Game

Gameskraft PHK Massal: Dampak Regulasi dan Skandal CFO Guncang Industri Gaming

Gameskraft PHK Massal: Dampak Regulasi dan Skandal CFO Guncang Industri Gaming
Gameskraft PHK Massal: Dampak Regulasi dan Skandal CFO Guncang Industri Gaming

Dunia gaming lagi nggak baik-baik aja, Gaes. Bayangin aja, lagi asyik-asyiknya nge-rank, eh, malah kena disconnect. Lebih nyesek dari diputusin pacar pas lagi sayang-sayangnya, kan? Nah, kabar buruknya, ini bukan cuma soal sinyal internet yang ambyar, tapi juga soal nasib ratusan karyawan Gameskraft Technologies yang mendadak di-kick dari tim.

Gameskraft: Dari Sultan Jadi Warga Biasa?

Dulu, Gameskraft ini dikenal sebagai salah satu raja di kerajaan real money gaming India. Tapi, semua berubah ketika negara api (baca: regulasi pemerintah) menyerang. Lebih dari 400 karyawan, atau separuh dari total pasukan mereka, terpaksa mengucapkan "GGWP" alias Good Game, Well Played, dan angkat kaki dari kantor. Ini bukan sekadar pengurangan karyawan biasa, tapi lebih mirip wipeout massal di PUBG.

Perusahaan yang berbasis di Bengaluru ini dulunya adalah salah satu startup gaming online yang tumbuh paling cepat di India. Namun, sekarang mereka harus menghadapi kenyataan pahit akibat tindakan keras pemerintah terhadap real money gaming. Undang-undang baru yang melarang atau membatasi game berbasis uang tunai dengan dalih memberantas kecanduan dan risiko finansial, telah menjungkirbalikkan model bisnis beberapa perusahaan terkemuka.

Gameskraft, yang mengoperasikan platform populer yang menawarkan game berbasis keterampilan, mengatakan bahwa perubahan kebijakan tersebut membuat beberapa vertikal intinya tidak layak, sehingga memaksa peninjauan proyek, pengeluaran, dan struktur tim yang sedang berjalan.

Ketika Regulasi Mengguncang Kerajaan Game

Pemerintah memang punya alasan kuat untuk menertibkan real money gaming. Bayangin aja, berapa banyak anak muda yang rela jual ginjal demi top up diamond Mobile Legends? Atau yang rela ngutang sana-sini demi bisa ikut turnamen poker online? Ini bukan lagi soal hiburan, tapi sudah menjurus ke masalah sosial yang serius. Makanya, pemerintah turun tangan untuk menyelamatkan generasi muda dari jurang kebangkrutan.

Namun, di sisi lain, regulasi ini juga bagai pedang bermata dua. Selain membasmi praktik perjudian terselubung, regulasi ini juga mematikan inovasi dan kreativitas di industri game. Banyak developer lokal yang akhirnya gulung tikar karena nggak kuat bersaing dengan game-game impor yang lebih fleksibel. Ibaratnya, mau berantas nyamuk, malah sekalian membakar rumah.

PHK Massal: Antara Bisnis dan Kemanusiaan

Gameskraft bukan satu-satunya korban dari kebijakan ini. Banyak perusahaan real money gaming lain yang juga terpaksa melakukan PHK massal atau bahkan menutup bisnis mereka. Ini adalah pukulan telak bagi industri game India yang sedang berkembang pesat. Tapi, di tengah kabar buruk ini, ada secercah harapan dari Gameskraft.

Meskipun melakukan PHK besar-besaran, Gameskraft menekankan bahwa mereka menerapkan langkah-langkah dukungan karyawan yang komprehensif, menggambarkan transisi tersebut sebagai "dipimpin empati."

