Dark Mode Light Mode

Tanggal Rilis Shadows & 10 Hal Penting yang Wajib Kamu Tahu

Jangan khawatir, gamer! Kita semua tahu, Assassin's Creed Shadows – yang dulu bernama kode "Project Red" — akhirnya tiba di ambang pintu, meskipun dengan sedikit drama penundaan. Tapi, jangan salah paham, penundaan itu mungkin justru kabar baik. Toh, siapa yang mau main game yang setengah matang, kan?

Kita semua tahu, franchise Assassin's Creed punya sejarah panjang (dan kadang berliku-liku). Dari Renaissance Italia yang memesona sampai Revolusi Prancis yang penuh gejolak, Assassin selalu sukses menghadirkan dunia yang kaya dan detail – dan, tentu saja, parkour yang bikin ngiler.

Nah, Shadows ini menjanjikan petualangan baru di Feudal Japan. Mengingat setting sebelumnya yang sudah keren-keren, ekspektasinya jelas tinggi. Kita akan menjelajahi masa-masa penuh gejolak penyatuan Jepang.

Tapi, sebelum kita terlalu bersemangat (atau khawatir), mari kita bedah dulu 10 hal penting yang wajib kamu tahu tentang Assassin's Creed Shadows. Siap-siap, mari kita mulai!

Tanggal Rilis dan Alasan Penundaan

Assassin's Creed Shadows akhirnya akan meluncur pada 20 Maret 2025. Sempat diundur dua kali, dari target awal 15 November 2024 dan 14 Februari 2025, tanggal 20 Maret ini sepertinya fixed banget. Ubisoft, sebagai developer, bahkan sudah memberikan konfirmasi yang cukup meyakinkan.

Alasan di balik penundaan ini, kalau kita percaya kata Ubisoft, adalah untuk memoles dan memperhalus pengalaman bermain. Mereka ingin memastikan Shadows memenuhi ekspektasi para penggemar, yang jumlahnya nggak sedikit. Ini juga memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki bug dan meningkatkan visual. Semoga saja, ya.

Platform yang Mendukung

Kabar baik buat kamu yang punya console generasi terbaru! Assassin’s Creed Shadows akan tersedia di PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC (via Ubisoft Store, Steam, dan Epic Games Store), Amazon Luna, serta Mac dengan Apple Silicon.

Menariknya, ini akan menjadi game pertama dalam lebih dari satu dekade yang skip konsol generasi lama, seperti PS4 dan Xbox One. Ini memberi Ubisoft ruang untuk memaksimalkan kualitas visual. Rencananya, game ini akan memanjakan mata dengan grafis yang belum pernah ada sebelumnya, yang nggak mungkin bisa ditangani konsol lama.

Bonus Pre-Order dan Edisi Spesial

Kalau kamu sudah ngiler dan nggak sabar ingin main, ada baiknya kamu pre-order sekarang. Dengan pre-order, kamu akan mendapatkan quest bonus "Thrown to the Dogs" saat peluncuran, dan akses gratis ke ekspansi "Claws of Awaji" yang dijadwalkan rilis akhir 2025. Lumayan banget, kan?

"Claws of Awaji" sendiri menjanjikan lebih dari 10 jam konten tambahan. Edisinya juga beragam, mulai dari Standard Edition ($69.99), Digital Deluxe Edition ($89.99) dengan item kosmetik tambahan, hingga Collector’s Edition ($280) yang eksklusif di GameStop.

Untuk para gamer hardcore ada edisi fisik super-keren yang dilengkapi patung dua karakter, steelbook, artbook, dan masih banyak lagi. Plus, pelanggan Ubisoft+ Premium akan mendapatkan Ultimate Edition di hari pertama. Sebelum memutuskan, pastikan kamu cek dulu, ya, penawaran dan ketersediaan di toko favoritmu!

Dual Protagonist dengan Gaya Bermain Unik

Inilah salah satu fitur paling menarik dari Shadows: kamu akan bisa bermain sebagai dua karakter, Naoe dan Yasuke. Naoe, seorang shinobi (ninja) yang fokus pada stealth, berasal dari Provinsi Iga. Sedangkan Yasuke, seorang samurai Afrika yang kuat, berdasarkan tokoh sejarah nyata.

