JID: Penyelamat Rap Liris di Tengah Badai Musik Instan?
Kamu pernah nggak sih, lagi asyik dengerin lagu, tiba-tiba mikir, "Ini liriknya apa ya, kok nggak nyantol sama sekali?" Nah, di tengah pusaran musik yang kadang lebih mengutamakan beat daripada kata-kata, muncul sosok JID yang seolah membawa obor untuk rap yang berkualitas. Dia ini kayak pahlawan di dunia musik, menyelamatkan kita dari kebosanan lirik yang itu-itu aja.
JID, rapper asal Atlanta, memang beda. Kemampuannya merangkai kata-kata dan rhyme scheme yang bikin otak berputar itu diakui banyak orang. Nggak heran kalau dia akhirnya masuk ke dalam "geng" Dreamville-nya J. Cole tahun 2017. Di sana, dia membuktikan kalau dirinya memang salah satu rapper paling jago di industri musik saat ini. Bahkan, lagu-lagunya dianggap sebagai salah satu yang terbaik.
Setelah album terakhirnya, The Forever Story, yang mendapat pujian kritis, JID sempat bikin heboh dengan Surround Sound. Single ini viral banget di media sosial, tapi jangan salah paham, ya. JID bukan tipe "rapper TikTok" yang cuma mengandalkan tren. Karya-karyanya punya kedalaman dan kualitas yang bikin kita mikir, bukan cuma joget-joget doang.
Beberapa rilisannya setelah album dia menunjukkan komitmennya dalam tetap memberikan kualitas. Kolaborasinya dengan Ab-Soul dan John Legend membuktikan betapa konsistennya dia dalam berkarya. Dan kabar baiknya, penantian para penggemar sepertinya akan segera berakhir.
Dalam wawancara terbaru dengan majalah I-D, JID mengumumkan kalau album barunya sudah selesai dan siap diluncurkan. Dia bilang semuanya sudah beres, tinggal nunggu waktu yang tepat buat dirilis. Ini berarti kita akan segera bisa menikmati karya baru dari rapper yang satu ini.
Tentu saja, ini juga menjadi kabar gembira buat para penggemar rap yang merindukan lirik berkualitas. Apalagi, saat ini banyak musisi rap yang sedang sibuk dengan proyek masing-masing. Mulai dari Tyler, The Creator yang sedang tur, Kendrick Lamar yang persiapan tur, hingga J. Cole yang sedang hiatus.
Benarkah Lirik Sudah Tidak Penting?
Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak para penikmat musik. Di era di mana musik instan merajalela, banyak yang beranggapan lirik sudah nggak terlalu penting lagi. Yang penting beat-nya enak, bisa bikin goyang, dan viral di media sosial. Tapi, apakah benar begitu?
Buat sebagian orang, lirik adalah soul dari sebuah lagu. Lirik bisa bercerita, menginspirasi, bahkan menyampaikan kritik sosial. Melalui lirik, penyanyi bisa berinteraksi dengan pendengarnya. Dan JID, dengan lirik-liriknya yang cerdas dan kompleks menunjukkan pentingnya kualitas lirik bagi pendengar musik.
Tapi, di sisi lain, ada juga yang lebih fokus pada melodi dan beat. Mereka menganggap lirik hanya sebagai pelengkap, bukan sesuatu yang krusial. Bagi mereka, musik adalah soal feel, bukan sekadar kata-kata. Pergeseran ini yang menjadi alasan munculnya perdebatan apakah lirik masih penting.
JID Sebagai Pengingat Pentingnya Kualitas
Di tengah perdebatan ini, JID hadir sebagai penyeimbang. Dia membuktikan kalau rap yang berkualitas, dengan lirik yang cerdas dan flow yang unik, masih punya tempat di hati para pendengar musik.
Menariknya, JID berhasil meraih popularitas, walau dia nggak terlalu mengandalkan tren TikTok. Musiknya punya daya tarik tersendiri, dengan irama yang kuat, dan lirik yang penuh makna. Ini menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi kunci utama dalam bermusik.
Kita bisa melihat bagaimana dia terus mengembangkan karyanya, berkolaborasi dengan musisi-musisi hebat, dan terus memberikan kejutan-kejutan yang bikin penggemar penasaran. JID seolah ingin mengatakan bahwa musik yang bagus itu harus punya brain dan soul.
Masa Depan Rap: Antara Musik Instan dan Kualitas
Masa depan rap, atau bahkan industri musik secara keseluruhan, memang penuh tanda tanya. Apakah musik instan akan semakin mendominasi, ataukah kualitas akan kembali menjadi perhatian utama?
JID mungkin bukan satu-satunya yang berjuang untuk mempertahankan kualitas rap. Tapi, dia adalah salah satu contoh nyata bahwa musik yang bagus itu bisa bertahan dan bahkan berkembang di tengah persaingan yang ketat. Dan kita bisa melihat kalau dia punya potensi besar untuk terus berkarya dan menginspirasi musisi-musisi lainnya.
Yang jelas, kita sebagai pendengar punya peran penting dalam menentukan arah industri musik. Dengan terus mendukung musisi-musisi berkualitas, kita bisa ikut menjaga agar musik yang bagus tetap lestari. Dan, tentu saja, kita bisa terus menikmati karya-karya yang bikin kita berpikir dan merasa.