Percayalah, kalau balapan mobil virtual itu lebih seru daripada drama pacaran di grup WhatsApp. Dan berita baiknya, Rennsport kembali, loh! Pernah denger? Kalau belum, mari kita kenalan dengan game yang katanya mau bikin dunia sim racing makin greget.
Buat yang baru terjun atau udah lama nyimak dunia sim racing, Rennsport ini agak kontroversial sejak muncul di masa pandemi. Pengembangnya, yang namanya Competition Company, sempat bikin penasaran. Ada yang mikir game ini hebat, tapi ada juga yang skeptis soal model bisnisnya yang agak…unik. Awalnya, mobil-mobil di game ini bisa ditukar-jual pakai duit beneran, tapi jangan salah sangka, bukan NFT.
Rennsport sendiri mulai open beta di PC tahun 2023. Di tengah kehebohan soal model bisnisnya yang bikin bingung, orang-orang jadi kurang fokus sama hal penting seperti handling mobil GT atau trek balapnya yang dibuat semirip aslinya. Padahal, handling dan trek itu kan jantungnya game balapan!
Nah, Competition Company kayaknya sadar betul soal ini. Untuk tahun 2025, mereka mau bikin segalanya lebih sederhana. Intinya, Rennsport mau merambah konsol, dengan build baru yang handling-nya makin mantap dan diseragamkan di semua platform. Mereka juga mau mikir ulang soal cara bayar buat main game ini.
Rennsport Kembali Fokus ke Inti: Serunya Balapan
Soalnya, untuk jadi game e-sports yang sukses, butuh lebih dari sekadar pengenalan instan. Lebih kayak bikin julukan buat diri sendiri, deh: ide bagus, tapi terserah orang lain mau manggil kamu apa. Rennsport sendiri sempat agresif dengan langsung masuk kompetisi ESL di awal-awal build-nya. Sekarang, mereka balik fokus ke core experience, bukan cuma buat para dewa e-sports yang bisa keliling sirkuit tiga detik lebih cepat dari kita, tapi juga buat semua orang.
Waktu nyobain build baru di kantor Overtake, ada beberapa hal yang langsung kebayang: pertama, game balapan GT3 yang dibuat pakai Unreal Engine ini terasa nyaman dan familiar kayak main ACC. Kedua, kayanya tadi bisa ngerem lebih telat di tikungan itu. Ketiga, ini bakal menggoyang dunia sim racing konsol habis-habisan!
Kabar Rennsport kerja sama dengan Nacon buat rilis di PS5 dan Xbox Series X/S di tahun 2025 kayaknya jadi babak baru yang menarik. Emang sih, Gran Turismo 7 bagus banget, tapi Rennsport juga punya daya tariknya sendiri. Kompetisi itu bagus, apalagi kalau gameplay balapnya seru kayak gini.
Sensasi Balapan yang Otentik dan Visual yang Memukau
Pengalaman balap di Rennsport emang seru. Kamu harus pinter atur suhu ban, lho! Kalau bisa pas atur revs dan gearing, beda tipis aja bisa bikin kamu unggul jauh. Mobil Porsche 911 GT3 R yang kita cobain juga asik banget. Sensasinya bener-bener kerasa pas ngebut di tikungan Eau Rouge dan Radillion.
Visualnya juga cakep banget, nangkap detail tiap sirkuit dan perabotan pinggir lintasan dengan detail yang keren, pencahayaannya juga pas. Soal suara, sempat ada pro dan kontra, tapi sekarang udah jauh lebih baik. Suara mobil dan lingkungan sekitar udah nyatu banget.
Tapi, masalah terbesar Rennsport dulu bukan soal visual atau suara, melainkan model free-to-play dan sistem beli mobilnya yang bikin pemain bingung dan curiga. Nah, Competition Company bilang mereka bakal ubah model bisnis itu. Versi konsol Rennsport yang bakal rilis bisa dimainin crossplay antara PC, PS5, dan Series X/S. Mereka juga mati-matian bikin performa game sama persis di semua platform.
Perubahan Signifikan dan Potensi di Masa Depan
Semua ini cukup meyakinkan, sih. Rennsport masih harus membuktikan banyak hal sebelum bisa kembali jadi perhatian banyak orang, tapi langkah awalnya udah bener banget di tahun 2025 ini. Jadi, buat kalian pecinta game balap, pantau terus Rennsport, ya! Siapa tahu, game ini bisa jadi game balap favorit baru kalian. Pokoknya, Rennsport ini layak dinanti.
Kesimpulannya? Rennsport kembali dengan handling yang oke, visual yang memukau, dan perubahan model bisnis yang lebih masuk akal. Jadi, siapkan sim rig kalian, karena balapan seru sedang menanti!