Kanye West: Antara Kontroversi, Konser Batal, dan Sensasi yang Tak Berkesudahan
Pernahkah kamu bertanya-tanya, sebenarnya apa yang ada di pikiran Kanye West? Bukan, bukan pertanyaan filosofis yang rumit, tapi lebih ke arah, "Kenapa sih, dia selalu bikin ulah?". Kabar terbaru, konser Kanye di Jepang batal karena ulahnya di Grammy 2025.
Kali ini, bukan cuma musiknya yang jadi sorotan, tapi juga penampilan kontroversial bersama sang istri, Bianca Censori. Mereka datang ke acara bergengsi itu dengan gaya yang… ya, bisa dibilang seperti biasa. Tapi kali ini, Jepang sepertinya sudah ‘muak' dengan drama tersebut. Pertunjukan yang sudah di depan mata senilai 20 juta dolar AS akhirnya kandas.
Jepang: Bukan Tempat Bermain untuk Sensasi Murah
Penampilan Kanye dan Bianca di karpet merah Grammy 2025 cukup bikin geger. Bianca mengenakan pakaian yang… ya sudahlah, mari kita sebut ‘transparan'. Kabarnya, mereka tidak diusir, tapi memilih pergi sendiri. Namun, dampaknya terasa sekali: Jepang langsung memberi sinyal ‘peringatan keras'.
Kanye, yang seharusnya mendapat nominasi untuk lagu "Carnival", malah lebih memilih menjadi pusat perhatian dengan cara yang, entah kenapa, selalu menyinggung banyak orang. Investor Jepang merasa terganggu dengan ulah Kanye yang dianggap tidak menghargai. Seorang sumber bahkan dengan santainya berkata, “Kanye salah besar menilai toleransi orang Jepang.”
Ketika Sensasi Mengalahkan Empati
Bukan cuma soal pakaian, Kanye juga dianggap keterlaluan karena melakukan gestur yang dianggap ‘seksi' di acara yang seharusnya bersifat amal. Acara tersebut bertujuan untuk mendukung korban kebakaran hutan di Los Angeles. Tindakan Kanye ini langsung menuai kritik pedas. Ada yang bilang itu tidak sopan, ada pula yang menyebutnya ‘tidak punya rasa' sama sekali.
Imbasnya langsung terasa. Penampilannya di Tokyo Dome terancam batal, investor menarik dukungan, dan kariernya kembali di ujung tanduk. Memang, sih, Kanye sudah sering bikin ulah. Tapi kali ini, sepertinya dampaknya lebih besar.
Bianca Censori: Korban atau Kolaborator?
Yang menarik perhatian, tentu saja, peran Bianca Censori dalam semua ini. Banyak orang yang menganggap Bianca sebagai ‘proyek seni berjalan' Kanye. Meski begitu, Bianca sepertinya mendukung penuh "visi artistik" Kanye. Hal ini memicu spekulasi tentang hubungan mereka. Apakah Kanye benar-benar peduli atau hanya memanfaatkan Bianca untuk menciptakan sensasi?
Kanye West memang dikenal sebagai sosok yang penuh kejutan. Namun, akankah ia mau mengubah image-nya? Atau justru terus mengejar kontroversi demi popularitas?
Semoga saja, Kanye bisa belajar dari pengalaman ini. Atau, setidaknya, belajar untuk tidak membuat kita semua geleng-geleng kepala lagi.