Selamat Ulang Tahun! (Dan Mari Kita Cek Kesehatan)
Pemerintah akhirnya memutuskan untuk turun tangan. Bukan, bukan soal giveaway iPhone atau diskon tiket konser K-Pop. Kabar baiknya, mereka mau nraktir kita semua cek kesehatan gratis! Tepat di hari ulang tahun pula. Sebuah ide yang… menarik. Mari kita bedah lebih dalam, kira-kira apa yang bisa kita harapkan dari program "hadiah ulang tahun" ini.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berencana meluncurkan program skrining kesehatan gratis secara nasional pada tanggal 10 Februari. Melalui program ini, warga negara bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai usia mereka, tepat di hari ulang tahun. Peluncuran program ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat. Tujuan utama program ini adalah untuk deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular (PTM) yang kini menjadi momok bagi banyak orang.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini akan dilakukan secara bertahap. Anak-anak hingga usia 6 tahun dan orang dewasa di atas 18 tahun beruntung bisa langsung merasakan manfaatnya. Sementara itu, para siswa usia 7-17 tahun akan mendapat pelayanan serupa di sekolah mulai Juli mendatang. Kabarnya, skrining untuk anak-anak prasekolah dan orang dewasa akan tersedia di 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
Melihat rentang usia yang ditargetkan, sepertinya pemerintah cukup serius dalam upaya preventif ini. Mulai dari yang masih crying in the crib, hingga yang sudah mulai mikir, "Kapan ya cucu gue nikah?" semua kebagian. Kita bisa melihat langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Dan yang lebih penting, sebagai bentuk investasi jangka panjang.
Kenapa Harus Cek Kesehatan? (Jangan Tunggu Sakit!)
Kebanyakan dari kita, mungkin termasuk kamu, iya kamu!, cenderung mengabaikan kesehatan. "Ah, masih muda, nanti juga sembuh sendiri." Atau, "Kalau nggak ada keluhan, ngapain cek? Buang-buang duit aja." Pola pikir seperti ini yang mau diubah. Pemerintah tampaknya ingin mengingatkan kita bahwa kesehatan itu aset.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, bahkan sampai mengingatkan bahwa banyak orang takut mengetahui kondisi kesehatannya. Mungkin, karena takut hasilnya nggak sesuai ekspektasi. Padahal, deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa, lho! Memangnya kamu mau sakit parah baru sadar perlu perbaikan gaya hidup?
Bayangkan saja, jika kamu mengetahui ada potensi penyakit sejak awal, kamu punya kesempatan untuk melakukan pencegahan. Mengubah pola makan, rutin olahraga, atau bahkan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Semua itu jauh lebih baik daripada harus menjalani pengobatan yang rumit dan mahal. Lagian, siapa sih yang mau bolak-balik rumah sakit?
Jangan Kaget Kalau Hasilnya Mengejutkan
Program skrining ini menawarkan berbagai jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan usia. Mulai dari bayi yang baru lahir hingga lansia, semua akan mendapat pemeriksaan yang berbeda. Bagi bayi baru lahir, akan ada pemeriksaan hormon tiroid, enzim sel darah merah, hingga deteksi kelainan jantung bawaan.
Untuk anak-anak usia 1-6 tahun, akan ada pemeriksaan tumbuh kembang, TBC, pendengaran, penglihatan, kesehatan gigi, dan kadar gula darah. Sementara itu, orang dewasa usia 18-59 tahun akan mendapat pemeriksaan yang lebih lengkap, termasuk tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, risiko stroke, penyakit jantung, kanker, hepatitis, gangguan mental, dan infeksi menular seksual. Wow, lengkap bener!
Khusus untuk orang dewasa di atas 40 tahun, akan ada skrining kanker yang disesuaikan dengan gender. Perempuan akan mendapat pemeriksaan deteksi kanker payudara dan serviks, sementara laki-laki akan mendapat skrining kanker paru-paru dan kolorektal. Plus, ada pula penilaian geriatri untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun. Sebuah paket lengkap untuk memastikan kita semua sehat lahir dan batin.
Kamu bisa mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Tapi, ada syaratnya. Kamu harus sudah mengaktifkan keanggotaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) minimal satu bulan sebelum ulang tahun. Di fasilitas kesehatan, kamu perlu menunjukkan KTP, tiket dari aplikasi, dan mengisi formulir pendaftaran. Jadi, jangan lupa urus BPJS-mu dari sekarang, ya!
"Hadiah Ulang Tahun" yang Kita Butuhkan?
Program ini jelas patut diapresiasi. Pemerintah tampaknya ingin mengubah paradigma masyarakat tentang kesehatan. Bukan hanya sekadar berobat saat sakit, tapi juga melakukan pencegahan. Kita semua, apalagi Gen Z dan milenial yang seringkali cuek soal kesehatan, perlu boost semacam ini.
Tentu saja, ada tantangan di balik program ini. Bagaimana memastikan kualitas pemeriksaan di seluruh fasilitas kesehatan? Bagaimana menjaga kerahasiaan data pasien? Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau memanfaatkan program ini? Ini adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.
Menariknya, program ini hadir di saat yang tepat, di mana kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental juga semakin meningkat. Cek kesehatan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang memastikan bahwa pikiran dan jiwa kita juga dalam kondisi yang baik. Dengan adanya program ini, semoga kita semua bisa lebih peduli pada diri sendiri, dan pada akhirnya, bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas.
Semoga kado ultah dari pemerintah ini bukan cuma basa-basi. Semoga saja, kita semua bisa hidup lebih sehat dan bahagia. Karena pada akhirnya, hidup ini terlalu singkat kalau cuma dihabiskan di rumah sakit.