in

Lagi-lagi, S3 Digital Marketing Nih!

Habis musim politik, munculah musim CPNS

Belakangan ini lagi ramai pemberitaan soal pendaftaran CPNS 2019. Hal ini disambut meriah oleh calon pendaftar di seluruh nusantara. Siapa sih yang nggak pengen kerja jadi PNS? Kasta tertinggi dalam kehidupan sosial masyarakat baik itu guru, tantara, polisi, pegawai BUMN, atau hanya pesuruh di kelurahan yang penting punya Nomor Induk Pegawai (NIP). Nggak cuma gaji pokok yang tinggi, tapi tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan kesehatan, tunjangan pension, dan tunjangan lain dari pemerintah yang sangat sangat lebih dari cukup.

Pada momen pendaftaran CPNS ini sangat tepat untuk dimanfaatkan oleh beberapa oknum, seperti akun Instagram yang satu ini @cpnsindonesia.id . Yash, akupun tahu akun ini dari update-an story beberapa temenku  ­­̶ bahkan banyak banget yang update! Sebenernya aku percaya nggak percaya sih sama akun-akun beginian, karena pasti pemerintah sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut para CPNS-CPNS baru dengan akun resmi mereka.

Nah, dari situ aku langsung buka platform lain yaitu Twitter. Banyak banget Re-Tweet seputar hal ini. Kok ya ndelalah (kebetulan) pas ya, hahaha. Di sini kita korek bareng-bareng.

  1. Dari bio Instagram-nya kok nggak jelas? Nggak jelas sumbernya, dari lembaga mana kita nggak tahu, dan nggak ada landasan hukumnya juga. 
  2. Website yang tercantum. Aku pikir ketika aku klik linknya bakal muncul artikel atau semacamnya yang berkaitan soal CPNS. Although kita tau segala macam persyaratan dan tips n’ trick untuk mengerjakan soal CNPS, sebagai orang awam yang buta akan hal itu, aku berharap lebih dari link tersebut. Eh, tahunya langsung form pendaftaran. 
  3. Pengisian form pendaftaran. Hellooooo, sekelas CPNS kok form pendaftarannya pake Google Form? Kayak tugas SMA deh ya, huhu. Isi formnya pun cukup detail yang lumayan banget buat dijadiin duit. Misalnya, buat memenuhi target ads, atau bisa juga disalahgunakan.  
  4. Harus kirim bukti screenshoot. Kok kayak belanja onlen ya? Kirim bukti transfer, haha. Di sini kita harus upload bukti screenshot kalau sudah follow akun Instagram tersebut, bukti komen, dan bukti update di Instagram story. Hadeeh, keliatan banget kalau pansos ya? Berasa lagi ikutan giveaway dari para influencer-influencer.
  5. Try out dilaksanakan serentak. Sekaya apa mereka sampe bisa sewa sever buat handle ratusan ribu bahkan jutaan orang tanpa dibatasi jumlahnya? Yakin nggak bakal down?

Mungkin segitu dulu ya penjelasan versiku.

Pesan moralnya adalah: tetap berhati-hati jika itu melibatkan data-data pribadi, masih ada banyak metode untuk belajar daripada hanya sekadar ikut-ikutan yang lain.

Silahkan kalau ada yang berpendapat lain bisa comment di bawah sini.

Terima kasih.

Pendidikan Seks Itu Penting Diajarkan Sejak Dini, Mengapa?

Melawan Polusi Yang Terus Mencuat