Dark Mode Light Mode

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 7-10 Maret: Waspada Dampak!

Gelombang Tinggi Mengintai: Jangan Biarkan Ombak Mengganggu Liburanmu!

Akhir pekanmu berencana bersantai di pantai? Atau mungkin sudah siap-siap mau sailing keliling pulau? Tunggu dulu, mungkin kamu perlu membaca artikel ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini tentang potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia. Jangan sampai niat liburanmu yang sudah direncanakan dengan matang, malah harus berakhir dengan basah kuyup dan kapal yang oleng.

Kabar buruknya, peringatan ini berlaku dari tanggal 7 hingga 10 Maret 2025. Wah, pas banget kan sama jadwal liburan panjang anak kantoran? Menurut BMKG, ada siklon 98S di Samudra Hindia bagian barat daya yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 8-25 knot. Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari arah Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan 6-20 knot.

Bahaya Mengintai di Lautan: Lebih dari Sekadar Basah

Gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa lokasi, termasuk Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian barat dan timur, serta Selat Makassar bagian utara. Jangan anggap remeh, gelombang setinggi ini sudah cukup untuk membuat perahu nelayan terombang-ambing.

Lebih parahnya lagi, ada potensi gelombang yang lebih tinggi, yaitu 2,5-4,0 meter di beberapa wilayah seperti Samudra Hindia dekat Pulau Nias dan Bengkulu, serta selatan Banten, Jawa Tengah, dan Lampung. Kalau kamu punya rencana surfing, mungkin ini bukan waktu yang tepat. Selain itu, ada juga potensi gelombang tinggi di utara Maluku dan Papua Barat Daya. Bayangkan, sudah jauh-jauh ke pantai, eh malah dilarang berenang.

Kapalmu Aman? Jangan Sampai Jadi Korban Ombak

BMKG sudah memberikan peringatan untuk berbagai jenis kapal. Untuk nelayan yang menggunakan perahu, disarankan untuk berhati-hati jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang disarankan untuk menghindar jika kecepatan angin melebihi 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal feri juga diminta untuk menghindari pelayaran jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Nah, untuk kapal kargo dan kapal pesiar, sebaiknya berhati-hati jika kecepatan angin melebihi 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. Kebayang kan gimana rasanya kalau kapal pesiarmu terombang-ambing di tengah laut?

Antisipasi Itu Kunci: Selamatkan Liburanmu!

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan? Tentu saja, tetap waspada dan ikuti informasi dari BMKG. Jika kamu berencana berlibur ke pantai atau melakukan aktivitas di laut, pantau terus perkembangan cuaca. Jangan ragu untuk menunda atau membatalkan rencana jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Ingat, liburan yang menyenangkan adalah liburan yang aman.

Jangan sampai karena semangat ingin bersenang-senang, kamu malah jadi korban gelombang tinggi. Lebih baik mencegah daripada menyesal, kan? Semoga liburanmu tetap aman dan menyenangkan. Jangan lupa, tetap update informasi cuaca dan selalu utamakan keselamatan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Billie Eilish Kembali Rajai Tangga Album ARIA: Dampak Signifikan

Next Post

Berita Pasar Modal & Saham Terkini: Dampak Ekonomi, IHSG, Indeks Global & IPO