Dark Mode Light Mode

Ghost Umumkan Album Baru ‘Skeletá’, Rilis Single ‘Satanized’ yang Megah

1. Band Sesat? Ah, Biasa…

Dunia musik kembali bergejolak, kali ini bukan karena perseteruan rapper atau percintaan idol K-Pop, melainkan kabar terbaru dari Ghost! Ya, band yang dikenal dengan ritual aneh dan penampilan teatrikalnya ini baru saja mengumumkan album baru berjudul "Skeletá". Kabar ini datang bersamaan dengan pengenalan frontman baru mereka, Papa V Perpetua, yang siap menggantikan Papa Emeritus IV. Sebuah era baru? Mungkin, tapi buat sebagian penggemar, ini cuma ganti kostum tiap tur.

Ghost, band metal asal Swedia yang dipimpin oleh Tobias Forge memang punya cara unik untuk menjaga eksistensi. Mereka selalu punya sosok frontman berbeda untuk setiap siklus tur dan album. Mungkin kalau di dunia kerja, ini mirip rebranding tiap tahun kali, ya? Tapi bedanya, Ghost melakukannya dengan sentuhan okultisme dan unsur setan yang kental.

2. Papa yang Itu-Itu Saja…

Papa Emeritus IV, yang memimpin Ghost dalam album "Impera" (2022) dan tur "Imperatour" hingga Oktober 2023, kini harus mengucapkan selamat tinggal. Sekarang, kita kedatangan Papa V Perpetua. Jangan kaget, konsep "Papa" ini sudah jadi ciri khas Ghost sejak dulu. Sepertinya, Forge memang punya koleksi kostum pastor yang tak terbatas, atau mungkin ini upaya band agar terlihat awet muda?

Pengumuman album "Skeletá" sendiri dibuat melalui teaser yang cukup provokatif. Kabarnya, album ini akan dirilis pada 25 April mendatang. Ditambah dengan single "Satanized" yang disebut sebagai "kisah iblis yang belum pernah terdengar semanis ini". Well, menarik, sih, tapi jangan sampai bikin orang tua kamu khawatir, ya.

3. "Satanized": Sebuah Lagu yang Bikin Geleng-Geleng Kepala Atau… Menggoyangkan Kepala?

Lagu "Satanized" sendiri membawa nuansa yang mirip dengan album "Impera", dengan chorus yang catchy dan anthemic. Liriknya? Tentu saja, penuh dengan nuansa keagamaan yang dibumbui unsur kegelapan. "Blasphemy, heresy/ Save me from the monster that is eating me", begitu penggalan liriknya. Mungkin ini cara Ghost mengekspresikan sisi gelap manusia, atau sekadar cara mereka untuk menjual album?

Video musik "Satanized" juga tak kalah menarik. Kita akan disuguhi visual yang didominasi warna hitam putih, dengan seorang biarawan yang sedang dalam situasi sulit dan dipojokkan oleh dua biarawati. Ada juga adegan para pendeta yang menikmati lagu baru ini. Hmm, apakah mereka aktor atau anggota Ghost yang akhirnya membuka topengnya? Kita lihat saja nanti.

4. Dari Panggung ke Panggung, Tetap Istimewa?

Ghost bukan hanya sekadar band, mereka adalah sebuah pertunjukan. Tahun ini, kalian bisa menyaksikan Ghost di berbagai panggung, termasuk di tur UK dan Eropa, serta di acara terakhir Black Sabbath di Villa Park, Birmingham. Jangan lupakan juga, Ghost turut meramaikan barisan penampil di Black Sabbath yang akan digelar pada 5 Juli.

Gaya bermusik Ghost sendiri cukup unik. Mereka menggabungkan unsur metal, rock, dan sentuhan theatrikal yang membuat penampilan mereka selalu dinanti. Band ini punya identitas kuat, yang mungkin jadi alasan mengapa mereka terus eksis sampai sekarang, bahkan terus berinovasi dalam hal "ganti muka".

Album "Skeletá" sepertinya akan melanjutkan tradisi Ghost dalam menyajikan musik yang provokatif dan menghibur. Dengan frontman baru dan single yang menggoda, mereka jelas punya potensi untuk kembali mengguncang dunia musik. Tapi, apakah mereka akan kembali dengan konsep yang sama? Kita lihat saja nanti, yang jelas, Ghost akan tetap menjadi Ghost.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Tokido, Favorit Capcom Cup, Bagikan 5 Karakter Terbaik Street Fighter 6, Phenom Minta Kembali Pilihan Pro

Next Post

Pendidikan Gratis di Papua Barat Daya Dimulai Tahun Ajaran Baru