in

Kita Tujuhcahaya

Kita sudah berdiri sejak lama, sejak tahun 2011. Perubahan dari bentuk tujuhcahaya selalu berubah. Sempat kehilangan visi dan kehilangan arah, mau dibawa kemana website sederhana ini. 

Pernah kita mencoba menjadi sebuah forum, sempat ramai juga. Namun karena di jaman dulu biaya server sangat tinggi, akhirnya ditutup karena tidak ada pemasukan sama sekali. 

Pada dasarnya Tujuhcahaya memang sebuah web yang tidak ditujukan untuk mencari profit. Pernah pada suatu. waktu kita mencoba untuk membawa wadah ini ke ranah komersil. Ramai juga. Namun, investor memilih menarik diri karena belum dirasa menhasilkan. 

Sampai sekarang, Tujuhcahaya tidak berbentuk. Tak berwujud, kosongan, trial error kanan kiri, dan tetap tidak ada hasilnya. 

Di awal tahun 2019. Kita sempat mencoba mendirikan Tujuhcahaya kembali. Dibantu beberapa rekanan, kita mencoba menulis beberapa soft news dan radio streaming. 

Cukup membuahkan hasil, pengunjung tetap sudah ada. Namun ternyata kita tidak Google friendly. Karena disinyalir, isi konten kita tidak original. Ya bagaimana mau original, kalau kita menuliskan sebuah berita, ternyata media lain juga menulis berita yang sama. 

Sempat menyerah, ingin di hapus saja domain ini. Tagihan perbulan jalan terus pula, namun tidak melakukan apa-apa. Serasa kita ngontrak sebuah apartment, tapi kita tidak pernah menempatinya. eman-eman. 

Hingga akhirnya, bertemulah dengan pembuat aplikasi anonim. Dia membicarakan kebutuhan netizen, yaitu sambatan alias mengeluarkan unek-unek tanpa takut dengan kebebasan berekspresi. 

Peminat aplikasi anonim ini sungguh luar biasa. Jauh diluar logika kita. Kebutuhan untuk bercerita masih diminati. 

Kita tidak ingin meniru hal tersebut. Namun, satu benang merah yang bisa saya tangkap, bahwa kita semua butuh curhat. Entah laki entah perempuan. Entah single atau berpasangan. 

Yasudah, kita ulang lagi (lagi dan lagi) menulis ulang website ini. Kita mencoba fokus ke user-based. Dari kamu untuk kamu. Kamu pengin cerita tanpa diusik atau malu dikira alay atau bucin? yasudah, cerita aja disini. 

Ya semoga, kita bisa bertahan sampai ada user atau pengunjung yang mau hati mencurahkan isi hatinya disini. 

demikianlah..

2 Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Kekerasan Finansial Mulai Merebak