Mengejar Anonimitas: Ketika Identitas Rock Star Menjadi Beban
Pernahkah kamu membayangkan hidup sebagai sosok misterius, terutama saat pekerjaanmu adalah tampil di panggung, berteriak di depan ribuan orang? Itulah realita yang dialami Tobias Forge, otak di balik band metal misterius, Ghost. Dibalut topeng dan nama samaran "Papa" yang berganti-ganti, ia berjuang untuk tetap anonim di tengah popularitas Ghost yang meroket. Kebayang kan, betapa ribetnya harus sembunyi-sembunyi dari paparazzi, sementara musikmu didengar jutaan orang?
Sebelum tahun 2017, Forge benar-benar menjaga identitasnya sebagai rahasia. Usaha ini bukan tanpa alasan. Ia ingin fokus pada musik dan karakter yang ia ciptakan. Namun, upaya ini juga menimbulkan masalah. Bayangkan, berusaha menghindari sorotan saat menjadi pusat perhatian. Kayak main petak umpet, tapi yang nyari bukan cuma teman kecil, melainkan seluruh dunia.
Sisi Gelap dari Kerahasiaan
Forge mengakui bahwa menutupi identitasnya menciptakan suasana yang "tidak nyaman" bagi orang-orang di sekitarnya. Sulit untuk membangun hubungan normal, karena teman dan keluarga harus ikut serta dalam sandiwara kerahasiaan. Hal itu menyebabkan banyak kesalahpahaman dan membuat hidup terasa lebih rumit.
Banyak orang mungkin berpikir, "Enak ya, bisa jalan-jalan tanpa dikenali". Tapi, Forge justru merasakan kompleksitasnya. Ia harus berusaha lebih keras untuk tidak terlihat, mulai dari menghindari wawancara hingga menjaga agar nama aslinya tidak bocor. Hampir seperti agen rahasia, tapi ini lebih ke agen rahasia rock and roll.
Identitas dan Peran Sosial
Pada tahun 2015, saat masih menggunakan identitas "nameless ghoul", Forge pernah berkata bahwa anggota Ghost hanya mengungkapkan identitas mereka kepada teman dekat dan keluarga untuk alasan sosial. Artinya, bahkan orang terdekat pun harus disiapkan mentalnya untuk menghadapi kenyataan bahwa idola mereka adalah orang yang sangat berbeda di balik panggung.
Masyarakat cenderung ingin tahu apa yang kamu lakukan. Jika kamu menyembunyikan identitas, mereka justru akan semakin penasaran. Jadi, pada akhirnya, Forge "terpaksa" memberi tahu ibunya tentang pekerjaannya. Kasihan ya, ibunya pasti kaget pas tahu anaknya ternyata pentolan band metal yang pakai topeng.
Selamat Tinggal Papa Emeritus IV, Selamat Datang Papa V Perpetua!
Kini, Ghost sudah mengumumkan album baru, Skeletá, yang akan rilis pada 25 April mendatang. Lebih menariknya lagi, Forge memperkenalkan persona baru, "Papa V Perpetua", yang akan menggantikan "Papa Emeritus IV". Karakter baru ini akan memulai debut panggungnya dalam tur dunia Ghost yang dimulai pada 15 April di Inggris. Jadwal tur sudah dirilis dan akan mengunjungi berbagai negara, termasuk Indonesia eh.
Papa V Perpetua juga akan tampil di acara Back To The Beginning yang diselenggarakan oleh Black Sabbath pada 5 Juli mendatang. Konser tersebut akan menampilkan penampilan terakhir dari formasi asli Sabbath.
Semoga saja dengan perubahan ini, Tobias Forge bisa lebih nyaman dengan identitas barunya. Bagaimanapun, menjadi diri sendiri adalah hal yang paling penting.
Menuju Era Baru, Tapi Tetap Misterius?
Setelah bertahun-tahun bersembunyi, Forge kini lebih terbuka tentang identitasnya. Namun, bukan berarti ia ingin menjadi bintang pop yang mudah dikenali di jalan. Menurutnya, identitas dan karakter panggung Ghost tetap menjadi bagian penting dari daya tarik band ini. Mungkin ini jalan ninja bagi mereka yang ingin tetap berkarya sambil tetap menjaga privasi.
Tentu saja, keputusan untuk mengungkap sebagian identitasnya adalah pilihan pribadi. Namun, hal ini juga menjadi refleksi dari bagaimana industri musik terus berkembang. Di era media sosial ini, menjaga kerahasiaan bisa jadi semakin sulit.
Pada akhirnya, apa pun pilihan yang diambil, semoga saja langkah Ghost dan Tobias Forge selalu memberikan warna baru di industri musik. Kita nantikan saja kejutan-kejutan apalagi yang akan mereka berikan. Siapa tahu, suatu hari nanti, kita bisa bertemu Papa V Perpetua ngopi bareng.