Ozzy Osbourne: Tetap Garang, Tapi Nggak Mau Jadi Bintang TV
Di sebuah ruangan serba putih yang bikin mata sepet, Ozzy Osbourne, sang Prince of Darkness, duduk santai. Ya, ruangan putih pucat! Dinding, langit-langit, lantai, meja—semuanya putih bersih. Serasa kayak masuk surga, tapi kok ngga ada bidadarinya ya? Berbeda kontras dengan sekelilingnya, Ozzy tetap dengan gaya khasnya: serba hitam. Hanya kalung salib emas yang jadi pembeda, menggantung di dada yang mulai agak turun. Rambutnya yang biasanya lurus kayak jalan tol, kali ini agak bergelombang. Mungkin kebanyakan nge-rock kali, ya?
Ruangan yang lebih mirip laboratorium daripada tempat wawancara ini bikin suasana makin spektral. Penulis Metal Hammer (kalau lo ga tau, cari tau sendiri!) merasa kayak lagi di gerbangnya Saint Peter, nge-judge dosa-dosa Ozzy dan mikir bakal seberapa rusuh kalau dia dibolehin masuk surga awan-awan dan suara harpa. Tapi, setelah denger lagu barunya, "Diggin' Me Down", kayaknya gerbangnya bakal ditutup rapat-rapat nih.
Ozzy Osbourne: "Jesus Freaks" Siap-Siap Kena Semprot!
"Gue yakin bakal kena nyinyiran dari para ‘Jesus freaks' karena lagu itu," kata Ozzy, santai tapi menusuk. Dan benar saja, lagu barunya ini emang cukup "provokatif". Jangan kaget kalau besoknya akun sosmed Ozzy dibanjiri komentar dari fans yang agak kurang suka sama liriknya. Tapi, itulah Ozzy. Ngga peduli omongan orang, yang penting nge-rock!
Waktu itu, Ozzy lagi promo album barunya, Scream. Album ini jadi momen penting karena jadi album pertama Ozzy tanpa gitaris Zakk Wylde sejak The Ultimate Sin (1986). Dan tanpa drummer Mike Bordin sejak 1995. Line-up baru dengan Gus G dari Firewind dan Tommy Clefetos (Rob Zombie, Alice Cooper) sebagai pengganti. Ditambah Blasko sebagai bassist dan Adam Wakeman di keyboard. Siap-siap telinga kamu berdendang!
Album "Scream": Masih Berakar Kuat di Black Sabbath?
"Album barunya terdengar luar biasa berat," kata Ozzy. Emang bener sih, kalau lo dengerin, ada nuansa Black Sabbath yang kuat banget. Ada riff "Iron Man" di sana. Ozzy juga bilang, dia punya studio ProTools sendiri di rumahnya, yang dia kasih nama "The Bunker". Produser album ini, Kevin Churko, emang jenius banget. Mereka berdua yang bikin fondasinya, baru deh ngisi band-nya. Cara kerja yang baru buat Ozzy.
Ozzy juga cerita tentang lirik lagu "Diggin' Me Down": "How will I know you, Mr Jesus Christ, how will I know that you're the Son Of God?" Lirik yang bikin para fans mikir, "Ini Ozzy kenapa, sih?". Tapi, emang itulah Ozzy. Nggak takut mempertanyakan segalanya, termasuk soal agama. “Gue nggak ngerti sama konsep agama yang terorganisir," katanya dengan nada yang santai.
"Soul Sucker": Tentang Orang-Orang yang Cuma Mau Manfaatin?
Lagu lainnya, "Soul Sucker", kayaknya cerita tentang orang-orang yang cuma mau manfaatin dia. "Ya, orang-orang selalu mau sesuatu, kan? Mau sesuatu tanpa usaha. Gila aja," kata Ozzy. Dia sih cuma nyuruh mereka "minggat!". "Let It Die" lagu menarik lainnya di album ini. Liriknya sangat repetitif. Seperti lagu Billy Joel (We Didn’t Start The Fire)," lanjutnya.
Ozzy juga bahas soal Gus G, gitaris barunya. "Gus G: dia orang Yunani, bukan?" dan kemudian dia juga bilang, "Zakk Wylde udah kayak jadi Black Label Society, gue nggak mau nge-down -in dia, gue suka banget karya dia, tapi gue udah mikirin hal ini selama dua atau tiga tahun, nyari pengganti yang permanen."
Ozzy juga curhat soal judul album "Soul Sucka” yang ternyata dikomen banyak orang. "Gue nggak nyangka kata ‘sucka' itu dipake di dunia hip-hop. Gue nggak dengerin musik kayak gitu, tau nggak?" jelasnya.
Ozzy tetap nge-rock, guys!
Ozzy tetap bersemangat bikin musik. Dia bilang, "Lo harus punya sesuatu untuk dikerjain. Kalau gue nggak bisa bikin album atau manggung, gue BT banget." Ketika ditanya soal pensiun, dia bilang, "Kalau gue masih bisa dan orang-orang masih mau lihat gue, ya oke. Gue nggak mau dari arena dan festival turun ke bar dan klub murahan; gue nggak mau begitu. Gue lagi mau ngadain beberapa show kecil di London—gue suka ngelakuin itu sesekali, tapi gue nggak akan ngelakuin itu kalau itu satu-satunya yang tersisa. Gue nggak bodoh. Gue nggak akan dari show yang sold out main di depan tiga orang,".
Dunia rock emang nggak ada matinya, guys!