Siap-siap, para gamer Dota 2! Ada kabar gembira sekaligus menegangkan dari markas Valve. Turnamen paling akbar sejagat Dota 2, The International, bakal hadir dengan wajah baru di tahun 2025. Bukan sekadar facelift biasa, perubahan format kali ini diklaim bakal bikin setiap pertandingan terasa seperti final, nggak ada lagi laga yang cuma buat ngisi jadwal. Siapapun yang mengaku die-hard fans, wajib tahu seluk-beluk perubahan ini biar nggak clueless pas nonton nanti.
Valve Corporation, sang pengembang Dota 2, secara resmi mengumumkan perombakan signifikan untuk format The International (TI) 2025. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; mereka ingin memastikan "setiap pertandingan memiliki pertaruhan". Tujuannya jelas, untuk menghindari momen-momen di edisi sebelumnya di mana beberapa laga terasa kurang greget karena tidak menentukan apa-apa bagi tim yang bertanding, atau bahkan bagi tim lain di grup yang sama. Langkah ini diharapkan membawa intensitas baru ke dalam turnamen.
Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 14 September 2025 di Hamburg, Jerman. Sebuah momen nostalgia, mengingat Jerman adalah tuan rumah TI pertama pada tahun 2011 silam di Cologne. Barclays Arena akan menjadi saksi bisu perebutan Aegis of Champions tahun ini. Dengan kembalinya TI ke Jerman setelah 14 tahun, tentu ada harapan besar akan atmosfer yang lebih meriah dan kompetisi yang semakin sengit.
Sama seperti format TI yang diperkenalkan tahun 2023, TI 2025 akan dibagi menjadi dua fase utama: The Road to The International dan The International proper. Fase pertama, The Road to The International, mencakup babak Grup dengan format Swiss baru dan Babak Eliminasi Spesial. Sementara itu, The International proper adalah sebutan untuk babak Playoff yang sudah kita kenal, tempat para tim terbaik beradu strategi hingga titik darah penghabisan. Pembagian ini membuat alur turnamen lebih terstruktur.
The Road to The International akan memanaskan persaingan dari tanggal 4 hingga 7 September. Di sinilah perubahan paling mencolok terjadi, dengan diperkenalkannya format Swiss untuk babak Grup. Valve tampaknya ingin mencoba sesuatu yang berbeda, meninggalkan format round robin grup yang terkadang menghasilkan pertandingan ‘aman' atau bahkan ‘tidak penting' di akhir babak penyisihan. Format baru ini diharapkan menjaga tensi tetap tinggi dari awal hingga akhir fase grup.
Sebagai pengingat, The International adalah kejuaraan dunia tahunan Dota 2 yang pertama kali digelar pada tahun 2011, bersamaan dengan peluncuran resmi game ini. Turnamen ini telah menjadi tolok ukur tertinggi dalam kancah esports Dota 2, dengan prize pool yang fantastis dan gengsi yang tak tertandingi. Tim legendaris Natus Vincere (Na'Vi) menjadi juara pertama kali, mengangkat Aegis of Champions di Cologne, Jerman. Kini, 14 tahun kemudian, Aegis kembali diperebutkan di tanah Jerman.
Sebanyak 16 tim dari seluruh penjuru dunia akan bertarung memperebutkan gelar juara di TI 2025. Tim-tim ini mendapatkan tempat mereka melalui undangan langsung berdasarkan performa sepanjang musim dan melalui serangkaian kualifikasi regional yang ketat. Proses seleksi ini memastikan hanya tim-tim terkuat dan paling konsisten yang berhak tampil di panggung termegah Dota 2. Perjalanan menuju Hamburg dipastikan penuh dengan drama dan persaingan sengit.
Format Swiss: Babak Grup Baru yang Bikin Deg-degan
Mari kita bedah format baru yang paling jadi sorotan: babak grup dengan sistem Swiss. Ke-16 tim peserta akan bertanding dalam braket Swiss lima ronde, dengan semua pertandingan menggunakan format best-of-three (Bo3). Sistem ini punya keunikan tersendiri: tim hanya akan bertemu lawan dengan rekor menang-kalah yang sama. Misalnya, tim dengan rekor 2-0 akan diadu dengan tim lain yang juga punya rekor 2-0, begitu seterusnya.
Dalam format Swiss ini, sebuah tim perlu meraih empat kemenangan seri untuk bisa melenggang mulus ke babak Playoff. Sebaliknya, tim yang menelan empat kekalahan seri harus angkat koper lebih awal. Setelah lima ronde babak grup Swiss ini selesai, akan ada tiga tim yang memastikan tempat di Playoff dan tiga tim lainnya yang harus menerima kenyataan pahit tereliminasi dari turnamen. Bye-bye dream!
Sistem perjodohan berdasarkan rekor ini dirancang untuk menciptakan pertandingan yang seimbang dan kompetitif di setiap rondenya. Tidak ada lagi istilah ‘grup neraka' atau ‘grup mudah' secara absolut seperti pada format round robin. Setiap kemenangan dan kekalahan akan sangat berarti dalam menentukan langkah tim selanjutnya. Valve berharap format ini bisa menyajikan lebih banyak pertandingan krusial sejak awal turnamen.
