Dark Mode Light Mode

PUBG: Blindspot, Tembak-tembakan Taktis 5v5 Mirip Rainbow Six Siege Top-Down

PUBG: Blindspot, Akankah Jadi Pelarian dari "Battle Royale Fatigue"?

Kamu tahu, battle royale memang sudah jadi "makanan" sehari-hari. Tapi, apakah kamu pernah merasa bosan dengan format yang itu-itu saja? Kabar baiknya, PUBG punya "adik" baru bernama Blindspot, yang sepertinya akan menawarkan pengalaman berbeda. Mari kita bedah, apakah game ini akan menjadi angin segar atau malah menambah daftar panjang game yang kurang greget.

Mengungkap Identitas "Blindspot"

Beberapa bulan setelah kode nama "Project Arc" akhirnya diumumkan, akhirnya muncul nama resmi untuk spin-off PUBG ini: PUBG: Blindspot. Sebuah demo gratis untuk game shooter taktis multiplayer top-down akan diluncurkan pada 20 Februari, beberapa hari sebelum Steam Next Fest.

Krafton menggambarkannya sebagai game kompetitif berbasis pertandingan yang mengalihkan aksi taktis "realistis" ala PUBG dari lingkungan dunia terbuka game utama ke pengaturan jarak dekat. Peta yang lebih kecil dan gameplay lima lawan lima akan memastikan pertandingan yang lebih cepat dan lebih pendek. Secara keseluruhan, Blindspot terdengar seperti cerminan dari PUBG: Battlegrounds.

Gaya permainan ini memang menjanjikan sesuatu yang baru. Bayangkan, alih-alih bersembunyi di balik semak-semak, kamu harus berpikir lebih taktis dan memanfaatkan lingkungan sekitar. Ini bukan lagi sekadar masalah bertahan hidup, tapi juga strategi dan kerja sama tim.

Senjata dan "Perang Urat Saraf"

Jangan khawatir, daftar senjata di Blindspot cukup familiar. Mulai dari senapan serbu, senapan mesin ringan, hingga senapan sniper. Beberapa senjata yang sudah dikenal seperti Mk14 dan P90 juga ikut meramaikan. Kamu juga bisa memanfaatkan granat zona biru, drone pengintaian, bahan peledak jarak dekat, flashbang, dan granat asap.

Yang menarik, game ini punya "fitur mata-mata" yang membuatmu harus berpikir lebih keras. Lawan dan barang-barang penting lainnya akan tersembunyi di balik tembok, yang memaksa kamu untuk kreatif mencari cara mengintip. Peledak dan palu akan jadi teman baik dalam menghancurkan tembok. Ini adalah cara yang unik untuk memaksamu menggunakan otak, alih-alih hanya mengandalkan refleks.

Selain itu, semua informasi visual yang kamu dapatkan akan langsung dibagikan ke seluruh tim. Jadi, kamu tidak perlu lagi berteriak-teriak di voice chat. Ini akan sangat membantu pemain yang memang lebih suka bermain tanpa banyak bicara.

Aturan Main: Serbu atau Pertahankan

Blindspot mengadopsi aturan misi bom: tim penyerang harus mencapai dan meretas "Crypt" tersembunyi untuk mengaktifkan "Blue Chip". Tim bertahan harus mencegah lawan mencapai Crypt dengan memblokir pintu dan mendirikan barikade. Game ini menampilkan beberapa karakter dengan spesialisasi berbeda, seperti serangan jarak dekat, tempur jarak jauh, atau granat gas.

Konsep ini membuat Blindspot punya dinamika permainan yang berbeda. Kamu bisa memilih menjadi penyerang yang agresif atau bertahan dengan strategi yang matang. Semua keputusan ada di tanganmu.

Kapan Bisa Dimainkan?

Krafton memperkenalkan Project Arc pada awal November dan mengadakan kompetisi undangan pada bulan berikutnya. Versi beta tertutup singkat berlangsung pada Januari, tetapi rincian rilis selain dari demo masih belum jelas. Steam Next Fest akan menyertakan ratusan demo gratis, termasuk Blindspot, dan berlangsung dari 24 Februari hingga 3 Maret.

"The Sims" Versi PUBG?

Selain Blindspot, Krafton juga punya kejutan lain. Perusahaan yang dikenal dengan PUBG ini akan segera merilis game ala The Sims, berjudul inZOI. Ketika perusahaan mengungkapnya tahun lalu, game simulasi kehidupan tersebut mengesankan audiens dengan grafis Unreal Engine 5 kelas atas dan sistem kustomisasi karakter yang fleksibel. Ketersediaan Akses Awal dimulai 28 Maret.

Jadi, apakah Blindspot akan berhasil memikat hati para gamers? Kita tunggu saja tanggal mainnya. Tapi dari apa yang sudah dijanjikan, game ini punya potensi besar untuk menjadi pelarian seru dari rutinitas battle royale yang mungkin sudah mulai membosankan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Investasi Perumahan Besar UEA di Indonesia: Peluang Atasi Krisis Perumahan & Potensi Risiko

Next Post

Empat Warga Myanmar Didakwa Selundupkan 76 Imigran Rohingya ke Indonesia