Skullgirls: Ketika Cinta dan Duit Adu Mulut di Dunia Game
Pernah nggak sih, kamu lagi asyik-asyiknya main game favorit, eh tiba-tiba developernya berantem sama publisher? Nah, itulah yang lagi terjadi di dunia Skullgirls. Game fighting 2D keren yang bikin kita betah berlama-lama di depan layar ini, lagi nggak baik-baik saja.
Awal Mula Kisah Cinta yang Berujung Perang Dingin
Semua berawal dari Skullgirls. Game yang aslinya rilis tahun 2012 ini langsung jadi primadona di kalangan gamer. Konsep fighting-nya yang fresh dengan sistem tag-team mengingatkan kita pada masa kejayaan Marvel vs. Capcom. Eh, tapi, siapa sangka, di balik kesuksesan itu tersimpan drama yang bikin geleng-geleng kepala.
Kemudian, muncul Skullgirls 2nd Encore, yang hadir dengan tambahan konten dan penyempurnaan. Lalu, Skullgirls Mobile pun lahir, memperluas jangkauan game ini ke platform yang lebih luas. Hidden Variable Studios (HVS), developer Skullgirls Mobile, juga turut andil dalam perkembangan game ini, termasuk porting ke berbagai platform dan pengembangan webtoon.
Ketika Uang Jadi Biang Kerok
Masalah mulai muncul ketika HVS mengklaim Autumn Games, publisher Skullgirls, berutang duit sekitar $1.25 juta! HVS menuding Autumn Games ingkar janji, nggak bayar-bayar tagihan. Padahal, HVS udah kerja keras buat support game ini. Nggak cuma itu, HVS juga udah nyerahin password untuk Skullgirls Mobile sebagai bentuk protes.
Dampak Buruk Sengketa
HVS akhirnya memutuskan untuk stop semua proyek Skullgirls dan menggugat Autumn Games ke pengadilan. Klien HVS itu meminta penyelesaian utang dan ganti rugi atas pelanggaran kontrak yang dituduhkan. Nggak kebayang kan, gimana rasanya kalau tim yang udah kerja keras, eh, malah nggak dibayar?
Autumn Games Ambil Alih, Nasib Skullgirls Gimana?
Di tengah kekacauan ini, Autumn Games, sebagai publisher, malah bilang santai. Mereka berjanji akan terus mendukung Skullgirls, bahkan mengambil alih pengembangan game. Kabarnya, Autumn Games sudah mulai terlibat dalam pengembangan game ini beberapa bulan lalu, termasuk menyiapkan fitur guilds yang katanya akan rilis tahun ini. Wah, semangat banget, ya?
Reaksi Komunitas: Senang atau Khawatir?
Respons dari komunitas pemain Skullgirls juga beragam. Ada yang adem ayem aja, berharap game ini tetap berjalan. Tapi, ada juga yang seneng dengan keluarnya HVS. Namanya juga komunitas, pasti ada pro dan kontra. Nah, tim Reverge Labs yang mengembangkan Skullgirls awal, akhirnya membentuk Future Club nih. Kerennya, Future Club ini memberikan bantuan ke developer lain, termasuk HVS dan Autumn Games.
Skullgirls: Antara Harapan dan Kenyataaan
Masalah ini jadi headline banget, mengingatkan kita bahwa di balik layar game-game keren, ada persaingan bisnis yang nggak kalah seru dari pertarungan di game itu sendiri. Kita sebagai pemain, pengennya sih game favorit terus update dan berkembang tanpa gangguan. Tapi, ya, begitulah dunia.
Masa Depan Game Bertarung Ini
Autumn Games berjanji untuk melanjutkan Skullgirls. Kita tunggu saja, apakah janji itu akan terwujud atau malah zonk. Semoga saja, drama ini nggak berlarut-larut dan nggak mengganggu keseruan kita bermain Skullgirls. Kita lihat saja bagaimana kelanjutan kisahnya. Yang jelas, tetap semangat main game, ya!