Namun, bagaimana nasib 10 tim lainnya yang belum pasti lolos atau tersingkir setelah babak grup Swiss? Mereka tidak langsung tereliminasi atau lolos begitu saja. Nasib mereka akan ditentukan di babak selanjutnya yang disebut Babak Eliminasi Spesial. Ini adalah jembatan terakhir menuju The International proper alias babak Playoff yang sesungguhnya. Persaingan dipastikan semakin memanas di fase ini.
Babak Eliminasi Spesial: Satu Kesempatan Terakhir
Babak Eliminasi Spesial menjadi saringan terakhir bagi 10 tim yang nasibnya masih menggantung setelah babak grup Swiss. Di babak ini, tim-tim dengan seed (peringkat) lebih tinggi berdasarkan performa di grup Swiss akan diadu melawan tim dengan seed lebih rendah. Pertandingan ini juga akan menggunakan format best-of-three, memastikan hanya tim yang benar-benar siap yang bisa melaju.
Konsepnya sederhana namun brutal: menang lolos, kalah pulang. Tidak ada kesempatan kedua di babak eliminasi spesial ini. Lima tim pemenang dari babak ini akan menyusul tiga tim yang sudah lolos langsung dari grup Swiss, melengkapi delapan tim yang berhak tampil di babak Playoff. Sementara itu, lima tim yang kalah harus mengubur mimpi mereka untuk mengangkat Aegis of Champions tahun ini.
Secara total, fase The Road to The International (Grup Swiss + Eliminasi Spesial) akan menyaring 16 tim menjadi 8 tim terbaik. Delapan tim akan melanjutkan perjalanan mereka ke The International proper, sementara delapan tim lainnya harus mengakhiri perjuangan mereka lebih awal. Valve menegaskan bahwa struktur ini dibuat agar setiap pertandingan benar-benar memiliki pertaruhan yang jelas bagi tim dan penonton. Mereka juga mengklaim telah mengantisipasi tantangan khas format Swiss, seperti penjadwalan dan memastikan tidak ada tim yang harus bermain dua seri berturut-turut dalam kondisi tidak ideal.
Playoff TI 2025: Tetap Double Elimination, Tapi Lebih Adil?
Setelah melewati The Road to The International yang penuh liku, delapan tim terbaik akan memasuki The International proper atau babak Playoff, yang dijadwalkan pada 11 hingga 14 September. Kabar baik bagi penggemar format klasik, babak Playoff ini masih akan menggunakan sistem double-elimination yang sudah teruji dan digemari. Format ini memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah di upper bracket.
Namun, ada satu penyesuaian penting di Playoff TI 2025. Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya di mana beberapa tim langsung memulai dari lower bracket, kali ini semua delapan tim yang lolos Playoff akan memulai dari upper bracket. Perubahan ini bisa dibilang membuat titik awal Playoff terasa lebih adil, karena semua tim memiliki ‘nyawa' yang sama di awal babak penentuan ini. No more second-class bracket entry!
Seperti biasa, sebagian besar pertandingan di babak Playoff akan menggunakan format best-of-three (Bo3). Pengecualian tentu saja ada pada partai puncak, Grand Final, yang akan menyajikan pertarungan epik dalam format best-of-five (Bo5) untuk memperebutkan trofi paling ikonik di dunia Dota 2, Aegis of Champions. Siapapun yang berhasil mengangkat Aegis akan mengukir nama mereka dalam sejarah esports.
Info Tiket dan Nostalgia TI 2024
Bagi yang ingin merasakan atmosfer TI 2025 secara langsung di Hamburg, catat tanggal penting ini: penjualan tiket akan dimulai pada 15 April pukul 10:00 CEST (waktu Eropa Tengah). Tiket akan tersedia dalam bentuk tiket harian dan bundel beberapa hari, dijual melalui platform AXS. Sayangnya, Valve belum merilis detail harga tiket untuk TI 2025 saat pengumuman format ini dibuat.
Sebagai gambaran, pada TI 2024 di Kopenhagen, harga tiket cukup bervariasi. Tiket harian dijual mulai dari US$180 hingga US$300. Sementara itu, bundel tiket dua hari berkisar antara US$400 hingga US$512, dan bundel tiket tiga hari (mencakup babak final) dibanderol seharga US$686. Meski harga ini belum tentu sama persis untuk TI 2025, setidaknya bisa menjadi acuan awal bagi calon penonton untuk mempersiapkan budget. Jangan lupa, war tiket TI biasanya sengit!
Mengingat kembali TI 2024, turnamen tersebut menjadi panggung bagi Team Liquid yang berhasil meraih gelar juara. Kemenangan ini menjadikan Team Liquid sebagai tim ketiga dalam sejarah Dota 2 yang berhasil mengangkat Aegis of Champions untuk kedua kalinya. Momen bersejarah ini tentunya menambah ekspektasi tinggi terhadap kualitas kompetisi dan drama yang akan tersaji di TI 2025 nanti.
Dengan format baru yang menjanjikan intensitas lebih tinggi di setiap laga, TI 2025 siap menyajikan tontonan Dota 2 kelas dunia yang tak terlupakan. Perubahan dari format grup round robin ke Swiss, ditambah penyesuaian pada seeding Playoff, menunjukkan upaya Valve untuk terus menyempurnakan turnamen andalan mereka. Para penggemar kini hanya bisa menunggu dan berspekulasi tim mana yang akan paling diuntungkan atau dirugikan oleh struktur baru ini, sambil menantikan pertarungan sengit di Hamburg September mendatang.