Empat tahun lamanya sejak Santa Monica Studios merilis God of War Ragnarok, dan sejak itu pula keheningan menyelimuti studio tersebut perihal proyek masa depan. Spekulasi liar mulai beredar, mengarahkan kabar angin bahwa studio legendaris ini tengah menggarap entri baru dalam franchise epik tersebut, namun bukan Kratos yang menjadi sorotan. Konon, sebuah spinoff akan lahir, menempatkan Faye, sang mendiang istri sang dewa perang, sebagai protagonis utama. Rumor ini kian membesar, seiring dengan munculnya berbagai petunjuk baru yang makin menguatkan dugaan tersebut, bahkan terdeteksi oleh mata tajam tim di MP1st.
Desas-desus mengenai spinoff God of War ini memang semakin santer terdengar. Laporan awal dari FandomWire pada tahun 2023 sempat mengindikasikan bahwa gim ini akan menampilkan dua karakter utama, tanpa Kratos sebagai fokus, meskipun sang ayah dari Atreus ini diduga masih akan muncul dalam porsi tertentu. Namun, sang penulis laporan kemudian mengoreksi informasi tersebut melalui komentar di Reddit. Klarifikasi ini mengemukakan bahwa gim prequel tersebut sejatinya akan berpusat pada Faye, alih-alih Freya seperti yang awalnya diduga, dan Tyr, Dewa Perang bangsa Nordik.
Lebih jauh lagi, bocoran tersebut menyebutkan bahwa pemain akan ditemani oleh sebuah entitas tak lazim berwujud "kubus gelatin". Tak hanya itu, sebuah pedang berbicara pun digadang-gadang akan turut serta dalam petualangan ini, dengan identitas yang mengejutkan: Merlin. Ya, legenda penyihir Arthurian tersebut disebut-sebut akan hadir dalam narasi God of War, sebuah elemen yang tentu saja mengundang alis terangkat karena keunikannya.
Prequel ini juga dilaporkan akan menjelajahi berbagai mitologi yang lebih luas, termasuk kepercayaan Maya dan lainnya. Hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat God of War edisi 2018 telah memperkenalkan pemain pada kekayaan mitologi Nordik. Namun, yang paling menarik perhatian adalah konfirmasi dari tim MP1st sendiri bahwa mitologi Asia Timur akan menjadi bagian integral dari gim ini. Elemen dari kepercayaan Tiongkok dan Jepang diprediksi akan hadir, meskipun pengembang gim selalu memiliki ruang untuk perubahan di tengah proses produksi. Tetap saja, ekspektasi kehadiran unsur-unsur ini dalam versi finalnya cukup tinggi.
Sang Putri Tampak, Sang Ayah Ngumpet?
Semakin banyak informasi yang beredar, kian membingungkan pula arah pengembangan gim God of War berikutnya. Kehadiran Faye sebagai protagonis tentu saja membuka dimensi naratif yang sama sekali baru. Selama ini, fokus utama seri ini selalu pada Kratos, sang dewa perang yang murka, dengan putranya, Atreus, sebagai pendamping setia. Menggeser pusat gravitasi narasi ke Faye, yang kematiannya menjadi salah satu pendorong utama motivasi Kratos di God of War 2018, menawarkan peluang untuk mengeksplorasi latar belakang dan kisah hidupnya yang selama ini hanya disentuh sekilas.
Bayangkan sebuah narasi yang menggali lebih dalam masa lalu Faye, mungkin perjalanannya sebelum bertemu Kratos, atau bahkan kehidupan awalnya yang penuh misteri. Ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengembangkan karakter yang selama ini hanya berperan sebagai plot device. Penggemar telah lama penasaran dengan sosoknya, dan sebuah gim spinoff yang berfokus padanya bisa menjawab banyak pertanyaan yang selama ini menggantung.
