Oke, berikut adalah artikel editorialnya:
Siapa Bilang Teknologi AI Cuma Buat Orang Kaya? Microsoft Copilot Kasih Fitur "Pikir Lebih Dalam" Gratis!
Beberapa waktu lalu, kita sering dengar kalau teknologi AI itu cuma buat segelintir orang yang punya banyak duit. Mahal, rumit, dan bikin pusing. Tapi, Microsoft datang dengan kabar yang lumayan bikin mata melek: fitur "Think Deeper" di Copilot, yang sebelumnya cuma buat pelanggan berbayar, sekarang bisa dinikmati semua orang secara gratis.
Bayangin, kamu bisa ajukan pertanyaan rumit yang butuh jawaban mendalam, dan Copilot bakal kasih solusi langkah demi langkah. Ini bukan cuma sekadar search engine biasa, tapi asisten AI yang siap mikir bareng kamu. Sebelumnya, fitur ini pakai model LLM o3-mini-high dari OpenAI.
Fitur "Think Deeper" sendiri sebenarnya sudah ada sejak Oktober lalu, tapi cuma buat pengguna Copilot berbayar. Waktu itu, masih ada batasan penggunaan. Awal tahun ini, pengguna gratis juga bisa coba "Think Deeper", meskipun masih ada limit.
AI untuk Semua, Bukan Cuma Sultan!
Yang bikin heboh, Microsoft baru-baru ini meng-upgrade fitur "Think Deeper" dengan LLM o3-mini-high. Dan yang lebih keren, fitur ini sekarang gratis dan tanpa batas buat semua pengguna Copilot. Artinya, kamu bisa tanya apa aja, kapan aja, tentang apa aja, dan Copilot bakal jawab dengan analisis yang lebih mendalam.
Kamu bisa dapat jawaban yang lebih relevan, wawasan yang lebih oke, dan pastinya, AI yang selalu update dengan perkembangan terbaru. Ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal bagaimana teknologi bisa bikin hidup kita lebih mudah dan pintar.
Microsoft Mau "Ngejar" atau "Nyalip" ChatGPT?
Nah, yang menarik, Microsoft kasih akses gratis ke o3-mini-high, sementara OpenAI sendiri—melalui ChatGPT—masih membatasi akses buat pengguna gratis. Pengguna gratis ChatGPT cuma bisa dapat akses terbatas ke o3-mini.
Pengguna berbayar bisa pakai o3-mini-high tanpa batas. Langkah Microsoft ini jelas banget: mereka pengen bersaing langsung dengan ChatGPT. Mereka pengen lebih banyak orang pakai Copilot.
AI: Senjata Rahasia untuk Anak Kosan dan Kaum Rebahan?
Meskipun Microsoft membuka akses luas ke fitur AI canggih, para ahli bilang ini juga semacam langkah "kejar-kejaran". Soalnya, ChatGPT masih lebih populer daripada Copilot. Wajar sih, karena ChatGPT udah lebih dulu eksis dan dikenal banyak orang.
Tapi dengan langkah Microsoft ini, kita bisa berharap persaingan AI bakal semakin seru. Para pemain AI akan berlomba-lomba kasih fitur yang lebih keren, lebih canggih, dan pastinya, lebih ramah kantong.
Teknologi AI: Ancaman atau Peluang?
Soal teknologi AI, seringkali kita dibikin bingung: ini ancaman atau peluang? Di satu sisi, AI bisa menggantikan pekerjaan manusia. Di sisi lain, AI bisa bantu kita kerja lebih efisien, kreatif, dan inovatif. Dengan fitur gratis dari Microsoft ini, kamu bisa mulai eksplorasi dan manfaatin AI buat kebaikan.
Tentu saja, kita harus tetap bijak. Jangan sampai AI malah bikin kita jadi malas mikir, atau malah terjebak dalam informasi yang salah. Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti otak dan intuisi kita.
Akhirnya, langkah Microsoft ini patut diapresiasi. Mereka membuka pintu lebar-lebar buat semua orang, dari anak kuliahan sampai bapak-bapak pecinta teknologi, buat nyobain kecanggihan AI. Tinggal kita, mau ambil kesempatan ini atau cuma jadi penonton. Siap-siap, dunia AI bakal makin asik!