Dark Mode Light Mode

Grammy Dikritik Atas Kepalsuan, The Cruel Sea Kembali, & Stray Cat Berakhir

Beyoncé vs. Chris Stapleton: Drama Grammy yang Bikin Penasaran

Pernah nggak sih, kamu lagi asik dengerin lagu, eh tiba-tiba muncul berita yang bikin kening berkerut? Nah, minggu ini jagat maya lagi heboh karena kabar burung seputar kemenangan Beyoncé di Grammy 2025 untuk kategori Best Country Album lewat album "Cowboy Carter".

Kontroversi Kemenangan: Benarkah Chris Stapleton Ngamuk?

Gosipnya sih, para musisi country senior pada nggak terima dengan kemenangan Beyoncé. Bahkan, beredar kabar kalau Chris Stapleton, penyanyi dan penulis lagu country yang dikenal kalem, sampai mengajukan protes resmi ke National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS). Bayangin, Stapleton yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang nggak neko-neko, kok tiba-tiba bikin ulah?

Semua ini berawal dari postingan di Facebook yang mengklaim Stapleton berkomentar pedas tentang kemenangan Beyoncé. Tapi, tunggu dulu. Kalau diperhatikan lebih detail, ada kejanggalan. Penulisan beberapa kata menggunakan karakter Yunani yang diganti-ganti.

Padahal, waktu ada penggemar teriak, "Fck Beyonce!" di salah satu konsernya di Melbourne, Stapleton malah ngejawab, "What? I don't think so!". Jadi, beneran nggak sih Stapleton "ngamuk" kayak yang dibilang di media sosial? Mungkin cuma ulah akun gosip yang kurang kerjaan*

Brian Setzer: Ketika Gitar Tak Lagi Berbicara

Kabar duka datang dari dunia musik. Gitaris Stray Cats, Brian Setzer, mengumumkan kalau dia nggak bisa lagi main gitar karena penyakit autoimun. Rasanya kayak kehilangan teman lama, ya? Apalagi buat kita yang tumbuh besar dengan musik rockabilly-nya.

Setzer bilang, jari-jarinya kaku dan kemampuan main gitarnya menurun drastis. Sedihnya lagi, dia bahkan kesulitan megang pulpen atau ngiket tali sepatu. Semoga aja penyakitnya bisa membaik, biar kita masih bisa menikmati permainan gitarnya yang khas itu.

Selamat Jalan: Mengenang Legenda Musik

Sebagai orang yang sudah makan asam garam kehidupan, aku jadi sering merenung saat musisi-musisi legendaris satu per satu pamit dari panggung dunia. Dalam sebulan terakhir, kita kehilangan Roberta Flack, David Johansen dari New York Dolls, dan Joey Molland dari Badfinger. Kalian semua adalah soundtrack hidupku.

Tapi, ada dua sosok drummer yang pengen banget aku angkat. Yang pertama adalah Gordon “Snowy” Fleet, drummer The Easybeats, band legendaris Australia. Tanpa Snowy, lagu-lagu hits The Easybeats kayak nggak akan se-ikonik itu.

Yang satu lagi adalah Rick Buckler, drummer The Jam, band punk asal Inggris yang suara dan gayanya ikonik banget di akhir tahun 70-an sampai awal 80-an. Lewat The Jam, Buckler berhasil merekam suara generasi muda Inggris kala itu. Kepergian Buckler terkesan begitu tiba-tiba.

The Cruel Sea: "Waste Your Time" dengan Musik Baru

Kabar gembira datang dari band indie asal Sydney, The Cruel Sea. Setelah 23 tahun vakum, mereka akhirnya balik lagi dengan album baru, "Straight Into The Sun". Single terbaru dari album ini berjudul "Waste Your Time".

Musiknya masih sama groovy dan penuh semangat seperti dulu. Video klipnya juga menampilkan The Cruel Sea yang tampak asik banget di atas panggung, seolah-olah nggak pernah hilang dari dunia musik. Semoga makin banyak band-band lawas yang balik lagi, biar dunia musik nggak gitu-gitu aja.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa dengerin playlist yang sudah aku pilihkan untuk minggu ini.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Game Kapal, Guitar Hero, Call of Duty, Crash Bandicoot, Suikoden, dan Lainnya – Mobilegamer.biz

Next Post

Copilot "Think Deeper" Microsoft Kini Gratis untuk Pengguna Indonesia