-siap kaget, karena mungkin aja lagu favoritmu masuk daftar ini!
Led Zeppelin: Antara Legenda dan Tombol *Skip*
Led Zeppelin, band legendaris yang namanya udah kayak jaminan mutu musik rock. Tapi, jujur aja deh, berapa banyak dari kita yang beneran dengerin semua album mereka dari awal sampe akhir? Kebanyakan sih, cuma tahu "Stairway to Heaven" atau "Kashmir" doang. Sisanya? Ya, nasibnya kayak status di Facebook: di-scroll tanpa ampun.
Ironisnya, banyak musisi dan kritikus musik justru menjagokan lagu-lagu *deep cuts* Led Zeppelin sebagai mahakarya yang sebenarnya. Robert Plant sendiri sampai bilang, "Most people have missed some of the best Zeppelin stuff." Waduh, berarti selama ini kita salah fokus, dong?
Fenomena ini sebenernya wajar sih. Di era streaming, kita dimanjakan dengan jutaan lagu yang siap disantap kapan aja. Akibatnya, kesabaran buat mendengarkan satu album utuh jadi barang langka. Belum lagi, algoritma Spotify dan kawan-kawan lebih sering nyodorin lagu-lagu populer yang itu-itu lagi. Jadi, ya, lagu-lagu *underrated* pun terlupakan.
Tapi, bukan berarti lagu-lagu yang sering di-skip itu jelek, lho. Bisa jadi, selera kita aja yang belum nyampe. Atau, mungkin juga, lagu-lagu itu terlalu "berat" buat didengerin sambil nyantai. Yang jelas, setiap lagu punya cerita dan alasan kenapa diciptakan. Jadi, sayang banget kalo cuma di-skip tanpa pernah dikasih kesempatan.
'Led Zeppelin' (1969): Bukan Cuma "Good Times Bad Times"
Album debut Led Zeppelin ini emang langsung melejitkan nama mereka. "Good Times Bad Times" jadi lagu pembuka yang nendang banget. Tapi, jangan lupakan "Black Mountain Side", lagu instrumental yang terinspirasi dari musik Arabic. Jimmy Page bahkan ngaku kalo lagu ini yang bikin dia tertarik buat menjelajahi Maroko bareng Robert Plant.
Mungkin karena instrumental, "Black Mountain Side" jadi kurang populer di kalangan pendengar kasual. Padahal, lagu ini punya atmosfer yang unik dan menunjukkan eksplorasi musik Led Zeppelin yang nggak main-main. Bayangin aja, di tengah gempuran musik rock n roll, mereka berani nyelipin elemen musik tradisional Maroko. Keren, kan?
'Led Zeppelin II' (1969): Kasihan si "Moby Dick"
"Whole Lotta Love" emang anthem sejuta umat. Tapi, "Moby Dick" jangan dilupakan, dong! Lagu ini isinya cuma solo drum John Bonham. Iya, cuma solo drum. Tapi, solo drum yang *legendary*! Jimmy Page sendiri bilang kalo Bonham itu tulang punggung Led Zeppelin. Kalo nggak ada Bonham, mungkin nggak ada Led Zeppelin yang kita kenal sekarang.
Mungkin karena durasinya yang lumayan panjang dan isinya cuma gebukan drum, "Moby Dick" sering jadi korban tombol *skip*. Padahal, lagu ini nunjukkin betapa Bonham adalah drummer jenius yang nggak cuma jago gebuk-gebuk doang, tapi juga punya *sense* musik yang tinggi. Coba deh dengerin sekali lagi, siapa tahu kamu jadi pengen ikutan nge-drum.
'Led Zeppelin III' (1970): "Hats Off to (Roy) Harper", Siapa Tuh?
"Immigrant Song" udah kayak lagu kebangsaan para viking. Tapi, "Hats Off to (Roy) Harper" seringkali terabaikan. Roy Harper itu musisi folk rock Inggris yang ngasih pengaruh besar buat Led Zeppelin. Saking ngefansnya, mereka sampe bikin lagu khusus buat Harper. Tapi, Harper sendiri kaget pas tahu ada lagu yang didedikasikan buat dia.
Biasanya, lagu terakhir di album emang seringkali kurang diperhatiin. Apalagi, "Hats Off to (Roy) Harper" punya gaya yang eksperimental dan nggak biasa. Tapi, justru di situlah letak keunikannya. Lagu ini nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak cuma jago bikin lagu-lagu *rock anthems*, tapi juga berani bereksperimen dengan berbagai genre musik.
