XR: Antara Headset Misterius dan Janji Revolusi
Minggu ini, dunia XR (Extended Reality) kembali disibukkan dengan berbagai acara besar, yang menandakan inovasi berkelanjutan dan peningkatan adopsi teknologi ini di dunia kerja dan di luar itu. Tampaknya para produsen XR tidak mau ketinggalan momentum.
Dihelatnya Industrial Immersive 2025, para perusahaan XR kelas kakap dan para ahli industri berkumpul untuk membahas bagaimana solusi imersif ini mampu menjawab berbagai tantangan industri secara luas. Sementara itu, Mobile World Congress 2025 (MWC 2025) menjadikan XR sebagai salah satu teknologi yang paling menjanjikan, tepat di belakang pasar AI yang sedang naik daun. Tentu saja, persaingan ketat seperti ini justru semakin memacu inovasi.
Event-event besar ini, ditambah dengan kehadiran XR yang semakin kuat, menggambarkan kondisi industri di awal tahun 2025 yang sangat dinamis. Ada banyak acara menarik yang akan digelar sepanjang tahun ini, yang semuanya menyoroti perkembangan pesat AR/VR/MR. Ini berarti ada banyak kesempatan bagi kita untuk melihat langsung bagaimana teknologi ini mengubah dunia.
Moohan: Headset yang Bikin Penasaran dan Potensi Ledakan
Di MWC 2025, Samsung memperkenalkan berbagai produk baru, mulai dari suite AI seluler hingga smartphone terbaru. Namun, headset Moohan menjadi pusat perhatian. Tiga unit ditampilkan di acara tersebut, meskipun pengunjung hanya bisa melihat tanpa menyentuhnya. Strategi yang cukup membuat penasaran, bukan?
Perangkat ini merupakan hasil kolaborasi antara Samsung, Qualcomm, dan Google, di mana Qualcomm menyediakan fondasi chipset, dan Google mengimplementasikan kerangka AndroidXR yang banyak dibicarakan untuk headset mendatang. Hanya saja, terbatasnya informasi dan kesempatan untuk mencoba langsung, membuat Moohan semakin misterius.
Meskipun demikian, presentasi percaya diri dari Samsung menarik perhatian yang signifikan. Ini menandai langkah besar bagi Samsung di dunia XR setelah spekulasi selama bertahun-tahun. Kita bisa berharap, dengan masuknya Samsung ke pasar ini, akan ada lebih banyak inovasi dan persaingan yang sehat.
VIVE Mars: Mengubah Cara Pembuatan Film
Di MWC 2025, VIVE Mars memamerkan kemampuannya yang luar biasa dengan demonstrasi interaktif yang memungkinkan orang lain merasakan langsung kekuatan produksi virtual profesional. Dengan menggunakan VIVE Mars CamTrack bersama dengan dinding LED besar, pengunjung bisa berinteraksi secara real-time dengan latar belakang virtual dari National Art Museum of Catalonia, lengkap dengan kembang api interaktif yang keluar dari ujung jari mereka.
Dengan menggabungkan teknologi pelacakan canggih dengan desain yang intuitif, VIVE Mars menghilangkan kebutuhan akan set fisik dan pengambilan gambar di lokasi yang mahal. Pengurangan biaya yang dramatis ini memungkinkan pembuat konten independen untuk menghasilkan konten dengan kualitas visual yang dulu hanya dimiliki oleh studio besar. Kita bisa membayangkan, betapa dahsyatnya teknologi ini bagi para sineas independen.
Kemampuan real-time dari sistem ini memungkinkan sutradara dan sinematografer untuk langsung melihat hasil akhir pengambilan gambar mereka, menghilangkan ketidakpastian yang terkait dengan produksi layar hijau tradisional. Alur kerja yang efisien ini menghemat uang dan waktu, memungkinkan produksi berjalan lebih cepat sambil tetap mempertahankan kendali kreatif. Ini seperti impian yang jadi kenyataan, bukan?
Deckard: Kode Keras dan Potensi Dukungan Steam Deck
Seorang informan Valve yang terpercaya, dikenal sebagai ‘Gabefollower,’ mengungkapkan bahwa "beberapa sumber telah mengonfirmasi bahwa Valve berencana untuk merilis headset VR nirkabel mandiri baru yang berkode nama Deckard pada akhir tahun 2025." Menurut postingan media sosialnya, paket tersebut bisa berharga sekitar $1.200. Harga yang cukup menguras kantong, tapi sebanding dengan kualitas, bukan?
Koneksi ke Steam Deck OS sangat menarik karena dua alasan. Pertama, pengguna Steam Deck tahu bahwa plugin pihak ketiga, seperti portofolio kacamata pintar XREAL, memungkinkan streaming game ke perangkat XR. Kedua, karena Steam Deck adalah perangkat game seluler, ini mengindikasikan bahwa Deckard kemungkinan akan dioptimalkan untuk berfungsi sebagai perangkat XR seluler daripada perangkat yang terhubung seperti Valve Index. Gabefollower menyatakan, "Presentasi tertutup pertama bisa segera dimulai." Jika informasi tersebut akurat, kita mungkin akan segera melihat produk akhirnya.
Pada tahun 2025, perangkat XR akan menarik investasi baru dan mendapatkan daya tarik, dengan perusahaan seperti Samsung memasuki pasar dan Meta berinvestasi besar-besaran dalam portofolio XR-nya. Waktu ini bisa jadi menguntungkan bagi Valve, karena minat di pasar sedang tinggi. Kabar ini muncul setelah debut AndroidXR, sistem operasi baru untuk produk XR yang sudah mendapat dukungan dari berbagai pemimpin industri, termasuk Lynx. Jika Deckard diharapkan bekerja bersama Steam Deck, hal itu mungkin memerlukan dukungan Lynx, sehingga ekosistem AndroidXR bisa memainkan peran dalam masa depannya.
Dengan berbagai perkembangan di atas, jelas bahwa XR bukan lagi sekadar mimpi di masa depan. Teknologi ini sudah ada di depan mata, siap mengubah cara kita bekerja, bermain, dan berinteraksi dengan dunia. Kita hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana XR akan membentuk masa depan. Yang jelas, persiapkan diri untuk petualangan seru di dunia virtual!