Lady Gaga: "Abracadabra" dan Magis di Balik Kembalinya Sang Ratu
Siapa yang menyangka, setelah sekian lama, Lady Gaga masih bisa bikin jagat maya heboh? Setelah penampilan memukau di Grammy 2025, semua mata tertuju pada "Abracadabra," single ketiga dari album terbarunya, Mayhem. Kritikus musik bahkan sudah menjulukinya sebagai comeback Gaga yang paling dahsyat. Ditulis hanya oleh Gaga sendiri, lagu ini mengeksplorasi pergulatan batin seorang seniman yang terus ingin berevolusi, baik dari segi musik, estetika, maupun sebagai pribadi. Di saat yang sama, ia harus menghadapi tekanan luar biasa untuk terus merilis bop demi bop.
Dengarkan single ini dengan volume maksimal, sambil bergoyang di dance floor terdekat. Namun, bukan hanya lagunya yang bikin penasaran, video musik "Abracadabra" juga tak kalah memukau. Bagi yang sudah lama mengikuti Gaga, video ini mengingatkan kita pada proyek-proyek gelap dan ikonik seperti "Marry the Night," "Alejandro," dan tentu saja, "Bad Romance."
Haus of Gaga: Kolaborasi yang Beda
Gaga kembali menggandeng tim legendarisnya (Sarah Tanno untuk makeup, Frederic Aspiras untuk urusan rambut), tetapi kali ini ia mencoba sesuatu yang baru. Ia melibatkan empat stylist dan seorang koreografer baru, Parris Goebel (yang sudah bekerja dengan Rihanna, Beyoncé, dan Justin Bieber). Goebel juga ikut menyutradarai "Abracadabra" bersama Gaga dan Bethany Vargas. Video ini dibuat bekerja sama dengan Mastercard, dan kabarnya, akan ada proyek-proyek Mayhem lain yang tak kalah megah.
Goebel Bongkar Rahasia “Abracadabra”
Goebel berbagi pengalamannya bekerja dengan Gaga. Ia mengaku merasa seperti mimpi yang jadi kenyataan. Gaga, menurutnya, adalah sosok yang menginspirasi dan tak kenal batas. Goebel menambahkan, "Sekarang, menjadi bagian dari dunia Gaga adalah hal paling keren yang pernah saya lakukan. Rasanya seperti naik roller coaster, dan kamu tidak ingin berhenti."
Gerakan yang Membebaskan
Empat pelatih gerakan juga dilibatkan dalam video ini. Goebel menjelaskan bahwa mereka ingin semua orang kembali menari, menemukan kebebasan di lantai dansa. "Lagu ini meminta itu," katanya. "Ini sangat hebat. Lagu ini punya energi yang membara. Kami bertanya, ‘Jika kami menciptakan klub Gaga sendiri di dunia yang gila ini, seperti apa jadinya?'"
Referensi Masa Lalu?
Banyak penggemar yang membandingkan video ini dengan karya-karya Gaga sebelumnya. Namun, Goebel menegaskan bahwa ia tidak punya niat untuk meniru. Ia hanya ingin memberikan perspektifnya sendiri terhadap dunia Gaga. "Pada akhirnya, dia adalah Gaga. Dia punya kepribadian dan DNA dalam karyanya, jadi pasti akan terasa seperti dia. Saya mencoba untuk memberikan sentuhan saya pada dirinya yang sudah ada."
Tantangan di Balik Layar
Proses persiapan "Abracadabra" memakan waktu sekitar tiga minggu. Syutingnya sendiri hanya dua hari, tetapi sangat melelahkan. Gaga, menurut Goebel, rela berlatih keras dan memberikan yang terbaik untuk para penari. Gaya yang ditampilkan Gaga memang avant-garde.
Menghidupkan Kembali Pop Culture
Goebel membocorkan bahwa era Mayhem akan membawa pop culture kembali ke kehidupan. Ia menambahkan, "Ini tentang dualitas seorang bintang pop yang memiliki ego dan kekuatan, dan sosok Gaga yang masih polos. Kita semua bisa merasakan itu dalam hidup. Setiap saat kita selalu berpikir, ‘Jika tidak bekerja keras, kita tidak akan mendapatkannya.'"
Keajaiban di Balik Panggung
Set yang digunakan dalam video ini dibangun secara fisik, bukan menggunakan green screen atau CGI. Goebel menjelaskan bahwa ia ingin menciptakan dunia yang nyata, sehingga semua orang bisa benar-benar "tersesat" di dalamnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan semangat.
Sebagai seorang koreografer, Goebel sangat memperhatikan kesejahteraan para penarinya. Ia memastikan bahwa mereka merasa aman dan dihargai. Bahkan, ia meminta Gaga untuk memasang lantai khusus yang empuk agar para penari tidak cedera saat berlatih.
Semua ini menjadi bukti bahwa Gaga sangat peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Keterlibatan Mastercard dalam proyek ini, menurut Goebel, adalah momen yang sangat penting. Hal ini menjadi kesempatan untuk merayakan tarian, musik Gaga, dan warisannya. Di dunia yang penuh distraksi ini, "Abracadabra" hadir sebagai pengingat akan kebebasan dan kegembiraan.