Dark Mode Light Mode
7 Game Sega Genesis yang Wajib Kamu Mainkan
25 Tahun Berlalu, Akhir American Psycho Masih Salah Dipahami: Apa Implikasinya?
Kode Tribe Nine Maret 2025: Peluang Mendapatkan Item Eksklusif

25 Tahun Berlalu, Akhir American Psycho Masih Salah Dipahami: Apa Implikasinya?

American Psycho: Lebih Dari Sekadar Darah dan Psikopat?

Patrick Bateman, si yuppie Wall Street yang flamboyan, punya hobi yang cukup ekstrem: membunuh. Tapi, setelah "bersih-bersih" ala Bateman, semua jadi aneh. Rumah korban dijual, pengacaranya malah menganggap pengakuan Bateman sebagai lelucon, bahkan mengaku baru saja makan malam dengan salah satu korbannya. Sementara itu, Bateman terus mengalami hal-hal ganjil yang sepertinya mustahil.

Banyak yang percaya, semua itu cuma ada di kepala Bateman. Ia hanyalah pemuda kaya yang kesepian, hidupnya hampa, dan tindakannya hanyalah fantasi yang lahir dari media dangkal yang ia konsumsi. Sebuah teori yang tampak cerdas, membuat kita merasa bodoh kalau percaya yang lain.

Namun, teori itu salah kaprah. Minimal, ia menyederhanakan cerita dan mereduksi tema-tema penting dan menarik dari American Psycho. Buku ini lebih dari sekadar kisah kebiadaban seorang pembunuh. Mari kita gali lebih dalam.

Identitas Palsu di Dunia Kapitalis

Tema utama American Psycho adalah identitas. Buku ini mempertanyakan bagaimana manusia bisa membentuk dan mempertahankan identitas unik di tengah budaya kapitalis, di mana masyarakat dijejali dengan media, mode, makanan, dan merek yang sama sehingga menciptakan manusia-manusia yang nyaris serupa. Ini adalah sindiran halus pada budaya konsumsi yang menggerogoti individualitas.

Inilah yang menjelaskan mengapa banyak hal tampak tak masuk akal. Orang-orang di sekitar Bateman sering keliru mengidentifikasi satu sama lain. Dalam film dan buku, tokoh-tokoh sering tertukar. Bahkan elemen-elemen penentu identitas mereka, seperti kartu nama, sangat mirip. Bisnis kartu yang mahal menjadi simbol kegagalan untuk menonjol.

Dengan meniru satu sama lain, mereka menjadi boneka yang dikendalikan oleh tren dan tekanan sosial. Mereka berusaha menjadi idealisasi dari apa yang mereka pikir harus mereka lakukan, bukan apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Bisnis Kartu: Simbol Kebohongan

Mungkin kamu pernah membaca, atau melihat, bagaimana Bateman sangat terobsesi dengan kartu nama rekan kerjanya. Berbagai jenis font, warna, dan kualitas kertas menjadi bahan perdebatan sengit. Ini bukan cuma perkara desain yang bagus, tapi juga tentang siapa yang punya kartu "terbaik," sebuah simbol status yang rapuh dan dangkal.

Kartu nama, sebagai identitas visual, hanyalah tanda lahir dari dunia yang palsu. Dunia di mana penampilan lebih penting daripada substansi. Orang-orang berlomba-lomba menciptakan citra diri yang sempurna, bahkan ketika di baliknya ada kekosongan.

Kegilaan yang Disengaja?

Terlepas dari kekejaman yang dilakukan, tindakan Bateman mungkin adalah cerminan dari kegilaan sistem itu sendiri. Kapitalisme yang korup, yang menekankan persaingan dan konsumsi, telah menciptakan lingkungan yang mendorong individu untuk melakukan apa saja demi kesuksesan. Pembunuhan, dalam konteks ini, menjadi ekspresi ekstrem dari keabsahan – bentuk pemberontakan terhadap dunia yang menindas.

American Psycho mengajak untuk mempertanyakan nilai-nilai yang kita anut. Apakah kita terlalu fokus pada hal-hal materialistis? Apakah kita terlalu peduli pada apa kata orang lain? Atau kita terlalu sibuk menciptakan persona palsu hingga lupa pada diri sendiri?

Akhir Kata?

American Psycho bukan sekadar cerita horor. Ia adalah kritik tajam terhadap masyarakat modern. Buku ini memaksa kita melihat ke dalam cermin, mempertanyakan identitas kita, dan mempertimbangkan konsekuensi dari cara hidup yang kita pilih.

Mungkin, kita semua adalah Patrick Bateman. Mungkin, kita semua punya sisi gelap yang tersembunyi di balik topeng "kesempurnaan."

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

7 Game Sega Genesis yang Wajib Kamu Mainkan

Next Post

Kode Tribe Nine Maret 2025: Peluang Mendapatkan Item Eksklusif