Semua karyawan, termasuk yang masih dalam masa percobaan, intern, dan staf kontrak, menerima gaji tiga bulan di muka, sementara semua tawaran pekerjaan yang tertunda dihormati. Karyawan yang terkena dampak diberikan paket keuangan yang mencakup pembayaran ex-gratia satu kali, pesangon yang setara dengan gaji satu bulan per tahun layanan yang telah diselesaikan (hingga tiga bulan), pembayaran pemberitahuan, dan penguasaan cuti hingga 45 hari.

Perusahaan juga memperpanjang asuransi kesehatan kelompok hingga Maret 2026 dan pertanggungan jiwa berjangka hingga dua kali CTC karyawan atau ₹5 crore hingga Juni 2026. Akses ke program kesehatan mental dan kesejahteraan tetap tersedia hingga Mei 2026, dan karyawan wanita yang sedang cuti hamil telah diberikan tambahan enam bulan cuti berbayar.

Selain itu, Gameskraft menawarkan bantuan transisi karir, dukungan penempatan kerja, surat referensi, dan opsi perekrutan kembali prioritas untuk lowongan di masa depan. Perusahaan telah membebaskan semua pemulihan terkait bonus bergabung, biaya relokasi, dan pembelian masa pemberitahuan.

Skandal Prabhu: Ketika CFO Jadi Bandit

Masalah Gameskraft ternyata nggak cuma soal regulasi pemerintah. Ada juga drama internal yang nggak kalah seru, yaitu skandal penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan CFO mereka, Prabhu. Kabarnya, si Prabhu ini berhasil menggasak duit perusahaan sebesar ₹231 crore (sekitar Rp450 miliar) ke rekening pribadinya. Lebih jago dari maling level dewa di game RPG!

Gameskraft mengajukan pengaduan polisi terhadap Prabhu pada bulan September, yang mengarah pada FIR yang didaftarkan oleh Polisi Marathahalli di bawah berbagai ketentuan Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS), termasuk pencurian, pelanggaran kepercayaan kriminal, pemalsuan, dan pemalsuan akun.

Prabhu, 47, seorang akuntan carteran yang bergabung dengan perusahaan pada tahun 2018, diduga mengalihkan sekitar ₹231 crore dari rekening perusahaan ke rekening bank pribadinya antara FY20 dan FY25. Dia konon membuat dokumen investasi palsu dan memanipulasi catatan akuntansi untuk menyamarkan pengalihan sebagai transaksi perusahaan yang sah.

Audit internal kemudian mengonfirmasi kerugian lebih dari ₹250 crore, setelah perdagangan berjangka dan opsi (F&O) spekulatifnya gagal. Prabhu dilaporkan mengaku melakukan pelanggaran dalam email kepada manajemen sebelum menghilang dari kantor Gameskraft di Bengaluru pada Maret 2025. Dia tetap tidak terlacak.

Gameskraft Masih Untung, Tapi...

Laporan keuangan Gameskraft FY25 menunjukkan bahwa perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 12% menjadi ₹3.896 crore, naik dari ₹3.475 crore pada FY24. Namun, laba bersih turun 25% menjadi ₹706 crore karena kerugian luar biasa sebesar ₹270,43 crore yang terkait dengan tindakan Prabhu dan peningkatan kewajiban pajak berdasarkan rezim GST baru.

Meskipun profit masih lumayan, tapi skandal ini jelas mencoreng citra Gameskraft. Ibaratnya, udah menang turnamen, eh, ketahuan pakai cheat. Kan malu-maluin! Skandal ini juga jadi pelajaran berharga buat perusahaan lain untuk lebih hati-hati dalam memilih CFO dan memperketat sistem pengawasan keuangan.

Nasib Industri Game: Game Over atau Continue?

Lalu, bagaimana nasib industri game India ke depannya? Apakah ini pertanda game over, atau masih ada kesempatan untuk continue? Jawabannya tergantung pada kemampuan para developer untuk beradaptasi dengan regulasi baru dan berinovasi menciptakan game yang lebih kreatif dan bertanggung jawab. Pemerintah juga perlu memberikan dukungan dan insentif yang memadai agar industri game bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara. Intinya, semua pihak harus duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik untuk semua.

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.