in

Hari Gini Masih Minder?

Question: 

Dear Tujuhcahaya yang entah nanti jawabannya sesuai dengan harapan saya atau tidak.

Saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Nugroho, 30 tahun, jomblo dan korban ditinggal nikah pas lagi sayang-sayangnya.

Begini, sudah berkali-kali saya menulis dan kemudian saya hapus lagi, karena saya ragu, apakah curhat di sini beneran memberikan solusi apa tidak. Hingga akhirnya saya menekatkan diri untuk menulis sesuai dengan apa yang sedang saya rasakan saat ini.

Di usia saya yang seperti ini, saya enggan balik ke kampung halaman dikarenakan selalu mendapatkan pertanyaan template dari keluarga, yaitu kapan nikah. Saya memang belum ada progress selama 2 tahun ke belakang. Hingga akhirnya, ketika saya menonton sebuah konser, saya bertemu dengan seorang MC yang sedang bertugas di sana. Sungguh, mbak MC ini berparas rupawan dan sangat tidak membosankan ketika dipandang. Sempat kami mengobrol sebentar, dan obrolannya begitu terasa menyenangkan. Mungkin karena dia seorang MC, sehingga apa yang dia ucapkan serasa nyaman di telinga dan jiwa saya. Dih, paham khan ya gimana rasanya.

Perlu diketahui paras saya jauh dari kata lumayan, selalu mendapatkan aksi demo dari dompet saya sendiri ketika tanggal 10 ke atas, sehingga setiap kali berhadapan dengan wanita saya selalu ‘ciut’. Saya benar-benar ingin berkenalan dengan dia lebih jauh, ya syukur-syukur bisa ke arah yang -ehm- jenjang lebih serius.

Ya intinya saya naksir, tapi saya minder. Sudilah kiranya mbak mbak atau mas mas di Tujuhcahaya berbagi tips agar saya bisa percaya diri, tidak takut untuk mengungkapkan perasaan pada yang saya taksir.

Segitu saja curhat dari saya. Semoga mendapat jawaban yang memuaskan..

Answer:

Halo, Mas Nugroho.

Terima kasih telah menuangkan sedikit banyak curahan hati yang akhirnya tersampaikan juga di Tujuhcahaya.

Aku cukup bisa merasakan luka batin yang Mas rasakan ketika ditinggal nikah pas lagi sayang-sayangnya. Diputusin pacar aja bisa nangis 7 hari 7 malam, apalagi ditinggal nikah. Hehe.

Membahas soal minder, aku yakin semua orang pasti pernah ngerasain yang namanya minder alias tidak percaya diri. Entah dari faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal bisa berasal dari lingkungan sekitar, omongan orang, serta tidak adanya dukungan dari orang-orang terdekat. Sedangkan faktor internal bisa berupa intimidasi terhadap diri sendiri, menganggap dirinya tidak pantas/ mampu, dan lain sebagainya.

Nah, berdasarkan pernyataan dari Mas Nugroho termasuk dalam perasaan minder karena faktor internal. Bisa saja kamu terus-terusan terpuruk dengan memakan pikiranmu sendiri seakan-akan kamu manusia paling buruk di alam semesta. Atau bahkan lebih buruk dari alien? Emangnya kamu percaya alien itu ada? Hmm.. sorry jadi ngelantur.

Entah bagaimanapun respon atau tanggapannya dia kelak, kamu harus tetap berusaha selayaknya seorang lelaki sejati. Cari topik pembahasan, buat dia menjadi nyaman, ya setidaknya kamu harus menjadi diri sendiri dan apa adanya. Bikin suasana ngobrol yang menyenangkan. Syukur-syukur kalau kalian bisa membahas hal yang sama-sama kalian sukai. Apalagi aku nih, sebagai perempuan, akan sangat tersanjung jika doi memperlakukanku layaknya perempuan. laki-laki yang bisa menghormati, mengetahui batasan-batasan mana yang pantas dibicarakan atau tidak, dan nggak suka ngomong “makeup kamu menor banget hari ini” tiba-tiba. Asli, itu rasanya pengen marah uring-uringan sambil mutilasi. Hahaha.

Intinya, usaha itu nomor satu dan harus diimbangi oleh percaya diri. Ketika kamu yakin, apapun bisa terjadi kok. Oiya, soal usia, tenang aja. Angka bukan jadi patokan untuk siap tidaknya menuju tahap pernikahan.

Kiranya sekian dari aku, sebagai satu-satunya penulis perempuan di Tujuhcahaya, nggak tau kalau besok.

Sekian.