Dark Mode Light Mode
BET Awards 2025: Tanggal Pengumuman, Siap-Siap!
Bali Pertimbangkan Pajak Turis Rp1,5 Juta Per Hari, Termasuk Warga Malaysia, Demi Tarik Wisatawan Berkualitas
Pemangkasan Studio Game Warner Bros. Perparah Perjuangan Industri Game Hollywood

Bali Pertimbangkan Pajak Turis Rp1,5 Juta Per Hari, Termasuk Warga Malaysia, Demi Tarik Wisatawan Berkualitas

Mau Liburan Murah? Pikir Ulang, Rekan-rekan!

Akhir-akhir ini, berita tentang kenaikan pajak turis di berbagai negara Asia mulai bermunculan. Kalau kamu punya rencana liburan hemat ke Asia, mungkin kamu perlu mengkaji ulang rencana tersebut. Jepang udah mulai mikir keras, Thailand siap-siap ngecas, eh, Bali malah ikutan dengan ide yang… hmm, menarik.

Bali Mau Jadi Bhutan?

Bali, pulau dewata yang kita cintai, kabarnya sedang mempertimbangkan pajak turis hingga USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) per hari buat turis asing. Gokil, kan? Katanya sih, mereka mau ngikutin jejak Bhutan, negara yang udah lebih dulu menerapkan aturan serupa. Tujuannya? Biar turis yang datang itu kualitasnya terjamin. Alias, yang duitnya banyak, bukan yang sukanya ngirit.

Ide ini tentu saja bikin heboh. Apalagi buat kita-kita yang punya budget terbatas. Tapi, ada juga yang setuju, lho! Katanya, ini saatnya Bali fokus ke pariwisata premium dan ningkatin pelayanan. Ya, gimana enggak, kalau harga liburan aja udah bikin kantong bolong duluan?

Pajak Mahal, Dompet Menjerit

Bayangin, ya, kalau kebijakan ini beneran jadi kenyataan. Sekarang, turis asing cuma kena pajak sekali bayar sebesar Rp 40 ribu pas tiba di Bali. Kalau pajak harian ini diterapkan, liburan 5 hari kamu bisa kena Rp 8 jutaan cuma buat pajaknya. Itu belum termasuk tiket pesawat, penginapan, dan makan. Mungkin kita harus mulai nabung dari sekarang, nih.

Tentu saja, ada yang senang dengan ide ini. Para pengusaha kelas atas mungkin mikir, "Wah, asik nih, turis tajir makin banyak!" Tapi, gimana nasib pedagang kecil yang selama ini ngandelin turis backpacker? Bisa-bisa dagangannya malah nggak laku.

"Kualitas" yang Bikin Kantong Tipis

Sebenarnya, upaya buat ngatur pariwisata di Bali udah ada sejak lama. Gubernur Wayan Koster pernah usul kuota turis, sementara mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dukung banget pajak ala Bhutan ini. Tapi, apa iya, sih, "kualitas" turis harus diukur dari seberapa tebal dompet mereka?

Yang jelas, ide ini masih jadi perdebatan. Belum ada tanggal pasti kapan pajak ini mulai berlaku. Tapi, kalau beneran diterapkan, siap-siap aja dompet kamu makin tipis.

Dampak Nyata Buat Kita, Si Kaum "Mendang-Mending"

Buat kita-kita yang sukanya liburan hemat, kebijakan ini jelas bikin meringis. Dulu, Bali itu surganya turis budget. Sekarang, mau liburan ke sana aja udah harus mikir berkali-kali. Mau nggak mau, kita harus siapin budget lebih besar kalau tetap pengen menikmati keindahan Bali.

Atau, mungkin, ini saatnya kita mulai nge-list destinasi lain yang lebih ramah di kantong? Banyak, kok, negara-negara Asia yang nggak kalah seru dan tetep asik buat didatengin.

Jangan Kaget Kalau Ada Perubahan

Yang pasti, dunia pariwisata terus berubah. Ada aja kebijakan baru yang bikin kita, para traveler, harus adaptasi. Dari pajak, kuota turis, sampai aturan-aturan lain yang kadang bikin pusing. Kita cuma bisa berharap, semoga perubahan ini nggak bikin liburan jadi makin mahal dan ribet.

Solusi? Cari Alternatif!

Jadi, gimana, nih? Apakah kita harus meratapi nasib karena Bali mau jadi "kota mewah"? Nggak juga, sih. Masih banyak kok, tempat-tempat lain yang bisa kita kunjungi dengan budget yang lebih bersahabat. Mungkin, ini saatnya kita mulai explore destinasi lain di Indonesia atau negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Yang penting, jangan sampai semangat liburan kamu padam cuma karena pajak yang makin mahal! Tetap semangat, tetap traveling, dan jangan lupa, tetap hemat.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

BET Awards 2025: Tanggal Pengumuman, Siap-Siap!

Next Post

Pemangkasan Studio Game Warner Bros. Perparah Perjuangan Industri Game Hollywood