Plastik? Nggak Se-Fantastic yang Kamu Kira!
Zaman sekarang, kalau ngomongin masalah lingkungan, udah kayak ngomongin trending topic di Twitter. Tapi, ada yang menarik nih, sebuah startup asal Inggris, Epoch Biodesign, berhasil ngumpulin dana segar sebesar $18,3 juta (setara berapa tuh kalau dirupiahkan? Banyak pokoknya!). Mereka punya ide brilian, memanfaatkan enzim untuk memecah limbah plastik. Bayangin, plastik yang susah banget diurai, sekarang bisa "dimakan" sama enzim!
Ide ini muncul dari proyek sains anak SMA, keren banget kan? Sekarang, Epoch Biodesign udah punya tim yang isinya ilmuwan, ahli biologi, sampai software engineer. Uang yang mereka dapat ini buat ngebut produksi enzim pemakan plastik ini. Tahun ini, mereka mau mulai bikin pabrik yang katanya bisa "melahap" 150 ton limbah plastik per tahun. Gila, banyak banget!
Ke depannya, mereka punya target produksi skala komersial di tahun 2028, atau bahkan lebih cepat. Mereka juga berencana buat nambah jumlah tim biar semuanya makin ngebut. Kalau dipikir-pikir, ini solusi yang oke banget buat masalah sampah plastik yang makin menggunung.
Kenapa Plastik Itu Bikin Pusing?
Kalau kita flashback sebentar, masalah sampah plastik di dunia ini tuh udah kayak tsunami. Setiap tahun, ada sekitar 400 juta ton plastik yang diproduksi, wow! Tapi, yang berhasil didaur ulang cuma sedikit. Kenapa? Karena, saking murahnya bikin plastik baru, jadi perusahaan lebih milih produksi plastik baru daripada mikirin sampah yang udah ada. Ironis, kan?
Padahal, dampak buruk dari sampah plastik udah nggak bisa dipungkiri lagi. Mulai dari pencemaran lingkungan sampai masalah kesehatan. Makanya, pemerintah dan perusahaan dituntut buat lebih peduli. Sekarang, makin banyak juga startup yang berusaha cari solusi dari berbagai sudut pandang. Ada yang pakai AI buat sortir plastik, ada juga yang bikin bahan plastik alternatif tanpa bahan bakar fosil. Tapi, Epoch Biodesign ini fokus di biorecycling, alias pakai makhluk hidup buat urusan daur ulang.
Epoch Biodesign sendiri fokus mengembangkan enzim pemakan plastik. Tujuannya, buat bikin daur ulang yang berkelanjutan, mulai dari plastik yang biasa dipakai buat bahan pakaian. Material pertama yang mereka garap adalah poliester dan dua jenis nilon. Ide mereka tuh, pakaian bekas masuk, diproses, terus hasilnya jadi nilon atau poliester baru yang siap dipakai lagi. Keren, kan?
AI: Jagoan Baru Buat Daur Ulang?
Masalahnya, enzim alami yang bisa "makan" plastik itu kerjanya super lambat. Nggak cukup buat nanganin sampah plastik yang jumlahnya udah kayak gunung. Terus, jenis plastik yang kita produksi juga jauh lebih banyak dari enzim yang udah ditemukan. Nah, di sinilah AI (Artificial Intelligence) berperan.
Epoch Biodesign pakai AI buat mempercepat penemuan enzim yang cocok buat nge-daur ulang plastik. Mereka pakai Generative AI (GenAI) buat nyari katalis biologi yang bisa diandalkan. "Susah banget ngertiin biologi itu kayak gimana," kata Jacob Nathan, founder Epoch Biodesign. "Kita nggak akan pernah bisa merasionalkannya. Makanya, kemampuan kita buat memahami data yang kompleks itu penting banget."
Dengan bantuan AI, mereka bisa mempercepat proses pencarian enzim. Ilmuwan mereka bisa "memperkirakan" kombinasi asam amino yang paling pas. AI ini dikasih informasi tentang protein dan asam amino, ditambah data dari hasil eksperimen mereka sendiri. Kayak bikin ramuan aja, ya?
Hasilnya? Mereka bisa menghasilkan puluhan ribu enzim pemakan plastik yang unik. AI-nya terus belajar dari hasil uji coba di lab, sampai akhirnya nemu enzim yang paling efektif. Mereka bahkan bisa meningkatkan kecepatan enzim sampai 25 kali lipat! Artinya, mereka bisa pakai lebih sedikit enzim, biaya produksinya jadi lebih murah, dan harga barangnya juga bisa lebih terjangkau.
Dampak Positif yang (Mungkin) Nggak Kamu Duga
Biorecycling yang dikembangin Epoch Biodesign punya potensi buat ngurangin biaya daur ulang. Prosesnya nggak butuh suhu tinggi, jadi hemat energi. Terus, hasil daur ulangnya juga lebih tinggi dan nggak ada produk sampingan yang nggak diinginkan.
Prosesnya, limbah dimasukkan, enzim bekerja, dan keluar lagi bahan yang bisa dipakai lagi. Enzim bahkan bisa "membersihkan" bahan kimia berbahaya yang ada di dalam plastik. Meskipun begitu, mereka juga mengakui kalau biorecycling belum bisa mengatasi masalah microplastic. Potongan plastik kecil yang bisa lepas dari pakaian sintetis dan mencemari lingkungan.
Tapi, setidaknya, kita bisa bikin plastik baru dari bahan daur ulang, bukan dari bahan bakar fosil yang baru. Epoch Biodesign juga punya rencana buat fokus ke jenis sampah plastik lain, kayak kemasan. Mereka bahkan dapat investasi dari Inditex, perusahaan fast fashion yang punya merek Zara. Kenapa? Tentu saja, buat bikin bisnis mereka lebih berkelanjutan di tengah kesadaran publik tentang masalah sampah plastik.