Bali dan Para Turis yang (Mungkin) Lupa Cara Naik Motor
Pernah kepikiran nggak, kalau liburan ke Bali itu sebenarnya semacam uji nyali terselubung? Bukan cuma soal mental menghadapi macetnya Canggu atau harga nasi goreng yang bisa bikin kantong bolong. Tapi juga, keahlian mengendarai motor. Ya, motor. Kendaraan roda dua yang seolah jadi passport wajib turis asing buat menjelajah pulau dewata. Tapi, apa yang terjadi kalau yang pegang kendali bukan rider berpengalaman, melainkan … pemula?
Bayangin, baru aja sampai Bali, belum sempat adaptasi sama cuaca, jalanan, apalagi aturan lalu lintas, eh, sudah langsung ngegas motor sewaan. Hasilnya? Kecelakaan, tentu saja. Kejadian terbaru, seorang turis Rusia nyemplung ke laut di Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida, tanggal 2 Maret 2025. Untungnya, dia selamat. Tapi, kok ya bisa-bisanya, sih?
Ceritanya sih, si turis ini datang ke Nusa Penida bareng temennya. Mereka memutuskan buat sewa motor. Pas lagi coba-coba, eh, jebret, gasnya nggak kekontrol dan langsung byur masuk laut. Untungnya lagi, ada warga sekitar yang sigap nolong. Penyelamatan ala film laga, deh. Si turis selamat tanpa luka, lalu melanjutkan perjalanan.
Tapi, coba pikir deh, kalau kejadiannya nggak seberuntung itu? Atau, kalau korbannya bukan cuma turis, tapi juga orang lain? Nggak kebayang, kan? Kejadian ini seolah jadi pengingat, kalau liburan itu bukan cuma soal selfie di pantai atau makan enak di kafe hits. Ada tanggung jawab yang harus diemban.
Jangan Cuma Mikirin Duit, Bos!
Karena makin seringnya turis asing bikin ulah di jalanan Bali, polisi setempat akhirnya bersuara. Unit Binmas Polres Nusa Penida, misalnya, nge-tag pemilik rental motor buat lebih bertanggung jawab. Intinya sih, jangan cuma mikirin duit, tapi juga keselamatan.
"Jangan cuma abaikan keselamatan demi uang," kata Kompol I Wayan Sukadana, sang kepala Unit Binmas. Mereka menekankan biar rental motor lebih peduli sama keamanan, keselamatan, dan juga aturan lalu lintas. Soalnya, akhir-akhir ini emang banyak banget pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan turis asing.
Salah satu penyebabnya? Ya, kurangnya pemahaman mereka soal aturan lalu lintas di Bali. Mungkin, mereka mikirnya Bali itu "Wild West", kali ya? Seenaknya sendiri di jalan. Akhirnya, yang rugi siapa? Ya, mereka sendiri, dan juga kita semua.
Ada beberapa kasus ekstrim yang sebenarnya memalukan.
Rusia, Motor, dan Lautan: Kombinasi Maut?
Kejadian turis Rusia nyemplung ke laut ini bukan yang pertama. Ingat kasus YouTuber Rusia yang sengaja nggas motor ke laut buat konten? Itu lebih parah lagi. Mereka dengan santainya masukin motor ke air di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem, cuma buat bikin video YouTube. Gila, kan?
Yang lebih bikin geleng-geleng kepala, mereka malah ketawa-ketiwi pas motornya tenggelam. Nggak mikir sama sekali soal bahaya dan dampak lingkungan. Akibatnya? Ya, salah satunya dideportasi. Partnernya sih nggak kena deportasi.
Ini jadi pelajaran berharga buat kita semua. Bahwa, liburan itu bukan cuma soal have fun. Ada norma, ada aturan, ada tanggung jawab yang harus kita pegang. Jangan sampai kebebasan di jalanan Bali disalahgunakan. Dan, buat para rental motor, tolong, deh, lebih selektif. Jangan asal nyewain motor ke orang yang nggak punya skill atau nggak ngerti aturan.
Dan, buat turis, belajar dulu deh, cara yang bener naik motor. Kalau nggak bisa, ya naik transportasi umum aja. Atau, mungkin, belajar renang dulu?