Ternyata, demam Street Fighter 2
di era '90-an itu lebih gila dari yang kita kira… bahkan mungkin, lebih gila dari kegilaan Genshin Impact saat ini? Mari kita bedah!
Era awal '90-an memang seperti zaman keemasan bagi game fighting, terutama dengan hadirnya Street Fighter 2
. Pemain profesional seperti Daigo Umehara, yang sudah malang melintang sejak masa-masa arcade, punya cerita menarik tentang fenomena ini. Beliau bahkan dengan santainya bilang: "Orang-orang sampai berhenti kerja kantoran cuma buat buka arcade."
Bayangkan, hanya dengan memiliki mesin Street Fighter 2, kamu bisa panen uang. Bukan cuma di tempat hiburan, tapi juga supermarket, tempat mandi uap, toko buku, toko mainan, rental video, bahkan tempat cuci baju dan toko permen. Hampir semua tempat punya game ini. Kebayang, kan, ramainya?
Tapi, kehebohan ini ternyata tidak selama yang kita kira. Menurut Daigo, demam Street Fighter 2
cuma bertahan sekitar dua tahun. Meskipun terasa lama bagi anak-anak pada masa itu, intensitasnya sangat membekas. Daigo sendiri mengaku terus bermain dan berharap bisa merasakan lagi euforia serupa.
Pertanyaannya, apakah ada game lain yang berhasil menandingi kegilaan Street Fighter 2
? Jawabannya, menurut Daigo, adalah: "Tidak ada." Bahkan era Street Fighter 4
pun, meski populer, tidak bisa menyamai level tersebut. Sad, but true.
Kenapa Demam Street Fighter 2 Tak Tergantikan?
Alasannya, tentu saja, sangat beragam. Mulai dari dominasi hiburan pada masa itu yang masih terbatas, hingga jumlah game yang jauh lebih sedikit. Dulu, Street Fighter 2
adalah bintang utama. Sekarang, pilihan hiburan sudah sangat banyak, mulai dari game lain, media sosial, film, sampai podcast.
Turnamen Street Fighter 2
juga sangat fenomenal. Bayangkan, ada 8.500 orang ikut kualifikasi nasional di Jepang! Kualifikasi lokalnya pun bisa menarik 100 orang di toko buku atau tempat lain. Daigo menggambarkannya seperti bermain di angkasa luar. Kamu nggak tahu pemain hebat macam apa yang akan kamu temui.
Street Fighter 6 Mendekati? Tapi Tidak Sama!
Walaupun begitu, Daigo merasa ada satu game fighting yang, di Jepang, mendekati demam Street Fighter 2
pada masanya, yaitu game yang juga berasal dari era yang sama. Kemudian, nama Daigo mulai bersinar di kancah kompetitif lewat Darkstalkers dan Street Fighter Alpha. Keren, ya, waktu itu masih sekolah udah jago main!
Sekarang, Umehara merasa bahwa Street Fighter 6
2D adalah game yang paling mendekati semangat Street Fighter 2
. Tapi, tetap saja, menurutnya tidak mungkin bisa menyamai apa yang terjadi lebih dari 30 tahun lalu. Ya, zaman emang berubah, sih.
Bukti nyata bahwa Street Fighter 6
masih diminati adalah penjualan game ini di Jepang yang mencapai lebih dari 1 juta kopi. Angka ini hampir seperempat dari total penjualan global yang mencapai 4.4 juta kopi. Selain itu, Capcom Cup 11 juga akan diadakan di Jepang, menunjukkan betapa populernya game ini di negara asalnya.
Bahkan, penjualan Street Fighter 6
di Jepang hampir menyamai total penjualan Street Fighter 4
selama masa hidupnya. Tapi, lagi-lagi, angka itu belum seberapa dibandingkan penjualan konsol Street Fighter 2
di masa lampau. Nggak heran, ya, Daigo nostalgia terus.
Nostalgia & Perbandingan: Dulu vs Sekarang
Perbedaan mendasar lainnya adalah ketersediaan akses. Dulu, mau nggak mau, kamu harus datang langsung ke arcade. Sekarang, game bisa diakses kapan saja dan di mana saja, dengan berbagai platform. Persaingan juga semakin ketat karena ada banyak game yang bisa dipilih.
Selain itu, budaya bermain juga berubah. Dulu, bermain game adalah aktivitas sosial, berkumpul bersama teman-teman. Sekarang, banyak pemain yang lebih suka bermain sendiri atau berkompetisi secara online. Mungkin ini juga yang bikin rasanya beda.
Saat ini, kita juga tidak bisa mengabaikan peran influencer dan media sosial. Dulu, informasi tentang game lebih terbatas. Sekarang, ada banyak konten tentang game yang bisa kita akses, mulai dari review, tutorial, sampai turnamen. Bahkan mungkin, kalian baca artikel ini karena rekomendasi di sosmed, kan?
Perlu diingat, banyak pemain sekarang yang lahir setelah Street Fighter 4
rilis, bukan zamannya SF2. Jadi, wajar kalau perspektif mereka tentang demam Street Fighter 2
berbeda. Semua berubah, termasuk bagaimana kita menikmati game – dan memang itulah seni kehidupan.
Kesimpulannya, demam Street Fighter 2
adalah fenomena unik yang sulit diulang. Faktor kombinasi antara kesederhanaan, ketersediaan, budaya, dan waktu yang tepat menciptakan ledakan yang tak terlupakan. Meskipun Street Fighter 6
menunjukkan potensi, tetap saja, kegilaan Street Fighter 2
hanya bisa dikenang. Tapi jangan khawatir, game fighting tetap seru, kok! Tetap mainkan game favoritmu, dan bagikan pengalamanmu ke teman-teman.