Perjanjian Rahasia Agen AI: Bisakah Mereka Berbicara Satu Sama Lain?
Bayangkan dunia di mana agen kecerdasan buatan (AI) dari berbagai perusahaan bisa ngobrol santai, tukar-menukar informasi, dan bekerja sama tanpa drama. Kedengarannya seperti adegan dari film science fiction, ya? Tapi, ternyata mimpi itu lagi diupayakan. Problemnya, agen-agen ini punya bahasa dan cara berpikir yang beda-beda, kayak kamu sama mantan pacar.
Nah, untuk bikin mereka "akrab" dan ngerti satu sama lain, para developer AI harus bikin kesepakatan. Ibaratnya, mereka perlu bikin kamus bahasa universal. Untungnya, sekelompok perusahaan keren – termasuk Cisco, LangChain, LlamaIndex, dan Galileo – udah mulai usaha ini. Mereka bikin AGNTCY, sebuah perkumpulan open-source yang tujuannya, bikin bahasa standar untuk agen AI. Tujuannya sih, biar semua agen bisa saling ngobrol, tukar data, dan kerja sama. Keren, kan?
Internet of Agents: Bukan Cuma Omong Kosong?
Vijoy Pandey, bos di Cisco, bahkan nyamain AGNTCY sama TCP/IP dan DNS yang bikin internet jadi ada dan berguna. Bayangin deh, dulu internet cuma buat orang-orang dan server doang, sekarang bisa buat semua hal. Nah, AGNTCY ini pengen bikin hal yang sama buat agen AI. Intinya sih, biar semuanya makin interconnected dan terbuka.
Cisco, LangChain, dan Galileo akan jadi "otak" di AGNTCY, sementara Glean dan LlamaIndex bantu-bantu. Tapi, katanya sih, struktur ini bisa berubah seiring makin banyaknya anggota baru. Jadi, bisa aja nanti ada nama-nama lain yang ikutan. Makin banyak yang gabung, makin seru, kan? Tapi, kira-kira, apa sih tantangannya?
Standarisasi Itu Penting, Tapi Susah…Banget!
Standarisasi di dunia teknologi, apalagi AI, itu kayak ngejar angin. Selalu ada yang baru, yang lebih canggih, tiap beberapa bulan sekali. Tapi, ternyata, ini bukan pertama kalinya ada ide standarisasi buat AI. LangChain, salah satu anggota AGNTCY, bahkan udah punya protokol sendiri, Agent Protocol. Terus, ada juga Anthropic yang punya Model Context Protocol (MCP).
Masalahnya, standar itu susah banget buat diwujudin. Yash Sheth dari Galileo bilang, standarisasi itu penting banget. Soalnya, kalau semua orang bikin sistem sendiri-sendiri, kerjaan jadi numpuk dan nggak efisien.
Agen AI: Bukan Cuma Impian, Tapi Sudah Jadi Kenyataan!
CEO LangChain, Harrison Chase, bilang kalau bikin agen itu udah bisa. Bahkan udah banyak perusahaan yang bikin, kayak Replit, Klarna, LinkedIn, dan lain-lain. Jadi, agen AI itu bukan lagi konsep masa depan, tapi udah exists sekarang. Nah, sekarang tinggal gimana caranya biar mereka bisa saling nyambung dan ngobrol.
Pandey membayangkan AGNTCY bukan cuma kumpulan kode, tapi juga platform buat nemuin agen AI. Jadi, pengguna bisa gabungin dan nyusun workflow mereka sendiri. Tapi, biar bisa jadi standar, AGNTCY harus punya banyak anggota dan banyak agen yang bisa ditawarin.
Masa Depan AI: Bisakah Agen-Agen Ini Akur?
Sekarang, AGNTCY lagi berusaha keras buat ajak lebih banyak pemain AI ikutan. Pandey bilang, mereka lagi ngobrol sama banyak orang buat cari tahu apa yang mereka butuhin. Tapi, prosesnya pasti makan waktu.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan terus bereksperimen dan bahkan udah mulai pakai agen AI di kehidupan sehari-hari. Kita tunggu aja, ya, apakah nanti agen-agen AI ini bisa ngobrol bareng, atau malah bikin perang dunia baru? Who knows? Yang jelas, dunia AI makin seru aja, dan kita tunggu kejutan-kejutan selanjutnya.