Jangan Takut ‘Didadai', Deteksi Dini Kanker Payudara Itu Penting!
Pernah nggak sih kamu mikir, kok ya, urusan kesehatan perempuan itu masih sering dianggap tabu? Padahal, kesehatan itu kan hak semua orang, nggak peduli apapun gendernya. Tapi, nyatanya, banyak banget perempuan Indonesia yang masih mager buat periksa payudara, alasannya macam-macam. Ada yang takut, malu, atau bahkan nggak tahu kalau deteksi dini itu penting banget.
Kita semua tahu (atau setidaknya harusnya tahu) bahwa kanker payudara adalah salah satu momok paling menakutkan bagi perempuan. Data dari Global Cancer Observatory tahun 2022 nunjukkin angka yang bikin merinding: lebih dari 400.000 kasus kanker baru di Indonesia. Nah, yang lebih bikin sedih adalah, 7 dari 10 kasus itu baru ketahuan pas sudah stadium lanjut. Artinya, pilihan pengobatan jadi terbatas, dan peluang buat sembuh jadi lebih kecil. Padahal, kalau ketahuan lebih awal, peluangnya bisa sampai 98%!
Untungnya, beberapa pihak mulai ngeh tentang masalah ini. Salah satunya adalah Fujifilm Indonesia yang menggandeng MedicElle Clinic di Surabaya buat program "Cancer-Free Towards a Healthy Family". Mereka ngasih layanan mammogram 3D gratis buat 100 perempuan. Keren, kan? Kegeraman ini perlu diapresiasi dan dijadikan contoh.
Malu-malu Tapi Mau? Hilangkan Stigma Soal Periksa Payudara
Salah satu alasan paling klasik kenapa perempuan malas periksa payudara itu adalah rasa malu. Ehm, ini sih PR banget buat kita semua. Padahal, periksa payudara itu sama sekali nggak memalukan, guys. Malahan, ini adalah bentuk self-love yang paling konkret. Dengan periksa, kamu jadi tahu kondisi tubuhmu, dan bisa segera ambil tindakan kalau ada yang nggak beres.
Di beberapa komunitas, periksa payudara bahkan masih dianggap tabu. Ada anggapan kalau penyakit itu aib, dan kalau kena penyakit, bisa jadi beban buat keluarga. Duh, pikiran macam ini harus segera dibuang jauh-jauh deh. Ingat, kamu berhak sehat, dan keluarga pasti lebih senang kalau kamu sehat walafiat, kan? Jangan sampai gara-gara pikiran kolot, nyawa jadi taruhannya.
Banyak juga yang takut sama prosesnya. Pengennya sih, tiba-tiba tahu sehat, tapi kalau harus berurusan sama jarum suntik atau alat-alat medis, langsung nggak semangat. Tenang, guys, teknologi medis sekarang sudah canggih banget, kok. Mammogram zaman sekarang sudah jauh lebih nyaman daripada dulu.
Bayangin Kalau Kanker Bisa Lebih Dini Terdeteksi
Fujifilm Indonesia punya teknologi mammogram digital bertenaga AI. Katanya, sih, alat ini nggak cuma bikin pemeriksaan lebih nyaman, tapi juga lebih cepat dan akurat mendeteksi potensi kanker. Radiasinya juga minim. Jadi, kamu bisa lebih tenang dan nggak perlu khawatir soal efek samping yang berlebihan.
Teknologi Oke, Tapi Edukasi Juga Penting
Selain teknologi, edukasi tentang kanker payudara juga nggak kalah penting. Banyak perempuan yang nggak tahu gejala kanker payudara itu seperti apa, atau bahkan nggak tahu kalau ada pemeriksaan rutin yang bisa dilakukan. Nah, di sinilah peran semua orang, bukan cuma dokter atau tenaga medis. Kita semua bisa ikut menyebarkan informasi, mengajak teman, saudara, atau bahkan ibu dan nenek kita buat periksa payudara.
Program Fujifilm Indonesia ini juga ngasih sesi edukasi kesehatan buat pasien. Jadi, setelah periksa, mereka bisa dapat informasi lengkap seputar kanker payudara, mulai dari gejala, faktor risiko, sampai cara pencegahan. Dengan begitu, diharapkan perempuan jadi lebih aware dan termotivasi buat menjaga kesehatan payudaranya.
Ratna Setyarahajoe, salah satu perempuan yang ikut program ini, bilang kalau pengalamannya sangat positif. Dia nggak merasa sakit atau nggak nyaman selama pemeriksaan. Bahkan, dia jadi semangat buat ngajak teman-temannya buat ikut periksa juga. Ini membuktikan bahwa kalau pemeriksaan itu dibuat nyaman dan mudah diakses, perempuan pasti mau melakukannya.
Jangan Tunggu Sampai Terlambat, Kesehatan Payudara Itu Investasi
Fujifilm Indonesia nggak cuma collab sama MedicElle Clinic aja, tapi juga menggandeng rumah sakit dan universitas ternama di seluruh Indonesia. Tujuannya, sih, jelas: pengen memperluas akses deteksi dini kanker payudara. Dengan begitu, makin banyak perempuan yang bisa periksa payudara, dan makin besar peluang mereka buat sembuh kalau ternyata ada masalah.
Kata Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, kesehatan itu hak semua orang. Mereka berkomitmen buat nggak cuma nyediain teknologi, tapi juga nge-support upaya peningkatan kesadaran tentang kanker payudara. Ini adalah langkah yang patut diacungi jempol.
Intinya, deteksi dini kanker payudara itu bukan cuma soal melawan kanker. Ini adalah tentang ngasih kesempatan buat perempuan buat hidup lebih sehat dan bahagia. Jangan pernah takut, malu, atau merasa sendirian dalam perjuangan ini. Kesehatan itu investasi, dan periksa payudara adalah salah satu cara buat berinvestasi pada diri sendiri. Jangan sampai nanti nyesel karena nggak peduli sama kesehatan sendiri, ya!