Dark Mode Light Mode

Sepuluh MMORPG Paling Menggemparkan Rilisan 2011

Oke, mari kita jujur sejenak. Pernah nggak sih kamu merasa ada tahun-tahun tertentu di mana jagat gaming terasa lebih ‘rame' dari biasanya? Rasanya seperti developer game kompakan lembur bareng buat rilis judul baru. Nah, kalau ngomongin genre MMORPG, tahun 2011 itu salah satu periode paling hectic dan menarik dalam sejarahnya, sebuah era di mana portal ke dunia virtual baru seolah terbuka lebar tanpa henti.

Dunia MMORPG, atau Massively Multiplayer Online Role-Playing Game, memang punya pasang surutnya sendiri. Ada masa paceklik di mana kita haus akan petualangan baru, tapi ada juga masa panen raya seperti tahun 2011. Empat belas tahun lalu, industri ini sepertinya sedang mengalami overload produksi yang cukup gila. Bayangkan saja, energi kolektif para gamer saat itu mungkin cukup untuk menyalakan sebuah kota kecil saking banyaknya antisipasi.

Yang membuat 2011 terasa unik adalah fenomena langka di mana jumlah game MMORPG baru yang dirilis justru melampaui jumlah ekspansi untuk game yang sudah ada. Ini hampir tidak pernah terjadi, lho. Biasanya, para raksasa developer lebih fokus memerah susu dari sapi yang sudah ada (read: merilis ekspansi) daripada repot-repot beternak sapi baru dari nol. Tapi 2011 mendobrak pakem tersebut.

Jadi, mari kita nyalakan mesin waktu DeLorean imajiner kita dan meluncur kembali ke 2011. Kita akan menengok kembali peluncuran-peluncuran game online masif yang mengguncang (atau sekadar bikin riak kecil) di tahun itu. Ada yang jadi juara bertahan hingga kini, ada yang jadi kenangan manis yang hilang, dan tentu saja, ada juga yang terlupakan begitu saja seperti draft chat yang tak terkirim.

Perjalanan nostalgia ini akan membawa kita melintasi berbagai semesta digital. Mulai dari jalanan Metropolis yang dijaga para superhero, reruntuhan dunia pasca-apokaliptik yang keras, hingga galaksi nun jauh di sana yang penuh intrik lightsaber. Tahun 2011 benar-benar menyajikan menu MMORPG yang beragam, mencoba memikat gamer dengan segala cara.

Bersiaplah untuk reuni dengan beberapa nama besar, mengenang kembali mereka yang gugur di medan perang server, dan mungkin menemukan satu atau dua judul yang bikin kamu bergumam, "Oh iya, dulu pernah ada game ini ya?". Ini bukan sekadar daftar game, tapi sebuah potret dari zaman keemasan—atau setidaknya zaman sangat sibuk—bagi para penggemar MMORPG.

Ledakan Superhero dan Jatuh Bangun Dunia Fantasi

Tahun 2011 dibuka dengan gebrakan dari dunia para pahlawan super. Di saat Hollywood sedang gila-gilanya dengan film superhero, DC Universe Online (DCUO) hadir di waktu yang sangat tepat. Game ini menawarkan pengalaman MMO action yang ramah konsol, terasa berbeda dari pesaingnya kala itu. Kekuatan brand DC Comics jelas menjadi daya tarik utama, memungkinkan pemain cosplay menjadi versi KW dari Batman atau bahkan Krypto si anjing super, berkat sistem kostumnya yang fleksibel. Tak diragukan lagi, DCUO menjadi sukses besar dan terus menghasilkan keuntungan hingga hari ini.

Sementara DCUO terbang tinggi, RIFT dari Trion Worlds mencoba mengguncang dominasi game fantasi lainnya. Datang dengan ambisi besar untuk menjadi MMORPG "paket komplit", RIFT awalnya terlihat sangat menjanjikan. Game ini membanggakan banyak fitur ramah pemain seperti housing, free server switching, dan instant adventures yang inovatif pada masanya. Sayangnya, setelah tiga ekspansi, nasibnya berbalik; RIFT jatuh ke tangan Gamigo dan kini hidup dalam semacam limbo maintenance mode selama bertahun-tahun, meninggalkan para pemain setianya dalam penantian yang tak pasti.

Eksperimen Pasca-Apokaliptik dan Petualangan Luar Angkasa

Entah ada konspirasi apa di tahun 2011, tapi tema pasca-apokaliptik tampaknya sedang ngetren. Salah satu yang mencoba peruntungan adalah Earthrise. Jujur saja, kemungkinan besar kamu bahkan tidak ingat nama game ini, dan itu bukan salahmu. MMO bertema post-apocalyptic ini hanya beroperasi sekitar satu tahun sebelum akhirnya tutup buku pada 2012. Sempat ada upaya singkat untuk menghidupkannya kembali sebagai sandbox PvP tiga faksi, tapi usaha itu gagal total. Sayang sekali, padahal ini bisa saja jadi the next EVE Online… tapi nyatanya tidak.

Seolah belum cukup, tahun yang sama juga menghadirkan Xsyon, sandbox pasca-apokaliptik lainnya. Perjalanan game ini bisa dibilang sangat aneh. Sebagian besar hidupnya dihabiskan dalam status early access, terus berjuang untuk menyempurnakan kontennya menjadi produk jadi. Percaya atau tidak, Xsyon masih hidup hingga kini, walau hanya diurus oleh tim developer yang sangat kecil yang sesekali melakukan perbaikan di sana-sini. Sebuah bukti ketahanan, atau mungkin keras kepala tingkat dewa.