'Led Zeppelin IV' (1971): "Stairway to Heaven" vs. "Four Sticks"
Nggak usah ditanya lagi, "Stairway to Heaven" adalah lagu Led Zeppelin yang paling populer sejagat raya. Tapi, "Four Sticks" jangan dianggurin, dong! Lagu ini emang agak aneh sih, dengan campuran *time signatures* yang bikin pusing. Bonham terinspirasi bikin drum part buat lagu ini setelah ngeliat Ginger Baker (Cream) adu drum sama Elvin Jones (John Coltrane).
"Four Sticks" mungkin terlalu kompleks buat sebagian pendengar. Tapi, di situlah letak tantangannya. Lagu ini nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak takut buat keluar dari zona nyaman dan bikin musik yang *challenging*. Bonham bahkan sampe harus pake empat stik drum buat mainin lagu ini. Totalitas banget, kan?
'Houses of the Holy' (1973): Maafkan Kami, "The Crunge"
"D'yer Mak'er" emang lagu yang asik buat joged-joged. Tapi, "The Crunge" justru dicap jelek sama *Rolling Stone*. Mereka bilang lagu ini niru James Brown dan liriknya idiot banget. Waduh, pedes banget, ya?
Tapi, justru karena dicap jelek itulah "The Crunge" jadi unik. Lagu ini nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak selalu serius dan bisa juga bikin lagu yang *fun* dan konyol. Mungkin selera humor kritikus *Rolling Stone* aja yang nggak nyambung sama selera humornya Led Zeppelin.
'Physical Graffiti' (1975): "Sick Again" yang Kontroversial
"Kashmir" udah kayak soundtrack film epik. Tapi, "Sick Again" punya lirik yang kontroversial karena nyeritain tentang cewek-cewek remaja. Robert Plant sendiri ngaku kalo dia ngerasa kasihan sama cewek-cewek itu. Tapi, tetep aja, liriknya bikin sebagian orang nggak nyaman.
Wajar sih kalo banyak yang nge-skip lagu ini. Selain liriknya yang kontroversial, "Sick Again" juga punya *vibe* yang agak *dark* dan suram. Tapi, lagu ini nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak takut buat ngangkat tema-tema yang tabu dan bikin pendengarnya mikir.
'Presence' (1976): "Candy Store Rock" yang Terlupakan
"Nobody's Fault But Mine" emang lagu blues yang nendang banget. Tapi, "Candy Store Rock" jarang banget dimainin *live* sama Led Zeppelin. Plant bahkan nyanyiin lagu ini dari kursi roda karena lagi pemulihan pasca kecelakaan.
Mungkin karena jarang dimainin *live*, "Candy Store Rock" jadi kurang populer di kalangan fans. Padahal, lagu ini punya *groove* yang asik dan nunjukkin sisi *rock n roll* Led Zeppelin yang nggak banyak dieksplor. Plant juga tetep totalitas nyanyi meskipun lagi sakit. Salut!
'In Through the Out Door' (1979): "Carouselambra" yang Kepanjangan
"All My Love" emang lagu yang romantis dan bikin baper. Tapi, "Carouselambra" durasinya 10 menit lebih dan isinya agak repetitif. Mungkin itu yang bikin banyak orang nge-skip lagu ini.
"Carouselambra" emang bukan lagu yang gampang dicerna. Selain durasinya yang panjang, lagu ini juga punya banyak bagian yang eksperimental dan aneh. Tapi, justru di situlah letak keunikannya. Lagu ini nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak pernah puas dengan formula yang udah ada dan selalu berusaha buat bikin sesuatu yang baru.
'Coda' (1982): Selamat Tinggal, "Walter's Walk"
"We're Gonna Groove" emang lagu yang asik buat penutup album. Tapi, "Walter's Walk" cuma lagu sisaan dari era 'Houses of the Holy' yang baru ditambahin vokal dan gitar di tahun 1981.
"Walter's Walk" mungkin nggak se-istimewa lagu-lagu Led Zeppelin lainnya. Tapi, lagu ini tetep punya nilai sejarah karena jadi salah satu lagu terakhir yang direkam sama band legendaris ini. Lagu ini juga nunjukkin kalo Led Zeppelin nggak pernah buang-buang materi dan selalu berusaha buat manfaatin semua ide yang ada.
Jadi, gimana? Udah siap buat ngasih kesempatan kedua buat lagu-lagu Led Zeppelin yang sering di-skip? Siapa tahu, kamu justru nemuin permata tersembunyi yang selama ini kamu lewatkan. Inget, selera musik itu personal. Nggak ada yang salah atau benar. Yang penting, nikmatin aja musiknya!



