Dark Mode Light Mode

Devin Townsend & Steve Vai Bersatu Kembali: “The Moth”

Devin Townsend dan Steve Vai: Ketika Dua Jenius Musik Bertemu Kembali

Pernah nggak sih kamu mikir, gimana jadinya kalau dua orang jenius yang beda "genre" musik, tiba-tiba bikin sesuatu bareng? Nah, kita punya berita seru nih, tentang kolaborasi yang nggak banget tapi bikin penasaran: Devin Townsend dan Steve Vai. Jangan kaget kalau imajinasimu langsung melayang ke konser spektakuler yang out of this world.

Dulu banget, tepatnya tahun 1993, Devin Townsend "si pemilik suara ajaib" direkrut sama Steve Vai buat nyanyi di album Sex & Religion. Setelah itu, mereka sempat tur bareng, tapi akhirnya pisah jalan. Devin fokus sama proyek Strapping Young Lad dan jadi produser buat band-band lain. Sementara itu, Steve, ya tetap dengan gaya gitarnya yang khas. Tapi, takdir kayaknya punya rencana lain. Mereka reuni lagi di album Empath (2016) milik Devin, di mana Steve nge-gitar di lagu "Here Comes the Sun!" Yang lebih seru, kolaborasi mereka nggak berhenti sampai di situ.

Menghidupkan Kembali Opera Rock "The Moth"

Kabar terbaru dari wawancara Devin Townsend dengan Loaded Radio, Steve lagi sering main ke rumahnya buat ngerjain opera rock yang udah lama banget direncanakan, judulnya The Moth. "Kami punya hubungan yang baik, dan dia terlibat di The Moth," kata Devin.

Pentingnya Steve di hidup Devin bukan cuma soal musik. Mereka berdua bisa jujur satu sama lain. Susah emang kalau kolaborasi terus dibumbui dengan basa-basi. Kamu tahu sendiri, kan, kalau dua orang sama-sama punya ego tinggi, pasti ribet mikirin ide masing-masing. Untungnya, Devin dan Steve udah melewati fase itu. Mereka sekarang bisa ngomong blak-blakan, tanpa harus takut menyinggung perasaan.

"Daripada cuma bilang, ‘Ide kamu bagus, tapi…', kami sekarang bisa saling kritik secara objektif. Aku sangat menghargai itu, apalagi sama orang yang se-berpengalaman Steve. Ini pengalaman yang luar biasa," lanjut Devin. Hubungan mereka yang langgeng ini bukan cuma karena chemistry di musik, tapi juga karena mereka udah melewati masa-masa sulit bareng. Hubungan yang sehat itu, ya, begini.

Kapan "The Moth" Akan "Menetas"?

Pertanyaan yang paling bikin penasaran: kapan The Moth bakal "menetas" alias dirilis? Devin masih belum bisa kasih kepastian. Tapi, yang jelas, mereka terus kerja keras. "Ini masih dalam proses. Apa yang kami kerjakan berdua untuk The Moth berakar dari sesuatu yang sudah aku tulis. Jadi, ketika dia datang ke sini, dia punya ide-ide. Misalnya, ‘Gimana kalau kita coba ini? Gimana kalau chorus-nya digandakan?'," jelas Devin.

Pertunjukan The Moth dengan orkestra bakal digelar Maret 2025. Tapi nih ya, soal albumnya, Devin masih belum mau ngejanjiin apa-apa. "Jawaban jujurnya adalah, kalau udah siap, ya, baru dirilis. Masalahnya, kami berdua sama-sama sibuk. Nggak ada rencana yang pasti, tapi prosesnya sudah berjalan," kata Devin. Jadi, sabar aja ya, guys.

Bukan Cuma Musik, Tapi Juga Persahabatan

Kolaborasi Devin Townsend dan Steve Vai ini bukan cuma soal musik, tapi juga tentang persahabatan yang kuat. Mereka udah melewati banyak hal, jadi wajar aja kalau mereka saling menghargai dan terbuka satu sama lain. Inilah yang bikin kolaborasi mereka beda dari yang lain. Mereka punya fondasi yang kuat.

Kita semua tahu, dunia musik itu kejam. Persaingan ketat, tekanan dari label, tuntutan fans, dan lain-lain bisa bikin musisi gampang putus asa. Tapi, Devin dan Steve berhasil melewati itu semua. Mereka membuktikan bahwa persahabatan dan saling menghargai bisa jadi kunci sukses dalam bermusik.

Penantian yang Penuh Harapan

Jadi, sambil nunggu The Moth "menetas", kita bisa terus berimajinasi. Bayangin aja musik yang out of the box dari dua jenius ini. Pasti bakal jadi pengalaman yang tak terlupakan, kan? Semoga aja, penantian yang penuh harapan ini segera berakhir dengan rilisnya The Moth. Kita tunggu saja kejutan dari mereka.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Cara Mendapatkan Sisik Berbekas di Monster Hunter Wilds: Panduan Esensial

Next Post

Kode Crosshair CS2 Terbaik: Andalan Pro Player Indonesia