Dark Mode Light Mode

Dampak Masalah Locking, Saturasi, dan CDN pada Kegagalan Canva

Desain Digital Ambruk: Ketika Canva Kehilangan Kendali (dan Kita Semua Belajar)

Pernah nggak sih lagi asyik desain, tiba-tiba Canva error? Nah, baru-baru ini, kejadian serupa menimpa Canva. Serunya, mereka nggak cuma diem, tapi bikin laporan lengkap tentang insiden itu. Kayak lagi nonton film dokumenter, tapi ini tentang tech yang bikin kita semua geger.

Kejadiannya sekitar November, yang mengakibatkan Canva nggak bisa diakses cukup lama. Penyebabnya? Ada banyak, mulai dari deployment editor, masalah locking, sampai urusan jaringan di Cloudflare, penyedia CDN mereka. Well, siapa sangka, hal-hal teknis ini bisa bikin mood desain kita berantakan.

Ketika Satu Perubahan Kecil Membawa Petaka

Editor Canva itu kayak aplikasi single-page yang rajin banget di-update. Nah, karena update-nya sering, client kita semua jadi rajin download aset baru pakai sistem caching. Masalahnya, ini kayak efek domino. Deploy baru, client download bersamaan, eh, traffic melonjak.

Bayangin, lebih dari 270.000 request tertunda sekaligus. Keren sih, tapi juga bikin server kewalahan. Error sih nggak ada, tapi request nggak kelar. Jadinya? Antrean panjang yang bikin semuanya macet. Kayak lagi ngantre tiket konser, tapi konsernya nggak mulai-mulai.

Otomatisasi yang Malah Bikin Kacau

Biasanya, kalau ada yang nggak beres, sistem otomatis langsung nge-deteksi. Tapi, karena nggak ada error, sistem nggak ngeh kalau ada masalah. Akhirnya, autoscale yang seharusnya nambah kapasitas malah nggak berfungsi. Kayak punya alarm tapi nggak bunyi pas ada maling.

Akibatnya, task di API Gateway mulai error karena memorinya habis. Jadinya? Ya, collapse total. Tim Canva sih udah berusaha nambah kapasitas manual, tapi hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memblokir traffic di CDN.

Solusi Zaman Now: Memblokir Segala Macam

Cara paling ampuh buat benerin masalah ini adalah dengan memblokir semuanya. Canva bikin aturan firewall di Cloudflare untuk ngeblokir semua traffic. Tujuannya, biar task baru bisa mulai tanpa langsung kebanjiran request. Kayak matiin lampu konser biar penonton nggak rusuh.

Setelah itu, mereka balikin traffic secara bertahap. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk semuanya kembali normal. Mirip kayak nge-restart komputer setelah hang. Ribet, tapi kadang memang perlu.

Belajar dari Kegagalan: Resiliensi Itu Penting

Kejadian ini bikin kita mikir, sehebat apa pun teknologi, tetap ada celah. Yang bikin beda adalah cara kita menghadapinya. Tim Canva nggak cuma nyari akar masalah, tapi juga bikin rencana cadangan.

Resiliensi itu kuncinya. Berani mengubah cara kerja sistem saat ada yang nggak beres. Sama kayak kita, nggak nyerah pas desain mentok, tapi malah nyari ide baru. Keren! Ini bukan hanya tentang coding, tapi juga tentang cara kita berpikir dan beradaptasi.

Peningkatan Proses untuk Mencegah Insiden Serupa

Canva nggak mau kejadian kayak gini terulang. Makanya, mereka fokus memperbaiki proses penanganan insiden. Mereka bikin runbook buat ngeblokir dan memulihkan traffic. Plus, mereka juga meningkatkan resiliensi API Gateway.

Terapin prinsip ini di hidup juga deh. Buat rencana cadangan, jangan terpaku sama satu cara, dan selalu siap buat adaptasi.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Ambil?

Insiden Canva ini jadi pengingat kalau teknologi itu nggak sempurna. Selalu ada kemungkinan masalah. Tapi yang penting, kita belajar dari pengalaman, berani beradaptasi, dan selalu siap menghadapi tantangan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Sistem Hadiah Baru Street Fighter 6: Beban Berat untuk Pemain Peringkat Tinggi, Mimpi Buruk bagi Si Perfeksionis

Next Post

Megawati dan Paus Fransiskus Bahas Perubahan Iklim Global di Vatikan: Nasib Bumi dalam Sorotan