Jokowi dan IKN: Ketika Efisiensi Anggaran Jadi Drama Korea
Beberapa waktu lalu, kita disuguhi drama anggaran yang cukup menarik perhatian. Kabarnya, Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan dengan memblokir anggaran Ibu Kota Negara (IKN). Sebuah langkah yang tentu saja mengundang berbagai reaksi, mulai dari kaget, bingung, hingga mungkin ada yang merasa "akhirnya!". Siapa yang tidak tertarik dengan drama politik, kan?
Jokowi, sebagai tokoh sentral yang sebelumnya getol menggaungkan IKN, memilih untuk tidak berkomentar banyak. Beliau sepertinya lebih suka menikmati kopi sambil menyaksikan "pertunjukan" ini dari kejauhan. "Tanya saja ke Kepala Otorita IKN, tanya pemerintah," begitu katanya, sambil tersenyum tipis. Mungkin beliau sedang sibuk menyusun album K-Pop.
Komunikasi dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, tetap berjalan, kok. Tapi, kata Jokowi, hanya sebatas basa-basi, menanyakan kabar, bukan urusan pekerjaan. Bayangkan, dua orang penting ini hanya saling tanya, "Apa kabar?" dan "Keluarga sehat?" Mirip percakapan di grup WhatsApp keluarga, ya?
Efisiensi Itu… Apaan Sih?
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memberikan sedikit pencerahan. Menurutnya, anggaran IKN memang tidak "dikunci" sepenuhnya, hanya ada penekanan soal efisiensi. Jadi, bukan di-locked, tapi di-hemat, gitu?
Anggaran, Efisiensi, dan Gaya Hidup Sultan
Efisiensi ini, katanya, bukan hanya berlaku untuk IKN, tetapi untuk semua anggaran kementerian. Wah, berarti semua menteri harus mulai belajar menabung, nih!
Apakah Efisiensi Hanya Janji Manis?
Lalu, bagaimana dengan nasib IKN sendiri? Apakah proyek ambisius ini akan jalan terus, atau justru "terpaksa" disusul? Jawabannya, ternyata, masih abu-abu. Mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mengumpulkan uang receh, siapa tahu bisa buat beli tanah di IKN, dengan harapan harganya naik drastis.
Jokowi: Sang Pengamat yang Bijak?
Keputusan Jokowi untuk memilih diam dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah saat ini, bisa diartikan sebagai sikap bijak. Beliau mungkin sedang menikmati waktu luang setelah "pensiun" dari jabatan presiden, atau mungkin sedang menyiapkan kejutan lain.
Jadi, Bagaimana Nasib IKN?
Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah, bagaimana nasib IKN ke depannya? Apakah penghematan anggaran akan berdampak signifikan pada progres pembangunannya? Atau, mungkin malah ada ide-ide baru yang lebih "out of the box"?
Kita tunggu saja kelanjutan dramanya. Sambil ngopi, sambil pantengin berita. Siapa tahu ada kejutan menarik lainnya yang siap menghibur kita. Mungkin ada serial TV tentang IKN, siapa tahu?