Balik ke Masa Depan: Game Baru, Nostalgia Lama, dan Pertanyaan Kritis
Bayangin, punya mesin waktu. Bukannya buat benerin nilai ujian atau ngasih tahu diri sendiri buat beli Bitcoin pas awal rilis (duh, missed opportunity!), tapi buat nge-game. Nah, Back to the Future (BTTF) mau bikin game baru. Kabar baik atau reshuffle yang nggak penting? Mari kita bedah.
Film Back to the Future emang udah kayak warisan budaya. Cuma tiga film, tapi dampaknya? Luar biasa. Ceritanya ringan, seru, penuh petualangan Marty McFly dan Doc Brown. Tapi, jangan salah, di balik semua "kelucuan" itu, film ini juga ngasih kita pelajaran tentang dampak perubahan.
Kenapa Kita Masih Peduli Sama BTTF?
Generasi sekarang mungkin nggak tumbuh gede dengan film ini di bioskop, tapi Back to the Future punya daya tarik abadi. Mungkin karena ide mesin waktu yang keren, atau karakter-karakternya yang ikonik. Atau mungkin, karena film ini selalu berhasil bikin kita mikir, "Gimana ya kalau gue bisa ngubah masa lalu?"
Film ini juga sukses melekat di hati banyak orang karena mereka menjangkau semua kalangan. Tidak terpaku pada satu genre, semua aspek masuk dan klop.
Tapi, Kok Gamenya Baru Sekarang?
Pertanyaan bagus. Udah banyak banget film yang dicoba di-remake atau dibikin sekuelnya. Tapi tim di balik Back to the Future ini rada protektif, nggak mau sembarangan ngerusak warisan mereka. Ada juga film musikalnya, bahkan serial animasi. Tapi, akhirnya, video game juga jadi pilihan.
Apakah Ini Cuma Nostalgia Murah?
Siapa yang peduli, kalau emang seru? Soalnya, dunia game sekarang udah gila. VR, konsol, PC…pilihan buat bikin game BTTF baru banyak banget. Tapi, yang jadi pertanyaan, game-nya bakal sebagus filmnya nggak ya? Jangan sampai cuma ngejual nama doang.
Telltale Games pernah bikin game BTTF dulu, dan lumayanlah. Tapi, tantangan selalu ada, karena ekspektasi penggemar sangat tinggi, apalagi kalau sampai salah setting waktu atau karakter. Bisa-bisa langsung di-bully di media sosial.
Masa Depan Games Back to the Future
Bob Gale, penulis Back to the Future, ngasih bocoran kalau game baru ini udah dalam tahap pengembangan. Dia nggak mau ngomong banyak, tapi katanya sih, udah lama banget pengen bikin. Kita cuma bisa berharap, ya. Tahun 2025 nanti, film pertamanya ulang tahun ke-40. Jadi, wajar kalau ada sesuatu yang spesial.
Yang jelas, ini kesempatan bagus buat nge-remake elemen visual, fitur, dan gameplay. Jangan sampai malah jadi template yang itu-itu aja.
Mungkin game ini nanti bakal ngasih kita kesempatan buat mencegah Marty ketemu sama Biff, atau ngegantiin Doc Brown. Atau, mungkin, kita bisa beneran nyobain hoverboard.
Kalau game-nya bagus, mungkin kita bakal sangat bersemangat. Kalau jelek? Yah, paling banter kita bakal mainin lagi game-game jadulnya. Atau, mungkin, kita bisa bikin game Back to the Future versi kita sendiri? Siapa tahu, kan?
Mungkin saja, game ini akan mengubah cara kita memandang film aslinya, atau malah, menggali lebih dalam lagi karakter Marty dan Doc Brown. Dan siapa tahu, game ini akan memberikan kita pengenalan baru tentang isu paradoks waktu, atau bahkan, potret satir masyarakat modern.
Semoga, apa pun hasil akhirnya, game ini bisa jadi pengingat kalau Back to the Future itu bukan cuma sekadar film. Ini adalah ide tentang kemungkinan, tentang perubahan, dan tentang petualangan. Dan, sepertinya, kita semua butuh itu, kan?