Dark Mode Light Mode
Kemenkop UKM: BGN Deal Dorong Program Makanan Bergizi Gratis untuk Mitra, Perkuat Akses Modal
Sistem Hadiah Baru Street Fighter 6: Beban Berat untuk Pemain Peringkat Tinggi, Mimpi Buruk bagi Si Perfeksionis
Dampak Masalah Locking, Saturasi, dan CDN pada Kegagalan Canva

Sistem Hadiah Baru Street Fighter 6: Beban Berat untuk Pemain Peringkat Tinggi, Mimpi Buruk bagi Si Perfeksionis

Hadiah Master SF6: Antara Pujian dan "Gini Amat Sih?"

Halo, para pejuang keyboard dan stick arcade! Kabar baik datang dari dunia Street Fighter 6 (SF6). Setelah sekian lama, akhirnya Capcom memberikan sedikit "gula-gula" baru untuk para pemain, khususnya bagi mereka yang sudah mencapai level Master. Tapi, mari kita bedah, apakah hadiah ini memang semanis kelihatannya? Atau justru, effort yang dibutuhkan bikin kita mikir dua kali?

Mari kita mulai dengan dasar-dasarnya. SF6 baru saja menambahkan sistem baru bagi pemain untuk mendapatkan hadiah tambahan. Mirip-mirip dengan Fighting Pass, tapi kali ini, fokusnya adalah pemain-pemain elite yang sudah mencapai puncak ranking. Jadi, kalau kamu masih sibuk merangkak dari Rookie ke Bronze, lupakan dulu deh.

Level Master: Mimpi Indah atau Perbudakan Digital?

Capcom tidak hanya mengganti sistem hadiah saja, mereka juga menambahkan tingkatan Master baru. Para pemain yang sudah mencapai Master, sekarang punya tujuan baru: mengumpulkan hadiah eksklusif. Ada tab baru di bagian hadiah yang akan di-reset setiap kali ranking di-reset. Kelihatannya menarik, kan? Tapi, ada sedikit "tapi" di sini.

Untuk mendapatkan hadiah-hadiah ini, kamu tidak hanya perlu menang, tetapi juga perlu bermain. Ya, kamu harus memainkan karakter Master-mu sebanyak 300 kali untuk mendapatkan hadiah dasar seperti profil dan title. Bukan 300 poin, melainkan 300 match. Rasanya kayak kerja rodi, ya?

Hadiah yang paling menarik adalah color kostum karakter baru. Tapi, untuk mendapatkannya, kamu harus menyelesaikan seluruh "All" item dengan 300 pertandingan tadi. Setelah itu, kamu bisa mendapatkan poin untuk kostum karakter tertentu, hanya untuk karakter yang kamu mainkan.

Warna-Warni Kostum: Harga Diri atau Uang?

Dan, untuk mendapatkan warna pink/ungu yang nge-jreng, kamu butuh 100 pertandingan lagi dengan karakter yang sama. Jadi, totalnya 400 pertandingan hanya untuk satu warna kostum! Sebenarnya, sih, kalau kamu pemain Master sejati, 400 pertandingan mungkin bukan masalah besar. Dengan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan, seharusnya sih bisa. Ya, seharusnya.

Tapi, coba kita pikirkan lebih jauh. Saat ini, SF6 punya 25 karakter. Kalau kamu pengen semua warna kostum, kamu harus main 2.500-2.800 pertandingan dan semua karaktermu harus sudah mencapai Master. Wow. Apakah ini tanda Capcom memaksa pemain jadi completionist?

FOMO: Antara Ingin dan Tidak Mampu

Capcom sepertinya desain sistem ini agar pemain fokus pada karakter favorit mereka. Ada unsur "FOMO" (Fear of Missing Out) di sini. Kamu bisa saja mendapatkan hadiah kalau sering main. Hadiah ini eksklusif, karena kamu nggak bisa membelinya dengan uang.

Belum lagi, tidak ada jaminan warna-warna kostum ini akan tersedia lagi di masa depan. Bayangkan kalau waktu habis dan kamu kurang beberapa pertandingan untuk mendapatkan warna yang kamu inginkan. Nyesek, kan? Ini adalah insentif tambahan untuk para pemain, ya sudah.

Capcom, setidaknya, memberikan motivasi tambahan bagi para pemain terbaik. Tapi, apakah sistem ini akan bertahan lama? Atau, justru akan diubah di masa depan? Kita lihat saja nanti. Tapi, kalau kamu bukan pemain Master, mungkin kamu bisa skip dulu hadiah-hadiah ini.

Jadi, apa yang kita dapat dari semua ini? Mungkin, jangan terlalu ngoyo untuk mendapatkan semua hadiah. Nikmati saja permainanmu, tetap semangat latihan, dan yang paling penting: jangan sampai game merusak kesehatan mentalmu.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Kemenkop UKM: BGN Deal Dorong Program Makanan Bergizi Gratis untuk Mitra, Perkuat Akses Modal

Next Post

Dampak Masalah Locking, Saturasi, dan CDN pada Kegagalan Canva