Game

Evo Moment #37 Terulang: SNK Beri Penghormatan Ikonik di Fatal Fury!

Evo Moment #37 Terulang: SNK Beri Penghormatan Ikonik di Fatal Fury!
Evo Moment #37 Terulang: SNK Beri Penghormatan Ikonik di Fatal Fury!

Evo Moment #37. Dua kata yang bisa bikin gamer veteran mendadak beringas nostalgia, sementara gamer baru cuma bisa bengong kayak lihat tutorial bikin Indomie. Tapi tunggu dulu, sebelum kalian keburu scroll artikel ini sambil misuh-misuh, mari kita bedah kenapa momen ini begitu sakral, bahkan sampai direplikasi di game lain 20 tahun kemudian.

Kenapa Evo Moment #37 Begitu Membekas di Ingatan?

Buat yang belum tahu, Evo Moment #37 adalah momen legendaris di turnamen Street Fighter III: Third Strike pada tahun 2004. Daigo Umehara, dengan karakter Ken-nya, berhasil melakukan parry (menangkis serangan) sempurna terhadap 15 hit Super Art milik Justin Wong (Chun-Li). Setelah itu, Daigo membalas dengan kombo mematikan yang memastikan kemenangan. Momen ini bukan cuma soal skill, tapi juga drama, comeback, dan hype yang meledak-ledak. Ibaratnya, kayak nonton sinetron tapi diperankan sama petarung jalanan.

Kebayang nggak sih, lagi genting-gentingnya, bukannya panik mencet tombol sembarangan, malah bisa menangkis semua serangan dengan timing seakurat jam atom? Ini sama aja kayak lagi ujian matematika, eh, malah bisa ngerjain soal fisika nuklir. Mustahil? Mungkin. Tapi Daigo membuktikan bahwa batas antara manusia dan dewa itu setipis pinggiran kartu ATM.

Yang bikin momen ini makin ikonik adalah atmosfernya. Penonton yang tadinya lesu mendadak jadi rusuh kayak tawuran antar sekolah. Komentator teriak-teriak sampai serak. Dan yang paling penting, momen itu terjadi di panggung Evo, turnamen fighting game terbesar di dunia. Jadi, nggak heran kalau Evo Moment #37 dianggap sebagai salah satu momen terpenting dalam sejarah esports.

Reinkarnasi Sang Legenda di Fatal Fury: City of the Wolves

Nah, sekarang kita sampai di bagian yang menarik. Dengan dirilisnya Chun-Li di Fatal Fury: City of the Wolves, SNK, sang empunya game, nggak mau ketinggalan ikut merayakan keagungan Evo Moment #37. Mereka membuat semacam tribut yang lumayan akurat, menampilkan Ken yang lagi-lagi berhadapan dengan serangan maut Chun-Li.

SNK bahkan nggak tanggung-tanggung memotong-motong adegan dari Street Fighter III: Third Strike dan menyisipkannya ke dalam cuplikan Fatal Fury: City of the Wolves. Hasilnya? Nostalgia bercampur kekinian, kayak makan seblak dicampur caviar. Aneh tapi bikin penasaran.

Just Defend: Parry Ala Fatal Fury

Meskipun Fatal Fury nggak punya sistem parry yang identik dengan Street Fighter III, mereka punya fitur bernama Just Defend. Intinya, kita bisa menangkis serangan musuh dengan timing yang tepat. SNK pun cerdik memanfaatkan fitur ini dan membuat animasi Just Defend Ken mirip dengan animasi parry di Third Strike. Detail kecil yang bikin gamer veteran makin terharu.

Nggak cuma itu, SNK juga menyertakan kostum klasik Ken dan Chun-Li dengan warna putih khas mereka. Jadi, bisa dibilang, semua elemen yang bikin Evo Moment #37 begitu ikonik hadir kembali di Fatal Fury: City of the Wolves. Pertanyaannya, apakah ini cuma kebetulan? Atau memang sudah direncanakan sejak lama?

Ending yang (Sedikit) Berbeda

Dalam video tribut tersebut, kita bisa lihat Ken menggunakan Just Defend untuk menangkis semua serangan Hoyoku-sen milik Chun-Li, persis seperti Daigo dulu. Bedanya, kali ini Ken nggak punya cukup waktu untuk melakukan jump-in. Akhirnya, dia cuma bisa melancarkan kombo sederhana yang diakhiri dengan Shippu Jinrai-kyaku untuk meng-KO Chun-Li. Agak kurang klimaks memang, tapi tetap keren.

Dan tentu saja, nggak afdol rasanya kalau nggak ada komentar dari Justin Wong. Melalui akun Twitter-nya, dia cuma menulis, "Go away…. 😭😭😭😭". Sebuah respon yang jujur dan relatable. Siapa sih yang nggak sakit hati kalau momen ikoniknya direplikasi terus-menerus?

Mengenang Sang Legenda, Belajar dari Masa Lalu

Evo Moment #37 bukan cuma sekadar momen dalam game. Ini adalah simbol dari dedikasi, skill, dan semangat kompetisi yang membara. Ini adalah pengingat bahwa dalam dunia fighting game, semua hal bisa terjadi. Bahkan, hal yang mustahil sekalipun.

Apakah Replikasi Evo Moment #37 Ini Cuma Sekadar Nostalgia?

Tentu saja, ada yang bilang bahwa SNK cuma numpang tenar dengan mereplikasi momen legendaris ini. Tapi, menurut saya, ini lebih dari sekadar itu. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah fighting game. Ini adalah cara untuk memperkenalkan momen ikonik ini kepada generasi gamer yang lebih muda. Dan yang paling penting, ini adalah bukti bahwa Evo Moment #37 akan terus hidup dalam ingatan kita semua.

Jadi, buat kalian yang belum pernah lihat Evo Moment #37, buruan cari videonya di YouTube. Dijamin, setelah lihat, kalian bakal langsung pengen main Street Fighter III: Third Strike. Atau, kalau mau yang lebih kekinian, coba main Fatal Fury: City of the Wolves dan rasakan sendiri sensasi menjadi Daigo Umehara.

Siapa tahu, kalian bisa menciptakan momen legendaris kalian sendiri.

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.