Kamu bisa switch antara kedua karakter ini sesuka hati. Naoe ahli dalam parkour dan eliminasi diam-diam. Ia mengandalkan alat seperti grappling hook. Sementara itu, Yasuke menguasai pertarungan jarak dekat dengan kekuatan dan kemampuan bertarungnya yang luar biasa.

Pendekatan dual-karakter semacam ini mengingatkan kita pada Assassin’s Creed Syndicate. System ini dirancang untuk bekerja dengan baik, terutama jika mempertimbangkan betapa beragamnya gaya bermain yang ditawarkannya.

Setting Feudal Japan dan Dunia Terbuka yang Luas

Shadows mengambil setting di akhir periode Sengoku (1467-1615), masa di mana Jepang sedang dalam proses penyatuan di bawah Oda Nobunaga. Dunia terbuka yang sangat besar dan dibuat dengan sangat detail akan mereplikasi provinsi-provinsi bersejarah di Jepang (misalnya, Iga, Omi).

Dari gambar dan video yang sudah beredar, Shadows berpotensi menjadi salah satu game yang paling mengesankan secara visual tahun ini. Kita bisa melihat keindahan Jepang dengan detail yang luar biasa, seolah kita benar-benar terlibat dalam sejarah.

Dinamika Musim dan Cuaca

Selain visual yang memukau, Shadows juga akan memperkenalkan siklus musim (semi, panas, gugur, dingin) yang bekerja bersamaan dengan peristiwa dalam kampanye. Kondisi cuaca akan memengaruhi gameplay. Dengan demikian, setiap musim akan menghadirkan struktur dan tempat bersembunyi yang unik.

Misalnya, musim panas menawarkan semak-semak untuk bersembunyi, sementara salju di musim dingin akan berderit di bawah kaki, yang berpotensi memperingatkan musuh. Kita tunggu saja bagaimana eksekusi konsep ini, yang akan menggabungkan keindahan visual dengan gameplay.

Kustomisasi dan Fitur Hideout

Tahun ini, pemain juga bisa membangun dan menyesuaikan hideout shinobi. Kamu bisa membangun hideout sendiri yang mencakup tempat untuk menempa dan meng-upgrade weapon. Hideout ini juga akan berperan penting dalam cerita kampanye.

Kamu bisa custom perlengkapanmu hingga lima level berbeda, sambil meningkatkan statistik alat. Ini akan menambah kedalaman pada gameplay, memberikanmu lebih banyak opsi untuk personalisasi dan eksplorasi.

Pertempuran dan Stealth

Sistem pertarungan dalam Shadows menawarkan pertarungan dengan berbagai senjata, sistem parry, dan gerakan khas untuk Naoe dan Yasuke. Mekanisme stealth juga akan tetap menjadi bagian penting dari game Assassin's Creed mana pun.

Meskipun kita sudah menebak mekanisme stealth akan tetap jadi andalan, Assassin's Creed Shadows akan menggabungkan keduanya, memberikan pemain pengalaman bermain yang seimbang.

Cerita dan Konteks Sejarah

Shadows nggak berusaha untuk terlalu akurat secara historis, melainkan mengambil pendekatan kreatif terhadap periode sejarah Jepang. Ubisoft tampaknya dengan sengaja membahas pengecualian ras dan representasi gender melalui identitas kedua protagonisnya, yakni Naoe dan Yasuke.

Tentu saja, kita semua penasaran apakah ada topik-topik berat yang akan dieksplorasi dalam dialog game. Apakah Ubisoft berani membahas topik-topik sensitif yang terjadi di masa itu? Kita tunggu saja.

Konten Pasca-Rilis dan Potensi Masa Depan

Ubisoft tampaknya punya rencana besar untuk mengembangkan Shadows. Tentu saja, termasuk expansion "Claws of Awaji" dan kemungkinan mode co-op. Konten baru kemungkinan akan diperkenalkan melalui Animus Hub, sebuah launcher baru yang menawarkan tantangan mingguan dan battle pass gratis.

Jangan sampai ketinggalan update terbaru tentang Assassin’s Creed Shadows. Kita akan terus memantau perkembangan game ini seiring dengan semakin dekatnya tanggal rilis!

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Gubernur Bali Akan Atur Pembatasan Privatisasi Pantai, Lindungi Akses Publik

Next Post

Menteri Luar Negeri China Wang Yi: Teknologi harus bermanfaat bagi semua - CGTN