Tech

COROS Pace 4: Kristal Aluminium, Bukan Permata Biasa

COROS Pace 4: Kristal Aluminium, Bukan Permata Biasa
COROS Pace 4: Kristal Aluminium, Bukan Permata Biasa

Siap-siap, kabar teknologi terbaru bertebaran layaknya confetti di pesta perayaan yang agak kelewat meriah. Ada yang baru dari pabrikan wearable device dengan sentuhan premium yang bikin dompet sedikit merengut, ada pula pembaruan fitur di platform kebugaran yang mungkin bikin sebagian orang garuk-garuk kepala. Dan jangan lupakan sihir peluncuran fitur dari platform olahraga virtual yang kabarnya sudah naik level, jauh melampaui batas pemahaman kita tentang kemajuan.

COROS Pace 4 Black Crystal: Lebih Berkilau, Tapi Apakah Lebih Cerdas?

COROS baru saja merilis edisi spesial dari smartwatch Pace 4 mereka, yang mereka juluki "Black Crystal". Jangan tertipu oleh namanya, karena tidak ada kristal safir yang berkilauan di layarnya; itu hanya sentuhan kosmetik yang menambahkan bezel aluminium dan membuat beberapa bagian bodi jam semi-transparan. Harganya naik $30 dari versi standar, sebuah keputusan bisnis yang entah bagaimana bisa diterima jika kita melihat dari sisi estetika yang memang terlihat lebih sangar.

Faktanya, COROS sendiri lebih memilih menyebutnya "Pace 4 Aluminum" di situs resmi mereka, sebuah penamaan yang lebih logis ketimbang "Black Crystal" yang terdengar seperti judul film fiksi ilmiah kelas B. Perubahan ini bukan sekadar ganti warna, melainkan penambahan material yang signifikan, namun sayangnya tidak menyentuh inti performa atau fitur utama jam itu sendiri. Ini seperti mengganti velg mobil sport dengan yang lebih mahal, tapi mesinnya tetap sama.

Yang jadi pertanyaan, apakah penambahan ini sepadan dengan selisih harga? Ditambah lagi, COROS kini memiliki daftar produk yang cukup padat di rentang harga menengah. Pace 4 standar berada di angka $249, lalu Pace 4 Black Crystal ini $279, diikuti Pace Pro seharga $299 (turun dari $349), dan puncaknya NOMAD di $349. Logikanya, jika anggaran mepet antara $279 dan $299, pilihan untuk Pace Pro dengan peta offline terasa lebih masuk akal. Ini adalah contoh jenius dari strategi upselling yang patut diacungi jempol, meskipun bisa membuat konsumen bingung.

Jika memang style bezel aluminium dan strap transparan adalah prioritas utama, maka video dari DesFit bisa jadi referensi. Ia menyajikan detail tampilan jam yang memanjakan mata bagi para penggemar estetika jam tangan.

Garmin Strength Connect+: Kekuatan Analitik atau Sekadar Hiasan Digital?

Selanjutnya, mari kita bedah pembaruan dari Garmin Connect+. Satu tahun lalu, fitur "Performance Dashboards" diperkenalkan, menjanjikan laporan yang lebih bisa disesuaikan. Sayangnya, sebagian besar fitur ini terasa terbatas dan hanya duplikat dari laporan yang sudah ada di Garmin Connect biasa. Penting diingat, dasbor ini hanya bisa diakses melalui situs web Garmin, bukan aplikasi seluler; mengaksesnya lewat aplikasi hanya akan membuka peramban web dan terasa sedikit canggung.

Kini, Garmin menambahkan dasbor baru khusus untuk analitik latihan kekuatan (Strength Performance). Pengguna bisa mengatur berbagai metrik pelaporan dan urutan tampilannya sesuka hati. Secara teknis, penambahan ini mungkin tidak memakan banyak waktu pengembangan bagi Garmin, karena pada dasarnya hanya mendefinisikan ulang data-data yang sudah ada ke dalam format dasbor. Namun, bagi mayoritas pengguna yang tidak terobsesi dengan kustomisasi dasbor desktop untuk latihan kekuatan, fitur ini mungkin hanya akan disambut dengan mengangkat bahu.

Analisis mendalam tentang Connect+ setahun setelah peluncurannya sendiri masih menyisakan tanda tanya. Meskipun beberapa fitur, seperti logging nutrisi, mungkin sangat berharga bagi pengguna ekosistem Garmin yang benar-benar fokus pada diet, bagi pengguna umum, daya tariknya masih belum kuat. Fitur seperti pelacakan LiveTracking via pesan teks bisa jadi menarik bagi sebagian orang, namun secara keseluruhan, bagi penulis, fitur-fitur Connect+ belum menemukan tempat dalam rutinitas harian. Ini kembali lagi pada preferensi personal masing-masing pengguna.

Zwift Level 100+: Terus Mendaki dalam Dunia Virtual

Masih ingat pengumuman Zwift bulan lalu tentang pembaruan besar-besaran, termasuk level yang melampaui 100, rute baru, dan segudang fitur lainnya? Nah, minggu ini, pembaruan tersebut mulai digulirkan. Dukungan untuk level di atas 100 dan tampilan "century stripes" di dalam game sudah bisa dinikmati. Beberapa fitur lain seperti rute baru telah diluncurkan lebih awal, sementara sisanya akan menyusul secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, termasuk konten yang berkaitan dengan Tour de France di bulan Juni.

Detail lengkap mengenai pembaruan ini bisa ditemukan di ZwiftInsider, yang mengupas tuntas aspek-aspek baru ini, termasuk detail teknis yang mungkin terlalu dalam bagi pengguna awam. Selain sistem level baru, pembaruan ini juga membawa peningkatan pada roda dan sasis sepeda virtual, menunjukkan komitmen Zwift untuk terus mengembangkan pengalaman berkendara virtual mereka.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana platform olahraga virtual terus berevolusi, menawarkan kedalaman dan tantangan yang semakin kompleks bagi para penggunanya. Dari peningkatan kosmetik hingga penambahan sistem progresi yang lebih granular, Zwift jelas berusaha menjaga agar para pesepeda virtual tetap termotivasi dan terlibat dalam jangka panjang.

Redaksi Tujuhcahaya

Media house digital independen yang mengeksplorasi jurnalisme investigatif, teknologi, kultur urban, musik, dan dinamika sosial masyarakat modern berpedoman pada standar jurnalisme berkualitas.