Di tengah gempuran game fantasi dan kehancuran dunia, muncul Black Prophecy, sebuah MMO bertema pesawat luar angkasa. Sayangnya, game ini gagal memberikan kesan mendalam dan harus menyerah sebelum tahun 2012 berakhir. Secara visual, Black Prophecy sebenarnya cukup menawan dan menawarkan gameplay PvE serta PvP. Namun, tampaknya hype untuk space sim seperti ini belum cukup besar kala itu, membuatnya gagal lepas landas di pasar yang kompetitif.

Dari Negeri Dongeng Hingga Dewa-Dewi Roma

Meskipun mungkin kenangan tentang peluncurannya sudah agak pudar, Allods Online sebenarnya sempat membuat kehebohan saat pertama kali tiba. MMO fantasi ini menawarkan ras-ras unik dan dunia penuh warna yang mengingatkan pada World of Warcraft, tapi dengan twist keren: kapal terbang antar-pulau melayang! Sayangnya, adaptasi model free-to-play-nya dianggap kurang mulus oleh sebagian pemain. Seiring waktu, popularitas Allods Online memudar, terutama bagi pemain di luar Rusia, negara asalnya.

Di sisi lain, Gods & Heroes: Rome Rising mengajak pemain ke zaman Romawi kuno yang dipenuhi makhluk mitologi dan dewa-dewi. Awalnya dikembangkan oleh Perpetual Entertainment lalu diambil alih oleh Heatwave Interactive, game ini punya fitur andalan yaitu kemampuan merekrut dan menggunakan "minion" (pets) dalam petualangan. Meski konsepnya menarik, Gods & Heroes tidak berhasil memikat banyak pemain, bahkan setelah beralih ke model free-to-play. Perlahan tapi pasti, game ini menghilang dari peredaran setelah beberapa tahun beroperasi.

Unik, Aneh, dan Akhirnya… Sebuah Galaksi Jauh, Jauh Sekali

Tahun 2011 juga menjadi saksi lahirnya game-game dengan konsep unik, bahkan cenderung aneh. Glitch, produksi Tiny Speck, tidak diragukan lagi adalah judul paling anti-mainstream tahun itu. Ini adalah MMO 2D non-combat di mana pemain bertualang di dalam pikiran beberapa raksasa imajinatif. Premisnya sangat menjanjikan, namun perjalanannya penuh liku, dimulai dengan peluncuran yang malah dikembalikan ke status beta. Setelah beberapa tahun, studio pengembangnya menyerah namun merilis banyak aset Glitch ke komunitas untuk proyek revival.

Percaya atau tidak, Gazillion Entertainment, studio di balik Marvel Heroes, ternyata punya satu lagi MMO superhero (atau sejenisnya). Super Hero Squad Online (SHSO) hadir dengan gaya yang lebih ramah anak-anak dan visual kartun yang lucu. Game ini asyik menjarah katalog Marvel untuk karakter dan latar tempat. Meskipun mungkin tidak setenar "kakaknya", SHSO berhasil bertahan cukup lama, hingga akhirnya ditutup pada tahun 2017. Sebuah pengingat bahwa pasar game anak-anak juga punya potensi tersendiri.

Menjelang akhir tahun 2011, sebuah raksasa yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya tiba. BioWare, studio yang dikenal dengan RPG berkualitas, merilis Star Wars: The Old Republic (SWTOR). Dengan biaya produksi yang kabarnya fantastis dan ekspektasi setinggi langit dari para fans Star Wars dan RPG, game ini langsung meledak di pasaran. Momen peluncurannya menjadi salah satu yang paling monumental di sejarah MMORPG.

SWTOR datang dengan paket lengkap yang membuatnya menonjol. Fitur andalannya termasuk quest dengan voice acting penuh (sesuatu yang jarang pada masanya untuk skala sebesar ini), delapan alur cerita kelas utama yang epik, sistem moralitas Light Side/Dark Side yang ikonik, dan tentu saja, kesempatan bertualang di galaksi Star Wars yang kaya. Sensasi memegang lightsaber atau menjadi bounty hunter licik akhirnya bisa dirasakan dalam skala MMO.

Setelah ledakan awal yang masif, hype SWTOR memang sedikit mereda, namun game ini berhasil bertransformasi menjadi judul yang solid dan dihormati. Ia terus berkembang dengan merilis beberapa ekspansi selama lebih dari satu dekade terakhir. SWTOR membuktikan bahwa dengan fondasi yang kuat dan adaptasi yang tepat (termasuk transisi ke model free-to-play hibrida), sebuah MMORPG bisa bertahan dan tetap relevan di tengah persaingan yang ketat. Keberadaannya hingga kini menjadi bukti kualitas dan daya tarik abadi dunia Star Wars.

Jadi, itulah sekilas potret tahun 2011 di dunia MMORPG: sebuah tahun yang liar, penuh eksperimen, dan dipenuhi mimpi besar. Dari superhero yang terbang tinggi, sandbox yang berjuang hidup, hingga opera luar angkasa yang megah, 2011 menawarkan segalanya. Tahun ini meninggalkan warisan berupa beberapa game yang masih kita mainkan, kenangan akan game yang hilang, dan pelajaran berharga tentang betapa dinamis dan tak terduganya industri game online. 2011 jelas bukan tahun MMORPG biasa-biasa saja.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

6 Disiplin Kunci dalam Berpikir Strategis yang Efektif

Next Post

Jadi Andalan Mudik, Kereta Cepat Angkut Lebih dari 210 Ribu Penumpang Saat Lebaran