Oke, langsung saja.
Terus terang, melihat screenshot adegan gameplay terbaru dari "Hopetown", RPG "spiritual successor" dari Disco Elysium, bikin saya bertanya, "Apakah ini satire tingkat dewa, atau cuma cringe yang gak niat?" Kita bedah yuk.
Awalnya, berita ini muncul saat gelombang "The Great Disco Thrupening" Oktober lalu, dengan janji-janji manis. Hopetown digadang-gadang sebagai perpaduan mendalamnya emosi dan psikologis Disco Elysium dengan kompleksitas naratif Planescape: Torment. Tapi apakah janji-janji ini terbukti atau cuma omong kosong?
Bayangan saya, dengan Disco Elysium yang begitu ikonik, ekspektasinya setinggi langit. Terlebih lagi, setelah ditinggalkan beberapa mantan pengembangnya, Hopetown harusnya bisa membuktikan diri sebagai penerus yang layak. Kita semua tahu betapa besarnya ekspektasi pada spiritual successor.
Dan perlu diingat, secara visual, Hopetown memang memanjakan mata. Perpaduan warna ungu dan kuningnya, serta gaya lukisan yang lembut, sangat memukau. Tapi, mari kita bedah lebih dalam lagi. Mari kita lihat seperti apa dialog-dialognya.
Spoiler Alert: Mungkin anda akan merasa seperti salah tempat setelah membaca beberapa baris dialog yang disajikan. Beberapa baris dialog itu, yang disajikan pengembang, membuat kita bertanya-tanya, "Apakah dunia ini perlu karakter yang mencoba terlalu keras untuk menjadi ‘nyeleneh'?"
Mari kita telaah contoh dialog dari Hopetown: karakter kita bertemu seorang nenek yang sedang memberi makan burung merpati. Respon yang bisa kita pilih? Nah, inilah bagian yang membuat kening berkerut: "Saya tidak buang air kecil di air minum saya – meskipun saya lihat itu bukan masalah besar." Seriously?
Kemudian dialog dengan pilihan "Noblesse N'oblige". Pilihan ini menawarkan pilihan lain, "Saya lebih suka menjilat tong sampah (menjatuhkan roti dari tangannya)". Cringenya berasa, bukan?
Tentu saja, kita punya pilihan "Gonzo" yang kurang lebih seperti ini: "Ya, beri makan massa! Biarlah itu terjadi. MAKAN, TIKUS LANGIT!" Menarik, bukan?
Perbandingan: Disco Elysium vs. Hopetown
Disco Elysium memang punya selera humor yang unik, tapi tetap punya kedalaman karakter dan cerita yang kompleks. Hopetown, di sisi lain, seperti berusaha terlalu keras untuk menjadi "aneh", bahkan terkesan dipaksakan. Jangan salah, Disco Elysium juga punya kesan self-satisfied, tapi tetap bisa menghibur dan membuat kita berpikir.
Pilihan lainnya adalah respon yang terkesan mencoba untuk "berfilsafat" juga. Memang, ada usaha untuk menghadirkan nuansa filosofis, tapi kesan yang muncul malah jadi tidak meyakinkan.
Kita semua tahu bagaimana dialog di Disco Elysium sering kali menjadi kunci pengalaman bermain. Hopetown perlu memastikan bahwa dialog-dialog cringe tersebut tidak mengalahkan kualitas naratif secara keseluruhan.
Desain Visual yang Memukau
Jangan salah, Hopetown punya visual yang memukau. Desain artistiknya luar biasa. Ini jelas menjadi nilai jual utama. Tapi, apakah visual yang bagus bisa menutupi kekurangan di sisi naratif dan karakterisasi?
Kita harus ingat bahwa game ini, jika ingin disebut sebagai spiritual successor, harus bisa lebih memahami semangat yang dibawa oleh Disco Elysium. Ada semacam tekanan besar untuk bisa memenuhi ekspektasi para penggemar.
Hopetown harus memastikan untuk tidak hanya mengandalkan visual yang menawan tetapi juga kedalaman cerita dan pengembangan karakter yang kuat. Pengembang perlu melakukan lebih dari sekadar meniru; mereka harus menciptakan sesuatu yang fresh dan relevan dengan semangat game aslinya.
Harapan dan Tantangan
Tentu saja, satu screenshot dan beberapa baris dialog tidak bisa menggambarkan keseluruhan game. Saya excited untuk melihat apa yang sebenarnya Hopetown tawarkan. Dengan visual yang indah, dan tentu saja harapan agar gameplaynya lebih baik dari yang terlihat saat ini, Hopetown punya potensi.
Pesan Utama:
Singkatnya, Hopetown punya potensi besar, tapi juga berisiko tinggi jika tidak bisa menyeimbangkan visual yang memukau dengan narasi dan karakter yang kuat. Apakah game ini bisa memenuhi ekspektasi sebagai penerus Disco Elysium atau hanya menjadi ejekan? Waktu akan menjawabnya! Jangan sampai Hopetown malah dikenal sebagai "Nathan Barley" versi gaming.