Dark Mode Light Mode

Fragpunk: Jauh dari Valorant, Genre Baru yang Jenius

Fragpunk: Ketika Aturan Dibuat untuk Dilanggar (dan Kamu Akan Suka Itu)

Pernah gak sih, baru mau jago main game hero shooter, eh, udah muncul game baru lagi? Rasanya kayak, "Duh, kapan sih bisa jago semua?" Tapi, tenang dulu. Fragpunk datang bukan cuma mau numpang eksis, tapi mau bikin gebrakan yang (mungkin) bakal bikin kamu lupa sama Overwatch, Valorant, atau Apex Legends. Penasaran?

Bisa dibilang, Fragpunk ini adalah semacam game yang ngasih tamparan buat genre hero shooter. Bukannya sok beda, tapi memang beda banget. Bayangin aja, kamu masuk ke pertempuran 5v5 yang serba cepat, pilih dari 13 Lancer yang karakternya unik, dan atur senjata sesuka hati. Semua itu terjadi di peta yang dirancang khusus untuk bikin pertempuran makin seru dan gak ngebosenin.

Tapi, yang bikin Fragpunk ini out of the box adalah Shard Cards. Kartu-kartu ini bukan cuma item tambahan, tapi bisa bikin aturan main berubah total. Setiap ronde, kamu bisa milih kartu yang bakal ngasih buff buat tim kamu, nerf buat musuh, atau bahkan mengubah tampilan map dari jalanan kota yang ramai jadi gurun salju yang membeku. Gila, kan?

Aturan Cuma Buat Orang yang Gak Kreatif

Dengan Shard Cards, setiap pertandingan jadi pengalaman yang unik. Kamu bisa aja lagi asik-asikan main mode Shard Clash, eh tiba-tiba tim kamu udah ketinggalan jauh gara-gara musuh jago banget nge-plant bom di tempat yang gak kamu duga.

Terus, kamu keluarkan kartu "Site Deletion", dan, boom! Mereka terpaksa pindah ke lokasi lain yang lebih gampang kamu kuasai. That's the game changer. Kemampuan untuk mengubah aturan main secepat kilat ini belum pernah ada di game hero shooter lain sebelumnya. Ini bukan cuma soal strategi, tapi juga soal adaptasi dan kreativitas. Fragpunk meruntuhkan aturan emas genre ini: keep things predictable.

Semua mode permainan, baik itu Search and Destroy, Battle Royale, atau Team Deathmatch, biasanya punya aturan yang udah paten. Kamu tahu senjata kamu bakal ngasih damage segini, musuh bakal melakukan hal yang kurang lebih sama, dan objektifnya ya gitu-gitu aja. Di Fragpunk, semua itu gak berlaku.

Mungkin, bagi sebagian pemain game FPS, hal ini terdengar aneh, tapi inilah yang bikin Fragpunk sangat seru. Setiap pertandingan terasa berbeda, setiap duel memberikan pengalaman yang unik, dan setiap pertempuran bikin ketagihan karena gak ada lagi aturan yang kaku.

Kesederhanaan yang Bikin Ketagihan

Keunikan Fragpunk ini makin terasa berkat konsep stripped down yang diterapkan di aspek lain dari game ini. Emang, sih, ke-13 Lancer punya kemampuan yang bikin permainan jadi makin berwarna, ditambah lagi ada beragam strategi dan gaya bermain yang bisa kamu coba. Tapi, the real beauty lies in simplicity.

Pertama, di Fragpunk gak ada gerakan sliding (kecuali kamu berhadapan sama Axon, yang sepertinya nge-cheat). Jadi, kamu gak perlu takut lagi dibantai sama musuh yang tiba-tiba nge-slide sambil headshot kamu. Kedua, kamu bisa milih senjata yang paling cocok sama gaya bermain kamu, bukan senjata yang udah fixed sama karakter yang kamu pilih.

Ditambah lagi, map-nya berukuran lebih kecil. Semua ini bikin gameplay Fragpunk berasa kayak kembali ke masa-masa awal hero shooter, di mana kamu harus pintar milih karakter yang pas, dengerin suara di sekitar, dan memanfaatkan lingkungan sekitar.

Fragpunk berhasil menggabungkan elemen terbaik dari genre ini dengan gaya yang unik. Game ini tetap mempertahankan kesederhanaan shooter, tapi juga berhasil menggabungkan karakter yang seru dan lovable dengan fitur rule-breaking cards yang bikin aksi di game ini itu selalu fresh, dan gak kayak yang pernah kamu lihat sebelumnya.

Mungkin, aturan itu penting dalam setiap game multiplayer, tapi Fragpunk membuktikan bahwa aturan itu dibuat untuk dilanggar. Jadi, siap buat nge-rule breaking?

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Kode Crosshair CS2 Terbaik: Andalan Pro Player Indonesia

Next Post

Penyesalan Cam'ron karena Gagal Berkolaborasi dengan Eminem & Nas