Dark Mode Light Mode

Sony PHK Karyawan Visual Arts dan PS Studios Malaysia: Industri Game Terpengaruh

Kita semua tahu dunia gaming itu kejam, tapi siapa sangka Sony juga ikutan potong rumput? Kabar terbaru, beberapa studio internal PlayStation kena PHK massal! Tenang, jangan langsung panik, mari kita bedah fakta-faktanya.

Sony Interactive Entertainment (SIE) selaku induk perusahaan PlayStation, baru-baru ini membuat gebrakan yang cukup menghebohkan. Kabarnya, beberapa studio internal PlayStation kena layoff, alias pemecatan karyawan. Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh Kotaku, mengutip sumber-sumber internal yang enggan disebutkan namanya. Walaupun belum ada angka pasti, dampaknya disebut "luas" dan melibatkan banyak karyawan.

Salah satu studio yang disebut terkena dampak adalah Visual Arts. Studio ini dikenal sebagai pendukung berbagai game eksklusif PlayStation, menyediakan bantuan seni dan teknis untuk studio-studio first-party lain. Studio serupa yang juga terkena getahnya adalah PS Studios Malaysia, yang didirikan pada tahun 2020.

Bahkan, ada kabar layoff ini juga berdampak pada proyek live-service dari Bend Studio. Ingat Days Gone? Bend Studio adalah tim di belakang game tersebut. Dengan adanya kabar pembatalan proyek live-service oleh Sony, jelas sekali bahwa mereka sedang melakukan penataan ulang strategi. Tampaknya, Sony lebih fokus ke game yang lebih single-player.

Pengumuman resmi dari pihak Sony memang belum keluar, tapi berita ini sudah ramai diperbincangkan di berbagai platform. Kita semua tahu, perubahan seperti ini selalu punya dampak besar, terutama bagi para karyawan yang terkena dampak langsung. Mereka harus mencari peluang baru di tengah industri yang sangat kompetitif ini.

Berita ini diperkuat oleh postingan di LinkedIn dari beberapa mantan karyawan yang terkena dampak langsung. Salah satunya adalah Johann Affendy Mahfoor, mantan Manajer Proyek Senior di PS Studios Malaysia. Dia mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas hilangnya rekan kerja, termasuk mereka yang sangat berprestasi. Ini menunjukkan bahwa layoff ini tidak memandang senioritas atau kinerja.

Komentar dari Abby LeMaster, Senior Lead Produser R&D di Riot Games, yang sebelumnya pernah bekerja di Visual Arts, juga memberikan gambaran lebih jelas. Ia menyebut bahwa keahlian dan pengalaman para pengembang yang di-PHK sangat berharga dan akan sulit dicari penggantinya. Ini juga menunjukkan bahwa layoff ini lebih dari sekadar pengurangan staf biasa.

Dampak pada Visual Arts dan Studio Malaysia

Visual Arts sendiri dikenal karena kerap membantu studio-studio first-party PlayStation dalam pengembangan game. Contohnya, Visual arts membantu dalam produksi The Last of Us Part 1 dan Part 2 remaster. PS Studios Malaysia, di sisi lain, sering bekerja sama dengan Visual Arts. Pemecatan ini jelas akan berdampak pada pengembangan game di masa mendatang, entah seberapa besar dampaknya, kita lihat nanti.

Layoff pasti akan berdampak pada proyek-proyek yang sedang mereka kerjakan. Ada kemungkinan beberapa proyek tertunda, atau bahkan dibatalkan. Kita tidak tahu pasti proyek apa saja yang terpengaruh, tetapi pasti ada dampaknya bagi para gamer.

Keputusan seperti ini sering kali diambil karena berbagai alasan strategis, seperti perubahan fokus pengembangan, efisiensi biaya, atau penyesuaian dengan tren industri. Kita hanya bisa berspekulasi mengenai alasan di balik layoff ini, tetapi yang jelas, Sony sedang mencoba beradaptasi dengan perubahan besar di dunia game.

Reaksi Komunitas dan Analisis

Respons dari komunitas gamer pun beragam. Banyak yang bersimpati pada para karyawan yang terkena dampak, sementara yang lain khawatir tentang dampak layoff terhadap kualitas gamegame PlayStation di masa depan. Ada juga yang mempertanyakan arah strategi Sony secara keseluruhan.

Perubahan seperti ini memang normal dalam dunia bisnis, tetapi tetap saja menyakitkan bagi mereka yang terkena dampak. Kita berharap para pengembang yang terkena PHK bisa segera mendapatkan pekerjaan baru yang sesuai dengan keahlian mereka.

Beberapa analis industri berpendapat bahwa layoff ini adalah bagian dari tren efisiensi yang lebih luas di industri game. Banyak perusahaan game besar yang melakukan penataan ulang untuk menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan yang semakin ketat. Terasa sekali bahwa sekarang ini, live-service menjadi fokus utama, tetapi dengan adanya PHK ini, Sony kayak mau balik modal lagi.

Masa Depan PlayStation

Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, yang jelas, industri game selalu berubah. Sebagai gamer, kita hanya bisa berharap bahwa Sony tetap berkomitmen untuk menghadirkan gamegame berkualitas tinggi. Tetap setia untuk inovasi dan selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, demi pengalaman bermain yang lebih baik bagi semua orang.

Pada akhirnya, kabar PHK di studio PlayStation ini adalah pengingat bahwa industri game tidak selalu indah. Perubahan dan tantangan selalu ada, terlepas dari seberapa sukses gamegame yang dikembangkan di masa lalu. Kita berharap yang terbaik bagi para pengembang yang terkena dampak, dan mari kita tunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Pendidikan Gratis di Papua Barat Daya Dimulai Tahun Ajaran Baru

Next Post

Indonesian Government Urges Private Universities to Enhance Coding Teacher Skills