Namun, pertanyaan yang lebih besar adalah: bagaimana Kratos akan dihadirkan? Laporan awal menyebutkan bahwa sang Spartan hero tetap akan membuat kemunculan, meskipun bukan sebagai protagonis. Apakah kehadirannya hanya sekadar cameo nostalgia, ataukah ia memiliki peran yang lebih substansial dalam cerita Faye? Mengingat temperamen dan sejarahnya, Kratos yang bukan sebagai fokus utama bisa menjadi sumber konflik menarik, atau justru sebaliknya, menjadi sosok pelindung yang tak terduga.
Ambisinya Melampaui Sembilan Alam
Selain potensi naratif yang ditawarkan oleh karakter Faye, perluasan mitologi juga menjadi poin krusial. God of War selalu unggul dalam mengolah mitologi dunia nyata menjadi latar belakang cerita yang memukau. Dari Yunani kuno yang penuh tragedi, ke dunia Nordik yang brutal dan penuh kisah para dewa, ekspansi ke mitologi Maya dan Asia Timur menandakan ambisi studio untuk terus mendorong batas-batas imajinasi.
Integrasi mitologi Maya saja sudah cukup menantang, mengingat kekayaan simbolisme dan kompleksitasnya. Namun, penambahan mitologi Tiongkok dan Jepang membuka cakrawala yang jauh lebih luas lagi. Bayangkan duel epik melawan naga Tiongkok legendaris, atau pertempuran melawan Yokai Jepang yang penuh trik. Potensi visual dan gameplay yang bisa dieksplorasi dari perpaduan ini sungguh tak terbatas.
Kehadiran Merlin sebagai pedang berbicara juga menambah lapisan keunikan yang patut dicermati. Ini bukan sekadar sentuhan fantasi biasa, melainkan sebuah jalinan antara mitologi Arthurian dengan alam semesta God of War yang sudah begitu kaya. Pertanyaannya, bagaimana Merlin akan berinteraksi dengan Faye atau Tyr? Apakah ia akan menjadi penasihat bijak, atau justru sumber kekacauan yang tak terduga? Kemungkinan naratif yang muncul dari perpaduan elemen-elemen ini sungguh menggugah selera.
Tom Henderson, seorang insider terkemuka, sempat mengisyaratkan bahwa pengumuman gim God of War berikutnya, yang diduga kuat adalah spinoff ini, akan segera dilakukan. Pernyataan yang beredar menyebutkan kemungkinan pengumuman di bulan April, seiring dengan gelaran State of Play atau presentasi PlayStation lainnya. Jika ini benar, maka kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan konfirmasi resmi dan detail lebih lanjut mengenai proyek yang begitu dinanti ini.
Namun, seperti halnya semua rumor yang beredar di dunia gaming, sebaiknya ini dicerna dengan sedikit keraguan yang sehat. Industri pengembangan gim sangat dinamis, dan apa yang bocor hari ini bisa saja berubah total esok hari. Terlepas dari itu, antisipasi terhadap sebuah gim God of War baru, apalagi yang menawarkan perspektif segar dengan fokus pada Faye dan kekayaan mitologi yang lebih luas, patut untuk terus dijaga. Era baru bagi franchise ini mungkin sedang dalam persiapan, siap untuk mengguncang kembali dunia gaming.
Kisah Faye, pedang Merlin, dan perpaduan mitologi yang tak terduga ini memang terdengar seperti plot twist yang hanya bisa muncul dari studio sekelas Santa Monica. Jika rumor ini terbukti benar, maka God of War tidak hanya akan melanjutkan tradisi narasi epik dan gameplay brutalnya, tetapi juga berani bereksperimen dengan formula yang telah terbukti sukses. Potensi untuk menghadirkan pengalaman yang segar dan mendalam sangatlah besar. Tentu saja, semua mata kini tertuju pada pengumuman resmi dari Sony, menanti apakah Sang Putri benar-benar akan bangkit dari legenda, membawa serta babak baru yang belum pernah terungkap.



