Dark Mode Light Mode

Bekas Developer Rockstar Bicara Soal “Kecemasan Eksplorasi” di Game Dunia Terbuka

Siapa yang suka main game open-world tapi ujung-ujungnya malah cuma ngikutin main story doang? Pasti banyak deh yang ngalamin. Udah niat mau eksplorasi, eh malah mager duluan karena map-nya terlalu luas. Jangan khawatir, kamu gak sendirian kok! Fenomena ini ternyata emang lagi jadi perhatian serius para pengembang game, bahkan orang-orang di balik Grand Theft Auto dan Red Dead Redemption juga!

Fenomena ini, yang sering disebut "open-world fatigue," semakin terasa seiring dengan makin canggihnya teknologi gaming. Dulu, kita mungkin cuma kenal platformer atau shooter. Sekarang, dunia game udah kayak taman bermain raksasa yang bisa kita eksplorasi sebebasnya. Tentu saja, ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga bisa jadi tantangan tersendiri bagi para gamer.

Bayangin aja, kamu masuk ke dunia game yang map-nya segede jagat raya. Udah gitu, isinya macem-macem lagi, mulai dari quest utama, side quest, collectible item, sampai tempat-tempat tersembunyi. Saking banyaknya pilihan, kadang kita malah bingung mau ngapain, ujung-ujungnya malah freeze alias gak gerak sama sekali. Atau, parahnya, langsung skip semua tantangan dan cuma fokus ke main story.

Cameron Williams, seorang Senior Mission Designer yang pernah terlibat dalam pengembangan GTA 6, Call of Duty, dan Red Dead Redemption, baru-baru ini membahas hal ini dalam sebuah panel diskusi. Sekarang, beliau bekerja di studio baru milik Dan Houser (salah satu pendiri Rockstar Games), yaitu Absurd Ventures. Dalam panel tersebut, Williams secara gamblang menjelaskan betapa beratnya tantangan yang dihadapi pemain di game open-world.

Williams menyebutkan bahwa pemain seringkali gak mau eksplorasi, karena berbagai alasan. Bisa jadi karena gamenya terlalu action-oriented, atau karena pemainnya gak tertarik sama dunia dalam game tersebut. Mungkin juga, waktu yang dibutuhkan untuk eksplorasi itu terlalu banyak dan pemain jadi gak punya banyak waktu buat menjelajahi seluruh map. Apalagi, persaingan game free-to-play dan live service sekarang semakin ketat, sehingga waktu dan perhatian pemain jadi terbatas.

Efek "open-world fatigue" ini membuat pemain merasa ada "kecemasan eksplorasi" alias exploration anxiety. Pemain jadi mikir, "Wah, jauh amat nih dari satu tempat ke tempat lain? Apa sih untungnya kalau gue eksplorasi?" Pertanyaan-pertanyaan ini wajar banget muncul, apalagi kalau game-nya gak memberikan insentif yang jelas. Jadi, wajar aja kalau akhirnya malah memilih jalur yang paling aman dan efisien.

Lalu bagaimana caranya developer mengatasi hal ini? Salah satunya adalah dengan penempatan landmark yang tepat. Landmark ini bisa jadi penanda arah dan tujuan yang jelas bagi pemain. Dengan adanya landmark, pemain jadi punya goal yang jelas untuk dicapai. Tapi, kalau landmark-nya kebanyakan, pemain malah bisa kena analysis paralysis—kebingungan mau ke mana karena terlalu banyak pilihan.

Strategi Menghindari Open-World Fatigue

Yang menarik, Williams mengidentifikasi tipe pemain yang disebut "beeliners." Beeliners ini adalah pemain yang maunya langsung nyasar ke tujuan utama, tanpa peduli sama konten opsional lain. Mereka gak mau buang-buang waktu buat eksplorasi, apalagi kalau eksplorasinya gak menghasilkan apa-apa. Basically, mereka menghindari segala hal yang dianggap buang-buang waktu.

Untuk menghindari hal ini, Williams menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Pengembang game harus mampu menciptakan dunia yang luas, tapi tetap terstruktur. Tujuannya adalah untuk avoid creating a possibility space so large that players simply just don't know what to choose. Dengan begitu, pemain tetap punya kebebasan untuk memilih, tapi gak sampai kebingungan karena terlalu banyak opsi. Smart, kan?

Salah satu caranya adalah dengan memberikan informasi yang jelas tentang reward atau keuntungan dari eksplorasi, seperti item langka atau skill baru. Selain itu, game bisa juga menggunakan sistem quest atau challenge yang menarik, sehingga pemain punya alasan kuat untuk menjelajahi seluruh map. Dengan begitu, pemain akan merasa termotivasi untuk eksplorasi, bukan malah merasa terbebani.

Penting juga untuk memperhatikan pacing alias ritme permainan. Jangan sampai pemain merasa bosan karena harus melakukan perjalanan yang terlalu lama. Kalau perlu, tambahkan fitur fast travel atau kendaraan yang bisa mempercepat perjalanan. Oh iya, jangan lupa tambahkan berbagai event atau kejutan di sepanjang jalan, biar pemain gak merasa jenuh.

Memahami Peran Desain Misi

Desain misi menjadi kunci dalam mengatasi "open-world fatigue". Misi yang baik akan mengarahkan pemain ke berbagai lokasi menarik, sekaligus memberikan reward yang sesuai. Dengan begitu, pemain akan merasa tertantang untuk menjelajahi dunia game, bukan malah merasa terpaksa. It's all about the experience, guys!

Selain itu, penting juga untuk menciptakan karakter dan cerita yang kuat. Karakter yang menarik dan cerita yang seru akan membuat pemain semakin terikat dengan game dan dunia di dalamnya. Jika pemain merasa invested, mereka akan lebih termotivasi untuk menjelajahi setiap sudut map.

Tips untuk Gamer Berani Mengeksplorasi

Buat kamu para gamer yang sering kena "open-world fatigue", jangan khawatir! Ada beberapa tips yang bisa dicoba, nih:

  • Jangan terburu-buru: Nikmati setiap momen dalam game. Jangan cuma fokus ke tujuan utama.
  • Coba side quest: Side quest seringkali menawarkan cerita menarik dan reward yang berguna. Lumayan, kan, buat nambah experience point?
  • Manfaatkan map: Pelajari map dengan baik. Cari tahu lokasi landmark, collectible item, atau tempat-tempat tersembunyi. Kamu bisa menemukan kejutan seru di sana!
  • Gabung komunitas: Diskusikan game favoritmu dengan pemain lain. Kamu bisa dapat tips, trik, atau bahkan teman baru yang bisa diajak mabar!

Kesimpulan

Jadi, "open-world fatigue" itu nyata, gengs. Tapi, bukan berarti kita harus menyerah sama game open-world. Dengan strategi desain yang tepat dan pemain yang punya mindset yang benar, kita tetap bisa menikmati keindahan dunia game tanpa merasa kelelahan. Jangan lupa, nikmati setiap momen dalam permainan, dan jangan takut untuk menjelajahi dunia virtual yang luas ini. Happy gaming!

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Laporan Pemerasan dan Pungutan Liar: Pemerintah Minta Keterlibatan Masyarakat

Next Post

GTA 6 Versi Mod untuk GTA 5 Kena Hapus Take-Two, Pembuat Menduga Terlalu Akurat dan Bisa Merusak Kejutan