Wah, kabar buruk nih buat para penggemar Apex Legends dan Titanfall! Ternyata, studio di balik dua game legendaris ini, yaitu Respawn, diam-diam menggugurkan (lagi!) proyek first-person shooter (FPS) multiplayer yang belum diumumkan. Kayaknya nasib game ini lebih tragis dari respawn musuh di late game.
Kabar ini datang dari pengakuan mantan koordinator produksi Respawn, Emilee Evans, melalui LinkedIn. Ia menyebut bahwa proyek yang ia kerjakan selama setahun terakhir dibatalkan. Walaupun postingan itu kini sudah dihapus, tapi jejak digitalnya tetap ada. Jadi, jangan salahkan kami kalau kalian merasa penasaran kan?
Respawn, nama yang sudah tak asing lagi di jagat gaming, memang terkenal dengan inovasi mereka dalam genre FPS. Sebut saja Titanfall, yang memperkenalkan mekanik parkour dan mecha yang revolusioner, serta Apex Legends, yang sukses menggabungkan elemen battle royale dengan gaya permainan hero shooter. Kehadiran keduanya mengubah wajah industri game FPS.
Proyek yang dibatalkan ini sebenarnya masih sangat misterius. Tidak ada detail resmi tentang game seperti apa yang sedang mereka kembangkan. Namun, berdasarkan lowongan pekerjaan di tim pengembangan game inkubasi mereka, ada indikasi kuat bahwa ini adalah game FPS multiplayer. Kandidat yang dicari bahkan harus punya pengalaman signifikan mendesain FPS Multiplayer.
Tahun lalu, rumor beredar bahwa Respawn sedang mengerjakan game di semesta Titanfall. Tapi, jangan harap kalian akan dapat Titanfall 3 ya (yang ini penting buat ditegaskan!). Kabarnya, Respawn sempat mengembangkan Titanfall 3 selama hampir setahun penuh, sebelum akhirnya proyeknya beralih ke Apex Legends. Sayang banget, kan?
Selain itu, pernah muncul juga kabar bahwa Respawn memiliki proyek game Star Wars: Mandalorian. Game ini kabarnya akan berlatar waktu di era Kekaisaran Galaksi. Tapi, sayang seribu sayang, proyek ini akhirnya juga ikut dibatalkan tahun lalu, bersamaan dengan PHK yang dilakukan oleh EA. Duh, bener-bener deh.
Kabar pembatalan game terbaru ini, tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apa alasan di balik keputusan ini? Apakah ada perubahan strategi pengembangan dari Respawn atau EA? Atau, mungkin, proyeknya memang zonk sejak awal? Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Eurogamer, yang sudah menghubungi EA untuk meminta komentar.
Respawn dan Tren Pembatalan Proyek
Sepertinya, pembatalan proyek game ini sudah menjadi tren di kalangan Respawn akhir-akhir ini. Beberapa game dengan potensi besar harus kandas di tengah jalan, entah karena alasan finansial, perubahan fokus, atau masalah pengembangan lainnya. Sedih ya, kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Pembatalan ini bisa jadi mengganggu, terutama bagi para gamer yang sudah menantikan game baru dari Respawn. Harapan untuk merasakan pengalaman FPS segar dengan sentuhan khas Respawn, harus tertunda (atau bahkan hilang selamanya). Capek deh, kebanyakan drama.
Namun, di sisi lain, pembatalan ini juga bisa membuka peluang. Jika kita berpikir positif, Respawn mungkin sedang fokus pada proyek lain yang lebih menjanjikan. Atau, mereka sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi pengembangan mereka. Siapa tahu aja mereka lagi merencanakan sesuatu yang epic banget, kan?
Mengapa Proyek FPS Multiplayer Ini Mungkin Dibatalkan?
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan mengapa proyek FPS multiplayer ini dibatalkan. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di genre tersebut. Industri game FPS multiplayer sudah sangat ramai, dengan banyak judul populer seperti Call of Duty, Valorant, dan Overwatch. Membangun game baru yang bisa bersaing di tengah persaingan ketat tentu bukan perkara mudah.
Kemungkinan lain adalah perubahan fokus dari EA. Sebagai penerbit, EA mungkin memiliki prioritas yang berbeda dari Respawn. Mereka mungkin lebih tertarik pada proyek-proyek yang lebih menguntungkan secara finansial, atau yang sesuai dengan strategi bisnis mereka secara keseluruhan.
Faktor lain yang mungkin berperan adalah masalah teknis atau kreatif dalam pengembangan game. Mungkin, gameplay yang sedang dikembangkan kurang memuaskan, atau tim pengembangan kesulitan untuk menciptakan pengalaman yang unik dan menarik. Ingat kasus Cyberpunk 2077? Jangan sampai terulang lagi, deh.
Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Respawn?
Pembatalan proyek ini tentu akan berdampak pada masa depan Respawn. Tapi, dampaknya bisa positif atau negatif, tergantung bagaimana Respawn menyikapinya. Jika mereka belajar dari pengalaman ini, dan menggunakan waktu dan sumber daya yang ada untuk mengembangkan proyek yang lebih baik, mereka akan tetap menjadi salah satu developer terbaik di industri game.
Namun, jika mereka terus melakukan pembatalan proyek, dan kehilangan fokus, kepercayaan gamer terhadap mereka bisa menurun. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada reputasi mereka, dan pada akhirnya, pada kesuksesan game yang mereka rilis di masa mendatang.
Respons Respawn terhadap situasi ini adalah sesuatu yang perlu kita pantau. Harapan kami, mereka tetap bisa memberikan pengalaman gaming kelas dunia yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Kita tunggu saja gebrakan baru dari Respawn, mungkin pengalaman baru di Apex Legends atau proyek baru, bukan?
Sebagai kesimpulan, pembatalan game FPS multiplayer yang belum diumumkan oleh Respawn adalah kabar yang cukup mengecewakan. Namun, harapan kita adalah Respawn segera bangkit, belajar dari pengalaman, dan berjuang terus menghadirkan game yang keren, inovatif, dan pastinya, gak bikin kita nunggu terlalu lama. Kalau kata anak muda jaman sekarang, semangat terus pantang mundur!