Hannah Berner, Megan Thee Stallion, dan Badai Mikroagresi di Karpet Merah
Oscar, karpet merah, selebriti, dan… mikroagresi? Tampaknya, kombinasi ini lebih sering terjadi daripada yang kita kira. Kali ini, giliran Hannah Berner dari podcast Giggly Squad yang jadi pusat perhatian setelah wawancaranya dengan Megan Thee Stallion di pesta Vanity Fair pasca-Oscar menuai kritik tajam. Bukan karena pertanyaan yang terlalu dalam atau penampilan yang kurang memukau, tetapi karena pemilihan kata yang kurang tepat.
Tentu saja, mewawancarai Megan Thee Stallion adalah impian banyak orang, termasuk Berner. Siapa yang tidak suka musik yang membangkitkan semangat dan kepercayaan diri? Namun, kehati-hatian sepertinya menjadi kata yang kurang akrab bagi Berner saat itu. Ia menyebut musik Megan sebagai "pengiring saat ingin berkelahi," yang langsung memicu reaksi beragam dari netizen dan pengamat media.
Ketika Kata-kata "Berani" Salah Sasaran
Berner, bersama rekannya Paige DeSorbo, mencoba mewawancarai Megan dengan gaya yang mungkin mereka kira keren. Sayangnya, kesan yang muncul justru sebaliknya: mikroagresi. Mungkin Berner bermaksud menyampaikan betapa kuat dan memberdayakannya musik Megan, tapi cara penyampaiannya… hmm. Megan sendiri merespons dengan elegan, seolah memberikan pelajaran singkat tentang bagaimana musiknya seharusnya dipahami.
Berner pun akhirnya meminta maaf. Ia mengakui bahwa pilihan katanya kurang tepat dan berjanji untuk lebih berhati-hati di kemudian hari. Baguslah, setidaknya dia mengakui kesalahannya. Tapi, apakah permintaan maaf sudah cukup? Beberapa orang, seperti koresponden CBS Boston Penny Kmitt, berpendapat bahwa kita perlu mempertimbangkan kembali, apakah influencer pantas menggantikan peran jurnalis dalam situasi seperti ini.
Siapa yang Perlu Belajar dari Insiden Ini?
*Apakah kita terlalu sensitif? Mungkin. Dunia hiburan memang penuh dengan drama, dan kadang kita terlalu cepat menghakimi. Namun, pemilihan kata yang tepat sangat penting, terutama ketika berhadapan dengan publik dan tokoh berpengaruh seperti Megan. Jangan sampai niat baikmu justru menyinggung orang lain.
Bagaimana dengan para influencer? Influencer memang punya kekuatan untuk menjangkau audiens yang luas. Namun, tanggung jawabnya pun besar. Mereka perlu belajar lebih banyak tentang sensitivitas budaya, etika jurnalistik, dan bagaimana berkomunikasi secara efektif.
Megan Thee Stallion, sang Ratu yang Tak Tergoyahkan. Ia adalah sosok yang tetap fokus pada karier dan kesehatannya, bahkan di tengah kontroversi. Ia memilih untuk tetap berkarya dan menunjukkan bahwa musiknya lebih dari sekadar pengiring perkelahian.
Jangan Sampai "Salah Humor" Jadi Bumerang
Pelajaran penting dari insiden ini adalah, jangan sampai humor atau gaya bicara yang kamu gunakan malah menjadi bumerang. Berhati-hatilah dengan kata-kata, perhatikan konteks, dan selalu pertimbangkan dampaknya pada orang lain. Jangan sampai niat baikmu untuk terlihat ceria justru menyinggung perasaan orang.
Kita hidup di era di mana informasi menyebar dengan cepat. Setiap kata-kata, setiap tindakan, bisa memicu reaksi yang luar biasa. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum berbicara, meskipun hanya untuk sebuah wawancara singkat di karpet merah.
Dunia Hiburan yang Semakin Dinamis
Dunia hiburan terus berubah, dan kehadiran influencer juga semakin dominan. Kita perlu belajar untuk menyeimbangkan antara hiburan, informasi, dan tanggung jawab. Mari kita berharap, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, dari influencer hingga penonton biasa.
Semoga tidak ada lagi insiden serupa di masa depan. Kita semua perlu belajar dari kesalahan, bukan? Intinya, berpikirlah sebelum berbicara. Terutama di depan umum.