in

Berbeda Pilihan Bukan Berarti Bermusuhan

Lagi-lagi saya kebingungan dengan kondisi hati saya ini. Mendapati kabar sang mantan yang mengalami kesusahan dalam pengendalian batin. Merasa selalu insecure. Sorry, bukan selalu, namun perasaan insecure itu sering muncul.

Jujur, saya masih menyayangi sang mantan. Lebih tepatnya masih memikirkan. Tapi bukan berarti saya belum move-on. Hanya saja, saya paham betul dengan kondisi ketenangan jiwanya. Bukan karena dia sakit jiwa. Namun dalam berkehidupan, kita pernah lah yang mengalami proses pendewasaan. Dan ketika disaat proses itulah, sering kali kejiwaan kita ini terganggu. Mungkin hanya saya dan dia saja yang mengalami seperti ini.

Saya sendiri nggak tau harus bagaimana mensupport dia. Semakin membuat saya sedih, ketika saya memahami kondisinya dia sedang tidak baik-baik saja, namun saya tidak bisa berbuat apapun selain diam dan mengawasi dari kejauhan. Kalau saya sebutkan bahwa saya selalu mendoakan dia, kok kesanya saya terlalu sok agamis, jadi yaa itu tadi, hanya diam. 

Ada yang berpendapat kalau sudah jadi mantan, seharusnya sudah tidak memikirkan dia lagi. Mungkin betul pernyataan itu, namun, tanyakan hati nurani kita, setega itukah kita?

Saya sempat berselisih pendapat dengan teman dekat wanita, dia tinggal di Jakarta. Dia sama sekali tidak memahami pendapat saya tentang konsep saya terhadap mantan. Selalu ditepuk rata bahwa tindakan saya ini adalah salah satu sikap yang belum bisa move-on. Hingga akhirnya, saya bermusuhan dengan teman saya ini. 

Dia yang memusuhi saya. Benci sekali dengan pendapat saya ini. Padahal, berbeda pendapat bukan berarti kita harus bermusuhan. Anggap saja seleraku kopi tubruk dan seleramu kopi susu. Bukankah kita tetap bisa duduk dan berbincang bersama meski isi gelas minuman kita berbeda?

2 Comments

Leave a Reply
  1. mungkin ada baiknya juga kamu mulai berhenti memikirkan mantan itu lagi. karena pasti kamu selalu ingin berpendapat atas apa yang dia lakukan. karena di pikiranmu masih selalu ada dia jadi otomatis otak ter main set untuk ( mengomentari ) segala sesuatu yang dia lakukan/rasakan. dia bukan urusanmu lagi. bisa juga dibilang BUKAN TANGGUNG JAWABMU LAGI. kamu sudah cukup berperan penting di kehidupannya. dan itu CUKUP. dia sudah dewasa dia sudah bisa memutuskan pilihannya sendiri. its not your job anymore. dan masalah temanmu itu dia ga salah dan kamu pun juga ga salah. semua orang bebas untuk berpendapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Cara Menulis Yang Bagus